
gubukinspirasi.id.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyampaikan apresiasi kepada Presiden FIFA Gianni Infantino setelah Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang sepak bola internasional FIFA, yakni FIFA ASEAN Cup 2026. Ini disampaikan Menpora saat mengunjungi booth FIFA ASEAN Cup 2026 dalam ajang Indonesian Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (11/9/2026).
"Terima kasih Presiden FIFA Gianni Infantino. Indonesia kembali dipercaya jadi tuan rumah. Sebelumnya Piala Dunia U-17. Ini kehormatan untuk kita semua," ujar Erick.
FIFA ASEAN Cup 2026 adalah turnamen sepak bola terbesar di kawasan Asia Tenggara yang baru pertama kali digelar. Turnamen ini diikuti 14 negara dan digelar di dua negara Indonesia dan Hongkong pada 24 September hingga 5 Oktober 2026.
Divisi Satu berlangsung di Indonesia yang diikuti delapan negara yang terbagi ke dalam dua grup. Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Bangladesh tergabung di Grup A. Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan ada di Grup B.
Adapun Divisi Dua digelar di Hong Kong. Grup A dihuni Hong Kong, Laos, dan Brunei Darussalam, sedangkan Grup B diisi Kamboja, Timor Leste, dan Myanmar.
Menurut Erick, FIFA ASEAN Cup 2026 merupakan salah satu event terbesar sepak bola di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia memberikan dukungan terhadap Timnas Indonesia yang akan tampil dalam ajang tersebut.
"Mari bersatu dukung Timnas Indonesia. Berharap pelatih dan pemain memberikan yang terbaik. Ini kesempatan besar kita meraih prestasi tertinggi," kata Erick.
Supervisi FIFA
Erick menjelaskan, penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki mekanisme yang berbeda dengan turnamen yang sepenuhnya dikelola oleh Indonesia. Sebagai tuan rumah, Indonesia lebih banyak memberikan rekomendasi terkait venue yang digunakan, sedangkan penyelenggaraan berada di bawah regulasi FIFA.
"Di ISS ini ada booth FIFA silahkan ditanya-tanya tentang FIFA ASEAN Cup 2026. Sebagai tuan rumah ini seperti FIFA World Cup U-17, ini semua FIFA yang atur. Kita hanya merekomendasikan," ujar Erick.
Erick menilai terdapat sejumlah hal positif dari penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026. Salah satunya terkait dukungan pendanaan yang diberikan FIFA.
Ia mengatakan, FIFA turut menanggung kebutuhan tim-tim peserta yang hadir dalam turnamen tersebut, termasuk akomodasi hotel. Selain itu, FIFA juga menyiapkan hadiah bagi tim yang menjadi juara.
"Mayoritas penyelenggara FIFA, pendanaannya. Juaranya mendapat 1 juta dolar AS atau sekira Rp 17,6 miliar untuk Divisi Satu. Itu uang FIFA. Tim yang hadir FIFA yang bayar, begitu juga hotelnya," ujar Erick.
Persiapan timnas tertutup
Di sisi lain, Erick mengungkapkan PSSI terus melakukan persiapan agar Timnas Indonesia dapat tampil maksimal. Ia mengatakan telah melakukan rapat bersama pelatih Timnas Indonesia John Herdman dan manajer tim Sumardji terkait persiapan menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026.
Salah satu perhatian yang dibahas adalah keamanan latihan Timnas Indonesia. Erick mengatakan sesi latihan kini dilakukan secara tertutup di Stadion Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Kebayoran Baru Jakarta Selatan untuk mengantisipasi kebocoran informasi mengenai strategi tim.
"Latihan Timnas di PTIK tertutup, jaga hal-hal yang bocor. Ada indikasi latihan Timnas, data-datanya keluar. Sekarang kita pindah ke PTIK agar lebih terproteksi," kata Erick.
Erick juga menegaskan pentingnya komitmen para pemain ketika membela Timnas Indonesia. Ia optimistis para pemain akan memberikan kemampuan terbaik selama berada dalam kondisi fit dan tidak mengalami cedera.
"Selama pemain tidak cedera, saya yakin mereka dengan senang hati membela Merah Putih. Saat kita rekrut selalu kita tekankan, hatinya Merah Putih atau tidak," ujar Erick.
Dengan persiapan yang lebih matang, Erick berharap Timnas Indonesia mampu memanfaatkan kesempatan tampil di FIFA ASEAN Cup 2026 untuk meraih prestasi terbaik. "PSSI sangat ingin Timnas memberikan yang terbaik di FIFA ASEAN Cup," kata Erick.
0 Komentar