SITUBONDO – Jalan rusak yang mengganggu aktivitas warga menjadi perhatian masyarakat Kampung Krajan, Desa Campoan, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo. Alih-alih membiarkan kerusakan semakin parah, warga bersama personel TNI turun langsung melakukan kerja bakti untuk memperbaiki akses jalan tersebut, Minggu (6/9/2026).
Personel Koramil 0823-13/Mlandingan, Sertu Yoyok, ikut bergotong royong bersama masyarakat dalam kegiatan perbaikan jalan. Mereka bahu-membahu menangani bagian jalan yang mengalami kerusakan dengan memanfaatkan material yang tersedia.
Kegiatan berlangsung secara sederhana, tetapi melibatkan semangat kebersamaan yang kuat. Warga bersama Sertu Yoyok ikut menyiapkan material, mengangkutnya ke bagian jalan yang rusak, kemudian meratakan material tersebut agar permukaan jalan kembali lebih layak dilewati.
Bagi masyarakat Kampung Krajan, kondisi jalan memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Jalan menjadi akses yang digunakan warga untuk berbagai keperluan, sehingga kerusakan yang terjadi berpotensi menghambat mobilitas apabila tidak segera ditangani.
Karena itu, kerja bakti menjadi salah satu langkah yang dilakukan masyarakat untuk memperbaiki kondisi jalan sekaligus menjaga akses bersama. Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada perbaikan fasilitas umum, tetapi juga menjadi ruang bagi warga untuk kembali memperkuat budaya gotong royong.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut turut mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah binaan. Sertu Yoyok tidak hanya hadir sebagai aparat kewilayahan, tetapi ikut terlibat langsung dalam pekerjaan bersama warga.
Keterlibatan tersebut membuat proses pengerjaan terasa lebih sebagai kegiatan bersama daripada sekadar pekerjaan memperbaiki jalan. Warga dan Babinsa bekerja dalam satu kegiatan dengan tujuan yang sama, yakni membuat akses jalan menjadi lebih baik dan dapat digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas mereka.
Semangat gotong royong seperti yang terlihat di Kampung Krajan juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat pedesaan. Ketika fasilitas yang digunakan bersama mengalami persoalan, keterlibatan masyarakat dapat menjadi kekuatan untuk mencari solusi secara bersama-sama.
Dalam kegiatan tersebut, warga tidak hanya menunggu bantuan dari pihak lain. Mereka ikut mengambil peran dengan mengerahkan tenaga serta memanfaatkan material yang tersedia untuk memperbaiki bagian jalan yang rusak.
Bagi Babinsa, keterlibatan dalam kegiatan kemasyarakatan merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan dengan warga di wilayah binaan. Komunikasi dan interaksi yang terjalin saat kegiatan bersama dapat menjadi modal penting dalam menjaga hubungan harmonis antara aparat kewilayahan dan masyarakat.
Perbaikan jalan secara gotong royong juga memiliki manfaat lain. Selain membuat akses lebih layak, kegiatan tersebut mendorong masyarakat untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap fasilitas umum yang digunakan bersama.
Jalan yang telah diperbaiki tentu tetap membutuhkan perhatian setelah kegiatan selesai. Masyarakat diharapkan dapat ikut menjaga kondisi akses tersebut agar kerusakan serupa tidak cepat terjadi kembali.
Kegiatan yang dilakukan Sertu Yoyok bersama warga Campoan menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Tidak harus menunggu kegiatan besar, masyarakat dapat mengambil peran melalui kerja bersama untuk menyelesaikan persoalan yang ada di lingkungan mereka.
Semangat tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa gotong royong masih memiliki tempat penting di tengah kehidupan masyarakat. Ketika warga bersedia turun tangan dan saling membantu, persoalan yang dihadapi bersama dapat ditangani dengan lebih ringan.
Melalui kegiatan perbaikan jalan di Kampung Krajan, Sertu Yoyok dan masyarakat Desa Campoan tidak hanya memperbaiki bagian jalan yang rusak. Mereka juga memperkuat kembali nilai kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap fasilitas umum.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik bagi warga untuk terus menjaga semangat gotong royong dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antara Babinsa dan masyarakat pun diharapkan semakin kuat, terutama dalam menjaga lingkungan dan fasilitas yang menjadi kepentingan bersama.
Bagi warga Campoan, jalan yang lebih layak bukan sekadar soal akses. Di balik kerja bakti tersebut terdapat pesan sederhana bahwa ketika masyarakat mau bergerak bersama, perbaikan lingkungan bisa dimulai dari tangan sendiri.
0 Komentar