Pemko Siantar Evaluasi Pengelolaan Taman Hewan, Jajaki Perpanjangan Kontrak dengan PT Unitwin

Pemko Siantar Evaluasi Pengelolaan Taman Hewan, Jajaki Perpanjangan Kontrak dengan PT Unitwin

Pengelolaan Taman Hewan Pematang Siantar Akan Berakhir pada 1 September 2026

Pada tanggal 1 September 2026 mendatang, hubungan kerjasama antara Dr H Rahmat Shah dengan Pemerintah Kota Pematangsiantar dalam pengelolaan Taman Hewan Pematang Siantar (THPS) akan berakhir. Sejak tahun 1996, PT Unitwin Indonesia yang dimiliki oleh Rahmat Shah telah mengelola taman hewan ini selama kurang lebih tiga dekade.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pematangsiantar, M Hamam Sholeh AP menjelaskan bahwa saat ini pihak Pemko dan THPS sedang melakukan penjajakan terkait potensi keberlanjutan kerja sama setelah masa kontrak berakhir. Ia menyebut bahwa Sekda dan timnya telah beberapa kali melakukan pertemuan untuk membahas kelanjutan kerja sama tersebut.

“Pemerintah akan melihat potensi keberlanjutan Taman Hewan serta nilai ekonomi yang tumbuh,” kata Sholeh. Ia menambahkan bahwa pihak pemerintah juga akan melakukan review terhadap pengelolaan THPS dari segi kesejahteraan hewan, nilai usaha, hingga nilai atas hewan yang sudah mati dan diawetkan. Semua aspek ini harus terkalkulasi oleh pemerintah daerah.

“Semuanya dihitung itu. Apalagi dari sisi perizinan dan penanaman modal kan kita harus hitung semuanya,” ujar Sholeh.

Proses Penjajakan Masih Berlangsung

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kota Pematangsiantar, Alwi Andrian Lumbangaol SSTP, menyampaikan bahwa proses penjajakan masih berlangsung dengan opsi perpanjangan kontrak selama 30 tahun ke depan. Namun, Alwi belum menyebutkan nilai penjajakan yang terjadi antara kedua belah pihak.

“Untuk nilai belum ya. Masih penjajakan dan teknis ada di Kabid. Opsi kontraknya 30 tahun lagi,” kata Alwi.

THPS atau Siantar Zoo merupakan salah satu taman hewan terbaik di Indonesia khususnya Sumatera Utara. Berdiri seluas 4,5 hektare di pusat kota, THPS menawarkan koleksi hewan endemik yang sangat beragam mulai dari benua Afrika, Amerika, Asia hingga Australia. Berdiri sejak 1936, THPS mengoleksi lebih dari 800 satwa dan menjadi destinasi rekreasi edukasi favorit keluarga. Tiket masuk pada hari Senin hingga Kamis sebesar Rp 35.000 per orang, sedangkan pada akhir pekan dan libur nasional sebesar Rp 45.000 per orang.

Lebih Baik di Tangan Pihak Ketiga

Anggota Komisi II DPRD Pematangsiantar, Metro Bodyart Hutagaol, menyatakan bahwa ia masih sangat setuju apabila H Rahmat Shah melanjutkan pengelolaan THPS. Menurutnya, banyak hal yang membuat objek wisata kebanggaan Siantar tetap berada di pihak ketiga.

Metro menyampaikan bahwa berdasarkan pengalaman, Pemko Siantar tidak memiliki kemampuan untuk kembali mengelola taman hewan secara prima, baik dari sisi SDM maupun keuangan daerah. Ia menyebut contoh dari Medan, di mana pengelolaan taman hewan masih kurang optimal.

“Kita melihat ke Medan, bagaimana pengelolaan taman hewan itu masih kurang. Itu bisa kita jadikan pengalaman untuk kita. Kemudian dari sisi keuangan kita juga nggak yakin Pemko Siantar mengelola Taman hewan. Saya lebih setuju dilanjutkan kerja sama,” ujar Metro.

Ia juga menyampaikan bahwa perundingan dengan pihak ketiga sering dilakukan oleh Pemko Pematangsiantar. “Kita mendapat informasi kemarin, (Pemko Siantar) sedang intens dengan pengelola taman hewan sekarang. Pada prinsipnya, pendapat kita sangat mendukung sepanjang memang poin kesepakatan dalam perjanjian ke depan memenuhi kajian dan penilaian yang terstruktur,” tambah Metro.

Metro menyampaikan bahwa pernah terjadi kasus di kabupaten lain di Medan, di mana ketika diserahkan ke pemerintah daerah justru tidak berjalan dengan baik. “Kita belajar dari kabupaten lain di Medan, ketika diserahkan ke pemerintah daerah justru tidak berjalan dengan baik,” sambung Metro.

Apresiasi terhadap Perkembangan THPS

Secara historis, Metro sangat mengapresiasi perkembangan yang ada di Taman Hewan yang menjadi objek wisata edukasi unggulan bahkan untuk masyarakat sekitar Siantar. “Kita lihat selama ini berjalan baik dan menjadi destinasi untuk daerah lain datang ke Siantar,” pungkas Metro.

0 Komentar