Ringkasan Berita:
- Sebuah Kereta Paksi Naga Liman dari kawasan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ternyata disiapkan untuk menyambut kedatangan Presiden RI ke-7, Joko Widodo atau Jokowi di hajatan Ustadz Ujang Bustomi
- Kereta kencana tersebut didatangkan sejak subuh dan ditempatkan di area penyambutan Jokowi di Desa Sinarancang
- Di balik kemegahan kereta yang dihiasi ornamen naga, burung, mahkota, ukiran dan ronce bunga melati itu, tersimpan kisah budaya Cirebon yang cukup panjang
Laporan Wartawan gubukinspirasi.id, Eki Yulianto
gubukinspirasi.id, CIREBON-Sebuah Kereta Paksi Naga Liman dari kawasan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, ternyata disiapkan untuk menyambut kedatangan Presiden RI ke-7, Joko Widodo atau Jokowi di hajatan Ustadz Ujang Bustomi, Sabtu (12/9/2026).
Kereta kencana tersebut didatangkan sejak subuh dan ditempatkan di area penyambutan Jokowi di Desa Sinarancang, Kecamatan Mundu.
Namun, di balik kemegahan kereta yang dihiasi ornamen naga, burung, mahkota, ukiran dan ronce bunga melati itu, tersimpan kisah budaya Cirebon yang cukup panjang.
Pemilik Kereta Paksi Naga Liman, Arumat mengungkapkan, kereta tersebut merupakan warisan dari orang tuanya, Raden Ismail.
"Saya sebagai pemilik Kereta Paksi Naga Liman, pewaris daripada orang tua saya, Raden Ismail," ujar Arumat saat ditemui di tengah persiapan kedatangan Jokowi, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Arumat, Kereta Paksi Naga Liman memiliki keterkaitan dengan sejarah Cirebon.
Ia menyebut, berdasarkan pengetahuan yang diwarisinya, kereta tersebut merupakan tunggangan Kanjeng Syekh Syarif Hidayatullah.
"Yang setahu saya Kereta ini tunggangannya Kanjeng Syekh Syarif Hidayatullah," ucapnya.
Nama Paksi Naga Liman sendiri tidak sekadar menggambarkan bentuk kereta.
Arumat menjelaskan, wujud kereta tersebut merepresentasikan perpaduan tiga unsur budaya dari tiga negara.
Ketiga unsur tersebut yakni Cina, India dan Mesir.
Menurut dia, unsur burung pada kereta menggambarkan Mesir, naga atau ular menggambarkan Cina, sedangkan gajah merepresentasikan India.
"Itu binatang dari tiga negara, tiga budaya: antara Cina, India, Mesir," jelas dia.
Ia menilai perpaduan tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari karakter budaya Cirebon.
"Cirebon tak lepas daripada tiga unsur budaya kekuatan antara Cina, Mesir, India. Begitu," katanya.
*Dibawa dari Gunung Jati Sejak Subuh*
Kereta Paksi Naga Liman tersebut tidak berada di lokasi sejak jauh-jauh hari.
Arumat mengatakan, kereta dibawa dari kawasan Gunung Jati pada Sabtu pagi.
"Datang dari subuh," ujarnya.
Kereta tersebut tidak didorong menuju lokasi hajatan.
Untuk membawanya dari Gunung Jati, pihaknya menggunakan truk.
"Dipakai naik truk. Naik truk gitu, enggak didorong gitu kan," ucap dia.
Persiapan khusus untuk menyambut Jokowi juga disebut tidak membutuhkan waktu lama.
Arumat mengatakan persiapan dilakukan sekitar sehari.
"Ya paling sehari ajalah, biasa-biasa aja gitu sama Pak Presiden," jelas Arumat.
Menurut Arumat, keterlibatan Kereta Paksi Naga Liman dalam prosesi tersebut bermula dari adanya perantara Mama Elang Ngabehi.
Ia menyebut, kereta tersebut kemudian dipilih untuk berpartisipasi dalam acara Ujang Bustomi.
"Terpilihnya Kereta Paksi dari Gunung Jati ini perantaranya dari Mama Elang Ngabehi. Itu partisipasilah untuk acara di Kanjeng Ujang Bustomi," katanya.
Bagi Arumat, rencana kereta warisan keluarganya tersebut digunakan untuk Jokowi merupakan sebuah kebanggaan.
Ia mengaku sangat bahagia karena kereta tersebut dipersiapkan untuk dinaiki mantan presiden.
"Ya sangat berkesan sekali, bahagia sekali. Suatu kehormatanlah bagi saya kereta itu dinaiki oleh RI 1," ujarnya.
Arumat juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Ujang Bustomi.
"Bahagia sekali, terima kasih sekali buat Kang Ujang Bustomi," ucap Arumat.
*Kereta Disiapkan, Jokowi Malah Jalan Kaki*
Meski telah disiapkan khusus untuk prosesi kedatangan Jokowi, Kereta Paksi Naga Liman pada akhirnya tidak dinaiki.
Jokowi justru memilih berjalan kaki dari titik penyambutan menuju Padepokan Anti Galau, lokasi utama hajatan Ujang Bustomi.
Jaraknya sekitar 500 meter.
Jokowi tiba di lokasi penyambutan sekitar pukul 10.45 WIB.
Mengenakan jas biru, peci, dan kalung bunga, Jokowi disambut langsung oleh Ujang Bustomi.
Bupati Cirebon Imron dan sejumlah pejabat Forkopimda Kabupaten Cirebon turut berada dalam prosesi tersebut.
Jokowi juga tampak didampingi putranya, Kaesang Pangarep.
Setelah prosesi penyambutan, Jokowi kemudian berjalan kaki menuju lokasi hajatan.
Warga yang telah menunggu di sepanjang jalan langsung memadati jalur yang dilewati Jokowi.
Sejumlah warga mengangkat telepon seluler untuk mengabadikan kedatangan mantan Presiden RI tersebut.
Jokowi beberapa kali terlihat menyapa dan bersalaman dengan warga.
Petugas keamanan juga membuat barikade agar rombongan dapat melintas di tengah kerumunan.
Marching band turut mengiringi perjalanan tersebut.
Dari tengah kerumunan, Kereta Paksi Naga Liman yang sebelumnya disiapkan untuk Jokowi pun akhirnya hanya menjadi bagian dari pemandangan dalam prosesi penyambutan.
Meski begitu, bagi Arumat, keberadaan kereta tersebut dalam acara tetap menjadi sebuah kehormatan.
Ia juga menegaskan Kereta Paksi Naga Liman tidak semata-mata hanya boleh digunakan atau dinaiki tokoh tertentu.
"Ya menurut saya sih insyaAllah semua kalangan bisalah," katanya.
Namun, untuk prosesi kali ini, Arumat membenarkan bahwa kereta memang dipersiapkan khusus untuk Jokowi.
"Betul, betul sekali, betul," ujarnya.
*Sebelumnya Jokowi Masih Jadi Tanda Tanya*
Kehadiran Jokowi di hajatan Ujang Bustomi sebelumnya sempat menjadi pertanyaan.
Tanda-tanda kedatangannya terlihat dari banner penyambutan yang terpasang di kawasan Padepokan Anti Galau, Desa Sinarancang.
Banner tersebut memuat ucapan selamat datang kepada Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia ke-7.
Foto Jokowi juga terpampang bersama foto Ujang Bustomi.
Sejumlah nama pejabat dan tokoh lainnya turut dicantumkan dalam banner tersebut sebagai tamu kehormatan.
Namun, keberadaan nama dalam banner belum otomatis memastikan kehadiran seluruh tokoh yang tercantum.
Khusus Jokowi, Ujang Bustomi memang sebelumnya telah mengundang langsung mantan presiden tersebut.
Undangan diberikan ketika Ujang mendatangi kediaman Jokowi di Solo pada Senin (13/7/2026).
Ujang mengatakan undangan itu diberikan untuk menghadiri walimatul khitan putra bungsunya.
Menurut Ujang, keinginan menghadirkan Jokowi justru berasal dari putranya yang merupakan penggemar berat Jokowi.
"Saya mengundang beliau yang pertama karena (anak saya) fans beratnya beliau," kata Ujang ketika itu.
Ujang juga sempat menyampaikan keyakinannya bahwa Jokowi akan hadir.
"Insyaallah hadir (Pak Jokowi)," ujarnya.
Keyakinan tersebut akhirnya terbukti.
Pada Sabtu (12/9/2026), Jokowi benar-benar tiba di Desa Sinarancang.
Bukan menggunakan kereta kencana yang telah disiapkan, Jokowi justru berjalan kaki sekitar 500 meter di tengah antusiasme warga.
*Hajatan Ujang Bustomi*
Kedatangan Jokowi merupakan bagian dari rangkaian hajatan syukuran atau walimatul khitan putra bungsu Ujang Bustomi.
Kemeriahan acara telah dimulai sejak Kamis (10/9/2026).
Salah satunya ditandai dengan arak-arakan budaya Buroq yang menyusuri jalan pedesaan.
Anak yang dikhitan terlihat duduk di atas Buroq berwarna merah muda dan emas.
Ia mengenakan pakaian putih lengkap dengan hiasan kepala.
Buroq kemudian diarak sejumlah pemuda, sementara warga dari berbagai usia memenuhi sisi jalan untuk menyaksikan arak-arakan tersebut.
Rombongan bahkan melintas di depan SDN Sinarancang.
Sejumlah anak sekolah terlihat berdiri di balik pagar untuk menyaksikan kemeriahan.
Petugas Bhabinkamtibmas juga terlihat membantu menjaga ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
Untuk hajatan utama, Ujang Bustomi sebelumnya menyebut telah menyiapkan sekitar 50 ribu undangan.
Kehadiran Jokowi pada Sabtu (12/9/2026) pun menjadi salah satu momen yang paling menyita perhatian.
Terlebih, kedatangannya diwarnai kerumunan warga, marching band, pengawalan ketat, hingga kemunculan Kereta Paksi Naga Liman dari Gunung Jati yang telah disiapkan untuknya, tetapi pada akhirnya tidak dinaiki.
0 Komentar