Kebakaran Hutan Argopuro Diantisipasi, TNI dan Tim Gabungan Perkuat Pengendalian Api

SITUBONDO – Ancaman kebakaran hutan di kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang Gunung Argopuro menjadi perhatian serius tim gabungan. Upaya pengendalian dilakukan untuk mencegah api meluas dan memastikan tidak ada bara tersisa yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Ws. Danramil 0823/16 Sumbermalang Pelda Mustakim bersama anggota Koramil turut terjun langsung dalam kegiatan pengendalian dan pencegahan kebakaran hutan tersebut, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polsek Sumbermalang, Masyarakat Peduli Api (MPA), Masyarakat Mitra Polhut (MMP), hingga Tagana.

Sebelum menuju lokasi, seluruh unsur mengikuti apel dan pengecekan kesiapan personel di Pos BKSDA Baderan. Pemeriksaan tersebut mencakup kesiapan anggota, perlengkapan, serta logistik yang akan digunakan selama proses penanganan di kawasan hutan.

Setelah memastikan kesiapan tim, rombongan bergerak menuju Savana Cikasur. Kawasan tersebut menjadi salah satu lokasi yang perlu mendapat perhatian karena kondisi lahan dan vegetasi dapat menjadi faktor yang memengaruhi penyebaran api.

Sesampainya di lokasi, petugas langsung melakukan pengecekan kondisi kawasan. Tim juga melaksanakan mopping up atau penyisiran dan pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara maupun sisa api yang masih menyala.

Langkah tersebut penting dalam penanganan kebakaran hutan. Api yang terlihat sudah padam tidak selalu berarti kondisi benar-benar aman. Bara yang masih tertinggal di dalam atau di sekitar material kering dapat kembali menyala dan berpotensi memicu kebakaran susulan.

Selain melakukan pengecekan, tim juga melakukan penyemprotan air terhadap sisa api di wilayah Bondowoso. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari proses pendinginan sekaligus memastikan titik-titik yang masih berpotensi terbakar dapat dikendalikan.

Petugas juga membuat penyekatan dan melokalisasi lahan. Langkah tersebut bertujuan membatasi pergerakan api sehingga tidak merambat ke kawasan lain yang lebih luas.

Pengendalian kebakaran hutan di kawasan Gunung Argopuro membutuhkan koordinasi lintas sektor. Kondisi medan, luas kawasan hutan, serta potensi munculnya kembali titik api membuat setiap unsur perlu memahami kondisi lapangan dan pembagian tugas masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, Pelda Mustakim turut memperkuat komunikasi dan koordinasi bersama jajaran BKSDA serta kepolisian. Pembahasan diarahkan pada strategi pengendalian kebakaran hutan dan lahan di kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang Gunung Argopuro.

“Penanganan kebakaran hutan membutuhkan kerja bersama. Koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh unsur harus terus diperkuat agar api tidak kembali meluas,” menjadi semangat sinergi petugas di lapangan.

Keterlibatan TNI melalui Koramil Sumbermalang menunjukkan bahwa penanganan kebakaran hutan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu instansi. Kolaborasi antara aparat, pengelola kawasan konservasi, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat menjadi bagian penting untuk mempercepat pengendalian di lapangan.

Bagi kawasan konservasi seperti Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang, pengendalian kebakaran juga berkaitan dengan upaya menjaga ekosistem dan habitat yang ada di dalamnya. Kebakaran yang meluas dapat memberikan dampak terhadap kondisi kawasan hutan serta lingkungan di sekitarnya.

Karena itu, selain penanganan ketika titik api muncul, kesiapsiagaan dan pencegahan tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan. Pemeriksaan kondisi kawasan, penyekatan lahan, pendinginan, serta koordinasi antarpihak menjadi langkah yang dilakukan untuk menekan risiko kebakaran kembali meluas.

Kegiatan di kawasan Gunung Argopuro tersebut sekaligus memperlihatkan peran aparat kewilayahan dalam mendukung penanganan bencana dan perlindungan lingkungan. Babinsa tidak hanya hadir dalam kegiatan pembinaan masyarakat, tetapi juga dapat dilibatkan dalam respons terhadap kondisi darurat yang terjadi di wilayah binaannya.

Dengan sinergi yang terus diperkuat, tim gabungan diharapkan mampu mengendalikan titik-titik api sekaligus mencegah munculnya kebakaran susulan. Perlindungan kawasan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang Gunung Argopuro membutuhkan kesiapsiagaan bersama agar ancaman kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

0 Komentar