Mahasiswa Profesi Ners Kelompok 2C Universitas Muhammadiyah Jember Gelar MMD I di Desa Pecoro, Bahas Permasalahan Kesehatan dan Lingkungan


JEMBER, GUBUKINSPIRASI.id
- Mahasiswa Profesi Ners Kelompok 2C Desa Pecoro Universitas Muhammadiyah Jember A17 melaksanakan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) I di Kantor Desa Pecoro. Kegiatan ini menjadi bagian dari praktik keperawatan komunitas sekaligus wadah kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa dalam mengidentifikasi permasalahan kesehatan masyarakat. Kegiatan diawali dengan sambutan dosen pembimbing, Ns. Sri Wahyuni Adriani, M.Kep., Sp.Kep.Kom. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar mahasiswa mampu berperan aktif dalam mengatasi berbagai permasalahan kesehatan di Desa Pecoro. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Desa Pecoro yang menyambut baik pelaksanaan kegiatan MMD. Pemerintah desa juga menyampaikan dukungan terhadap keterlibatan mahasiswa dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat.

Memasuki sesi inti, Moh. Alfan Nasrullah, S.Kep. menyampaikan hasil pengkajian kesehatan masyarakat Desa Pecoro secara sistematis dan terstruktur. Pemaparan diawali dengan penyampaian data hasil pengkajian yang telah dilakukan oleh mahasiswa. Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan rumusan diagnosis keperawatan komunitas berdasarkan permasalahan yang ditemukan di lapangan. Penyampaian dilanjutkan dengan pemaparan rencana tindak lanjut melalui Plan of Action (POA). POA tersebut menjadi dasar dalam merumuskan berbagai program kerja sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan masyarakat. Melalui pemaparan tersebut, pemerintah desa memperoleh gambaran mengenai kondisi kesehatan masyarakat berdasarkan hasil pengkajian mahasiswa. Diskusi kemudian menjadi bagian penting untuk memperdalam permasalahan sekaligus menyusun langkah tindak lanjut yang relevan.

Dalam sesi diskusi, pemerintah Desa Pecoro menyampaikan sejumlah permasalahan lingkungan yang masih dihadapi masyarakat. Salah satunya adalah ditemukannya limbah pabrik tahu yang dibuang ke sungai serta banyaknya sampah yang menumpuk di aliran sungai. Selain itu, masih ditemukan kebiasaan masyarakat membakar sampah di depan rumah yang perlu mendapatkan perhatian melalui edukasi pengelolaan sampah yang tepat. Pemerintah desa dan mahasiswa juga menyoroti pentingnya edukasi mengenai pelestarian sungai, termasuk mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah dan tidak melakukan BAB di sungai. 

Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Tidak hanya permasalahan lingkungan, berbagai permasalahan kesehatan yang berkaitan dengan kondisi masyarakat pada setiap tahapan siklus kehidupan juga menjadi perhatian dalam diskusi, mulai dari kelompok usia anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia. 

Untuk saat ini masalah kesehatan yang dikeluhkan bagi anak dan remaja ialah batuk pilek disertai demam dikarenakan kondisi cuaca yang sangat tidak kondusif. Begitupun juga dengan ibu hamil, sebanyak 29 ibu hamil menderita hipertensi dan 18 diantaranya mengalami KEK. Tentu hal tersebut juga menjadi titik perhatian oleh bidan wilayah desa pecoro.


Tidak hanya itu, angka stunting di desa pecoro pun juga masih dapat dikatakan tinggi, dimana porsi angka stunting di dominasi oleh jenis kelamin perempuan sebanyak 71. Angka hipertensi pada lansia juga dapat dikatakan masih tinggi. Hal itu ditunjukkan dengan sebanyak 112 lansia mengalami hipertensi, lalu disusul dengan reumatik, asma, asam urat dan penyakit kulit. Permasalahan tersebut mencakup kebutuhan promotif dan preventif, pemantauan kondisi kesehatan, serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan pada setiap tahap kehidupan.

Dengan demikian, pembahasan MMD tidak hanya berfokus pada satu kelompok usia atau satu jenis masalah kesehatan, tetapi diarahkan pada pendekatan yang lebih menyeluruh sesuai dengan kebutuhan kesehatan masyarakat di setiap siklus kehidupan. Berbagai permasalahan tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas program kesehatan yang akan dilaksanakan.

Seluruh hasil diskusi selanjutnya menjadi masukan penting bagi mahasiswa dalam menyempurnakan rencana tindak lanjut melalui POA. Setiap permasalahan yang ditemukan akan diupayakan untuk dicarikan solusi terbaik sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Desa Pecoro. Upaya penyelesaian tersebut diharapkan dilakukan melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. 

Hasil MMD I diharapkan tidak berhenti pada tahap identifikasi masalah, tetapi dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan problem solving yang nyata. Program yang dirumuskan diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai permasalahan kesehatan, lingkungan, maupun persoalan lainnya di Desa Pecoro. Melalui sinergi dan komitmen bersama, pelaksanaan program diharapkan dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat. MMD I pun menjadi pijakan awal bagi mahasiswa Profesi Ners Kelompok 2C untuk bersama-sama membangun Desa Pecoro yang lebih sehat, bersih, dan peduli terhadap lingkungan.

0 Komentar