gubukinspirasi.id - Iran disebut tengah merekrut warga non-Iran untuk menjalankan operasi rahasia di kawasan Asia Timur.
Tiga warga negara Indonesia disebut masuk dalam daftar orang yang direkrut untuk operasi tersebut.
Hal itu diungkap Iran International, media berita berbahasa Persia yang berbasis di London, Inggris.
Iran International melaporkan informasi tersebut berdasarkan keterangan sejumlah sumber yang disebut mengetahui aktivitas Unit 4000, Divisi Operasi Khusus dari Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.
Unit 4000
Media Iran International menyebut Unit 4000 tengah mengembangkan operasi maritim di sejumlah wilayah Asia Timur, termasuk Indonesia dan China.
Dalam laporan tersebut, Iran International mengidentifikasi tiga warga Indonesia yang disebut direkrut untuk operasi rahasia itu.
Mereka adalah Pandu Yudhawinata, Ardiyanta Mutoha, dan Mohammad Hossein.
Menurut sumber yang dikutip Iran International, ketiganya melakukan perjalanan ke Teheran, Iran, untuk menjalani pelatihan.
Pelatihan itu disebut bertujuan mempersiapkan mereka untuk menjalankan operasi rahasia di pelabuhan dan jalur perairan di berbagai wilayah Asia Timur.
Dari tiga nama tersebut, Pandu Yudhawinata disebut memiliki riwayat yang sebelumnya pernah dikaitkan dengan jaringan Hezbollah dan intelijen Iran.
Iran International menyebut Yudhawinata sebagai agen asal Indonesia yang sebelumnya pernah dikaitkan dengan pelaporan kontra-terorisme kepada Hezbollah dan intelijen Iran.
Namanya juga disebut dalam laporan mengenai rencana Hezbollah yang gagal pada 1994 untuk mengebom Kedutaan Besar Israel di Bangkok.
Menurut laporan tersebut, Yudhawinata pernah menjalani pelatihan di Iran sebelum kemudian bekerja dengan jaringan Hezbollah di Asia Tenggara.
Sumber yang dikutip Iran International juga mengaitkan Yudhawinata dengan serangan di Sri Lanka.
Sementara itu, Ardiyanta Mutoha dan Mohammad Hossein disebut turut pergi ke Teheran bersama Yudhawinata untuk menjalani pelatihan yang berkaitan dengan operasi rahasia di Asia Timur.
Disebut Direkrut Melalui Tokoh Syiah Indonesia
Dalam proses perekrutan, Iran International juga mengungkap sejumlah nama yang disebut berperan memperkenalkan calon anggota kepada Unit 4000.
Untuk wilayah Indonesia, dua nama yang disebut adalah Zahir Yahya dan Abdullah Saqqaf.
Zahir Yahya disebut sebagai ketua Ahlulbait Indonesia, sebuah organisasi Syiah nasional.
Menurut sumber Iran International, Yahya berperan sebagai perantara yang memperkenalkan calon anggota kepada Unit 4000.
Nama lainnya adalah Abdullah Saqqaf.
Ia disebut sebagai kepala seminari Amir al-Mu'minin di Bogor dan memiliki hubungan dengan Universitas Internasional Al-Mustafa di Iran.
Menurut sumber yang dikutip Iran International, Yahya dan Saqqaf memperkenalkan calon rekrutan kepada IRGC.
Sementara proses perekrutan dan pelatihan disebut ditangani dua tokoh Unit 4000, yakni Mohsen Aghazadeh dan Vahid Yekeh-Dehqan.
Iran International menyebut perekrutan warga non-Iran dilakukan untuk operasi di luar negeri.
Penggunaan warga negara asing, menurut sumber yang dikutip media tersebut, dapat memberikan ruang bagi Teheran untuk lebih mudah menyangkal keterlibatan langsung apabila sebuah operasi terbongkar.
Dalam laporan yang sama, Iran International menyebut aktivitas Unit 4000 di Asia Timur sebagian besar berpusat di Indonesia.
Para rekrutan disebut dipersiapkan untuk operasi yang menyasar jalur perairan dan sejumlah pelabuhan strategis di kawasan tersebut.
Namun, perlu ditegaskan bahwa informasi mengenai perekrutan tiga warga Indonesia tersebut bersumber dari laporan Iran International yang mengutip sumber-sumber anonim.
Keterlibatan ketiga nama tersebut maupun tokoh-tokoh lain yang disebut dalam laporan belum ditampilkan sebagai fakta yang telah dikonfirmasi secara independen dalam laporan tersebut. (gubukinspirasi.id)
0 Komentar