Kebakaran Hutan dan Lahan Melanda Lima Wilayah di Indonesia
Pada hari Sabtu, 8 Agustus 2026, lima wilayah di Indonesia dilaporkan mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kelima wilayah tersebut adalah Banyumas, Jawa Tengah; Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur; Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur; kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur; dan kawasan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 119 hektare lebih lahan dan hutan terbakar akibat kejadian ini. BPBD bersama pemerintah daerah setempat bekerja sama untuk menangani karhutla.
1. Kebakaran Lahan Seluas 2 Hektare di Kabupaten Banyumas
Di Provinsi Jawa Tengah, kebakaran lahan seluas 2 hektare melanda Kabupaten Banyumas pada Jumat, 7 Agustus 2026. Kebakaran dipicu oleh aktivitas pembakaran lahan yang kemudian menjalar ke area sekitarnya. Menurut laporan BNPB, kebakaran terjadi di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Muhari, perwakilan dari BPBD Kabupaten Banyumas, menjelaskan bahwa upaya pemadaman dilakukan oleh tim pemadam bersama unsur TNI, Polri, dan masyarakat. Api berhasil dipadamkan pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Petugas tetap melakukan penanganan di lapangan untuk memastikan kondisi aman dan mencegah api kembali meluas.
Penanganan karhutla di Kabupaten Banyumas dilakukan dalam kerangka status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan berdasarkan Keputusan Bupati Banyumas Nomor 530 Tahun 2026, yang berlaku mulai 3 Juli hingga 31 Oktober 2026. Di tingkat provinsi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan melalui Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 100.3.3.1/237 Tahun 2026 yang berlaku mulai 1 Juni hingga 31 Desember 2026.

2. Lahan Seluas 10 Hektare Ludes Terbakar di Kabupaten Ponorogo
Di Provinsi Jawa Timur, kebakaran lahan seluas 10 hektare terjadi di wilayah Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Kebakaran terjadi di dua desa, yaitu Desa Bancangan dan Desa Campurejo, Kecamatan Sambit. Tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian ini.
BPBD Kabupaten Ponorogo melakukan kaji cepat dan penanganan kebakaran di lokasi terdampak. Upaya pemadaman dilakukan di Dukuh Tengger, Desa Bancangan, dan Dukuh Kabatan, Desa Campurejo, Kecamatan Sambit untuk memastikan api tidak kembali meluas ke area lainnya. Api berhasil dipadamkan pada pukul 17.00 WIB. Petugas tetap melakukan pemantauan di lokasi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi munculnya kembali titik api.

3. Kebakaran Lahan Seluas 1,5 Hektare di Kabupaten Trenggalek
Di wilayah lainnya, karhutla terjadi di kawasan hutan milik Perum Perhutani, petak 114 A, Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 8 Agustus 2026 sekitar pukul 12.30 WIB. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui. Berdasarkan laporan BNPB, kebakaran berdampak pada lahan seluas sekitar 1,5 hektare. Tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.
BPBD Kabupaten Trenggalek bersama tim gabungan segera melakukan penanganan di lokasi. Upaya pemadaman dilakukan secara manual dengan metode gepyok, sekaligus membuat sekat bakar atau ilaran untuk menghambat pergerakan api dan mencegah kebakaran meluas ke area lainnya. Api berhasil dipadamkan pada pukul 16.30 WIB pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Petugas melakukan penanganan di lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman dan mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api.

4. Resor Sembalun Gunung Rinjani Seluas 30 Hektare Dilalap Api
Selanjutnya, karhutla terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jumat, 7 Agustus 2026, sekitar pukul 20.00 WITA. Penyebab kebakaran hingga saat ini belum diketahui dan masih dalam proses penelusuran pihak terkait. Berdasarkan laporan BNPB, kebakaran terjadi di kawasan Resor Sembalun, SPTN Wilayah II Balai Taman Nasional Gunung Rinjani. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare, namun angka tersebut masih dalam proses pendataan. Tidak terdapat laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Muhari menyebut sebanyak 22 personel dikerahkan untuk melakukan penanganan dan pemadaman pada Jumat malam, 7 Agustus 2026. Tim gabungan yang terdiri atas unsur TN Gunung Rinjani, Masyarakat Mitra Polhut (MMP), masyarakat, siswa PKL SKMA, Polsek Sembalun, Koramil Sembalun, serta Pemadam Kebakaran Kabupaten Lombok Timur bersama-sama melakukan pemantauan, penanganan titik api, serta koordinasi perkembangan penanganan karhutla.

5. Karhutla Hanguskan 176 Hektare Kawasan Gunung Bromo Selama Sepekan
Muhari mengatakan tim gabungan masih melakukan penanganan karhutla di kawasan Gunung Bromo, Provinsi Jawa Timur, hingga Sabtu, 8 Agustus 2026 malam. Kebakaran yang terjadi sejak Senin, 3 Agustus 2026 tersebut meliputi kawasan Gunung Bromo Watu Gede di Kabupaten Probolinggo dan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Jantur di Kabupaten Malang. Berdasarkan pemutakhiran penanganan hingga pukul 21.30 WIB, Tim Gabungan masih berada di area JLKT, untuk menangani api yang mendekati ruas jalan tersebut. Sementara, sempat muncul titik api di jalur Jemplang menuju Watu Gede yang berada di wilayah administrasi Kabupaten Malang.

0 Komentar