SITUBONDO — Krisis air bersih mulai dirasakan warga Dusun Krajan, Desa Kembangsari, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo. Kondisi tersebut terjadi setelah sumber mata air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat mengalami penyusutan.
Di tengah kondisi tersebut, personel Koramil 0823-14/Jatibanteng turun langsung membantu memenuhi kebutuhan dasar warga. Babinsa Desa Kembangsari, Serka Karel Loppo, turut dalam pendistribusian bantuan air bersih kepada masyarakat pada Jumat (4/9/2026).
Sebanyak satu armada truk tangki dengan kapasitas 4.000 liter air bersih disalurkan kepada warga terdampak. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu sekitar 100 warga yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Distribusi air bersih dilakukan di Dusun Krajan dengan melibatkan sejumlah unsur terkait. Kehadiran bantuan tersebut menjadi angin segar bagi warga yang harus menghadapi berkurangnya ketersediaan air akibat kondisi sumber mata air yang semakin mengecil.
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan sumber air terbatas, menyusutnya mata air bukan sekadar persoalan lingkungan. Kondisi tersebut dapat langsung berdampak terhadap aktivitas sehari-hari, mulai dari kebutuhan minum, memasak, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
Karena itu, distribusi air bersih menjadi langkah penting untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama pasokan dari sumber mata air belum kembali normal.
Kegiatan penyaluran bantuan air bersih tersebut turut dihadiri Sekretaris Kecamatan Jatibanteng, Ganda Eka Prasetya, S.E., driver pendistribusian air bersih Fiki Abi Prananta, perangkat Desa Kembangsari, serta masyarakat penerima bantuan.
Proses pendistribusian berlangsung secara tertib. Warga penerima bantuan juga menyambut positif bantuan yang diberikan karena pasokan air bersih menjadi kebutuhan yang cukup mendesak di tengah menyusutnya sumber mata air di wilayah tersebut.
Keterlibatan Babinsa dalam penyaluran bantuan air bersih sekaligus memperlihatkan peran aparat kewilayahan dalam merespons persoalan yang dihadapi masyarakat. Babinsa tidak hanya menjalankan tugas pembinaan wilayah, tetapi juga hadir ketika warga membutuhkan dukungan dalam menghadapi persoalan sosial dan kebutuhan dasar.
Melalui Koramil 0823-14/Jatibanteng, TNI menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi masyarakat di wilayah binaan. Bantuan air bersih menjadi salah satu bentuk respons terhadap persoalan yang secara langsung memengaruhi kehidupan warga.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menangani persoalan air bersih. Penanganan kebutuhan dasar seperti air tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, terutama ketika kondisi sumber air mengalami penurunan.
Kolaborasi lintas unsur menjadi penting agar bantuan dapat disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dalam kegiatan di Desa Kembangsari tersebut, perangkat desa turut terlibat bersama unsur kecamatan dan Koramil dalam memastikan proses distribusi berjalan dengan baik.
Bantuan sebanyak 4.000 liter air bersih diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga untuk sementara waktu sekaligus mengurangi beban masyarakat yang terdampak berkurangnya sumber mata air.
Krisis air bersih sendiri menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian, terutama ketika ketersediaan sumber air mengalami penurunan. Masyarakat di wilayah terdampak membutuhkan dukungan dan langkah penanganan agar kebutuhan air tetap dapat terpenuhi.
Di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga sumber-sumber air dan lingkungan di sekitar kawasan permukiman. Ketersediaan air bersih sangat bergantung pada kondisi lingkungan serta keberlanjutan sumber mata air yang menjadi tumpuan masyarakat.
Koramil 0823-14/Jatibanteng melalui kegiatan tersebut menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Bantuan air bersih diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan warga dalam kondisi darurat, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi persoalan bersama.
Bagi warga Dusun Krajan, Desa Kembangsari, pasokan 4.000 liter air tersebut setidaknya memberikan sedikit ruang bernapas di tengah menyusutnya sumber mata air. Sinergi antara TNI, pemerintah wilayah, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan terus berjalan agar persoalan kebutuhan air bersih dapat ditangani secara berkelanjutan.(*)
0 Komentar