
KPK Gelar Kampanye Antikorupsi di Sumba Timur
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar serangkaian kegiatan antikorupsi di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan bertajuk Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) dilaksanakan selama dua hari. Program ini menjangkau beragam elemen masyarakat, mulai dari pejabat publik, aparatur sipil negara (ASN), tenaga kesehatan, pelaku UMKM, hingga anak usia dini sebagai bagian dari upaya membangun budaya integritas secara berkelanjutan.
Sekretaris Jenderal KPK, Cahya H. Harefa menjelaskan bahwa kegiatan JNBA bertujuan untuk menggelorakan semangat antikorupsi di Sumba Timur. Di Provinsi NTT, KPK melaksanakan JNBA di empat kabupaten, yakni Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Sumba Barat Daya, dan Sumba Timur.
“Tujuan KPK ke sini khususnya dari tim JNBA adalah memastikan secara langsung bertemu dengan masyarakat untuk bersama-sama kita gelorakan semangat antikorupsi,” katanya saat ditanya oleh media.
Ia menekankan bahwa sesuai Undang-Undang, KPK tidak bisa bergerak sendiri dalam melaksanakan tugasnya. Karena itu, dibutuhkan partisipasi masyarakat. “Kami berterima kasih atas sambutan masyarakat Sumba Timur kepada KPK,” ujarnya.
Di Sumba Timur, KPK menyebut upaya pemberantasan korupsi telah mengalami peningkatan, khususnya dalam penerapan tata kelola pemerintahan yang baik. Saat ini, Sumba Timur mencatat skor Survei Penilaian Integritas (SPI) sebesar 73. Cahya menyebut capaian tersebut lebih baik dibandingkan dengan sejumlah kabupaten lainnya.
Cahya pun berpesan kepada seluruh masyarakat Sumba Timur untuk terus meningkatkan integritasnya, terutama dalam hal tata kelola pemerintahan. “Dari KPK berpesan kepada seluruh masyarakat Sumba Timur agar terus meningkatkan integritas, saling menjaga dan menggelorakan semangat antikorupsi mulai sejak dini untuk menghindari perilaku koruptif,” katanya.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali mengatakan bahwa pemerintahannya berkomitmen menolak perilaku koruptif. Umbu Lili menyampaikan, ia telah mendorong para pejabat pemerintahan untuk menjalankan pelayanan publik dengan optimal, terbuka, dapat diaudit, dan bertanggung jawab.
“Ini bagian dari komitmen pemerintah yang juga ada dalam visi misi kami, agar layanan publik bisa lebih baik, bisa mencapai tujuan, tentu harus dalam semangat pelayanan yang total, yang terbuka, yang dapat diaudit dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat terkait dengan program yang dilakukan,” kata Bupati.
Untuk diketahui, pelaksanaan JNBA di Sumba Timur menjadi langkah KPK memperluas akses pendidikan antikorupsi hingga ke daerah dengan tantangan geografis. Melalui pendekatan yang dekat dengan karakter dan kebutuhan masyarakat setempat, KPK mendorong nilai-nilai integritas tumbuh sebagai fondasi tata kelola pemerintahan yang bersih sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Cahya H. Harefa juga menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak dapat hanya mengandalkan upaya penindakan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, penguatan pendidikan dan budaya integritas sejak dini hingga lingkungan pemerintahan dan dunia usaha menjadi investasi penting untuk membangun kesadaran antikorupsi sekaligus mempersempit ruang terjadinya korupsi di daerah.
Di Sumba Timur, KPK memberikan edukasi antikorupsi kepada pejabat publik, ASN, dan tenaga kesehatan di Aula Patola Ratu. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman mengenai integritas dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Juga mendorong setiap aparatur mengambil peran dalam mencegah praktik korupsi yang berpotensi menghambat kualitas pelayanan dan pembangunan daerah.
KPK menyelenggarakan pendidikan antikorupsi bagi anak-anak TK dan PAUD yang digelar di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi dan sosialisasi kepada masyarakat umum di area Taman Wisata Swembak Matawai. Melalui metode belajar yang interaktif dan menyenangkan, peserta diperkenalkan pada nilai-nilai dasar seperti kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, serta keberanian menyatakan benar sebagai bekal pembentukan karakter sejak usia dini.
0 Komentar