
Kenangan dan Harapan di Balik Duka
Kabut duka masih menyelimuti kediaman Sumarna, petugas keamanan obyek vital Waduk Jatiluhur yang ditemukan tewas secara tragis dengan kondisi tangan terborgol dan tubuhnya tenggelam di perairan waduk. Hampir dua pekan setelah kepergian Sumarna, sang istri, Siti Maryam, masih berusaha tegar menjalani hari-hari bersama kedua anaknya.
Di tengah rasa kehilangan yang mendalam, Siti mengungkap satu keinginan sederhana sang suami yang hingga kini belum sempat diwujudkan. Sumarna rupanya memiliki keinginan untuk merenovasi rumah mereka agar menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman bagi keluarganya. Namun, keinginan tersebut kini harus terkubur bersama jasad sang suami.
"Ada satu keinginan almarhum suami yang belum terealisasi, yaitu suami ingin merenovasi rumah agar lebih nyaman. Namun, keinginan itu terkubur bersama jasad almarhum," ujar Siti Maryam kepada wartawan Minggu (9/8/2026).
Bagi Maryam, Sumarna bukan hanya sosok suami, tetapi juga ayah yang begitu menyayangi keluarganya. Semasa hidup, Sumarna dikenal sangat perhatian terhadap istri dan kedua anaknya, Gerald Surya Pratama (17) dan Syakila Ratu Calista (9). Perhatian itu ditunjukkan dengan hal-hal sederhana yang kini justru menjadi kenangan paling berharga bagi keluarganya.
Sumarna kerap mengutamakan kebutuhan anak dan istrinya. Ia juga sering mengantar anak-anaknya ke sekolah, mengajak mereka jalan-jalan, hingga meluangkan waktu untuk makan bersama keluarga di luar rumah. Kenangan tersebut juga melekat kuat di benak Gerald, anak pertama Sumarna.
Gerald mengaku sang ayah merupakan sosok yang sangat perhatian kepada kedua anaknya, terutama kepada adik bungsunya. "Ayah sangat perhatian sama anak-anaknya, terutama adik bungsunya. Ayah suka mengantar ke sekolah, suka ngajak jalan-jalan dan makan-makan bersama keluarga," ujar Gerald.
Selain mengenang perhatian ayahnya kepada keluarga, Gerald juga mengetahui keinginan sang ayah untuk memperbaiki rumah mereka. Meski kehilangan sosok ayah untuk selama-lamanya, Gerald mengaku tidak memiliki banyak tuntutan. Baginya, kasih sayang dan kebersamaan yang diberikan sang ayah sudah menjadi kenangan yang tidak ternilai.
Kebaikan Sumarna rupanya juga dirasakan oleh warga di lingkungan tempat tinggalnya. Salah seorang tetangga, Nanar, mengaku sangat kehilangan sosok Sumarna yang selama ini dikenal sebagai tetangga yang baik dan ringan tangan. Menurut Nanar, Sumarna kerap membantu warga tanpa mengharapkan imbalan.
Selain bekerja sebagai petugas keamanan, Sumarna juga dikenal sebagai anggota Linmas di lingkungan tempat tinggalnya. "Saya sangat kehilangan sosok almarhum karena beliau baik sekali, suka menolong tetangga, juga rajin ibadahnya," kata Nanar.
Hingga kini, rumah duka Sumarna masih didatangi para tetangga dan kerabat yang datang untuk bertakziah serta menyampaikan belasungkawa kepada Siti Maryam dan kedua anaknya. Di tengah kehilangan tersebut, Maryam kini harus menghadapi kenyataan baru sebagai orang tua tunggal bagi kedua anaknya.
Selama ini, Maryam hanya berperan sebagai ibu rumah tangga yang fokus mengurus dan membesarkan kedua buah hatinya. Kini, ia berencana mencari pekerjaan demi melanjutkan kehidupan sekaligus memenuhi kebutuhan keluarganya setelah kepergian sang suami.
Kehidupan Sehari-hari yang Berubah
Setelah kepergian Sumarna, kehidupan Siti Maryam dan kedua anaknya berubah drastis. Sebelumnya, ia hanya fokus pada tugas-tugas rumah tangga seperti memasak, membersihkan rumah, dan merawat anak-anak. Kini, ia harus menghadapi tantangan baru sebagai tulang punggung keluarga.
Maryam mengatakan bahwa ia akan mulai mencari pekerjaan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari. Ia berharap bisa menemukan pekerjaan yang fleksibel sehingga masih bisa mengurus anak-anak. "Saya ingin bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak saya," katanya.
Selain itu, Maryam juga berusaha menjaga semangat anak-anaknya. Ia percaya bahwa keberadaan ayah mereka akan selalu ada dalam ingatan dan nilai-nilai yang diajarkan. "Anak-anak masih punya saya, dan saya akan selalu berusaha menjadi contoh yang baik untuk mereka," tambahnya.
Momen Kenangan yang Tak Terlupakan
Dalam proses pemulihan, Siti Maryam dan anak-anaknya sering mengingat momen-momen kecil bersama Sumarna. Mulai dari saat-saat sederhana seperti makan bersama, bermain di taman, atau bahkan sekadar berbicara tentang harapan masa depan.
Gerald mengatakan bahwa ia sering mengingat kebiasaan ayahnya yang selalu membimbingnya dalam belajar. "Ayah selalu mengingatkanku untuk tidak mudah menyerah, meskipun aku sering kesulitan dalam belajar," ujarnya.
Sementara itu, Syakila, anak bungsu Sumarna, masih terlihat sedih. Ia sering bertanya tentang ayahnya dan menginginkan kehadiran ayahnya kembali. "Aku ingin ayah pulang," katanya dengan suara yang lembut.
0 Komentar