Festival Yacht Nasional di Bali Tampilkan Berbagai Aktivitas Wisata Bahari
Bali kembali menjadi pusat perhatian dalam industri wisata bahari nasional melalui penyelenggaraan INSA Yacht Festival (IYF) 2026. Acara ini berlangsung dari tanggal 7 hingga 9 Agustus 2026 di Benoa Marina, Bali. Dengan mengangkat tiga tema utama yaitu Wellness Tourism, Marine Tourism, dan Gastronomy, IYF 2026 menjadi ruang pertemuan antara industri maritim, pariwisata, gaya hidup, serta masyarakat dalam membangun ekosistem wisata bahari yang lebih baik.
Selama tiga hari penyelenggaraan, festival ini menampilkan berbagai kegiatan yang mencakup aspek bisnis, edukasi, hiburan, dan lifestyle. Beberapa aktivitas yang ditawarkan antara lain pameran yacht, talk show yacht, education tour, yacht viewing, yacht joy ride, boat launching, Pilates on Yacht, fashion show, hingga sunset dinner cruise.

Pada hari pertama penyelenggaraan (7/8), IYF 2026 mencatat sekitar 1.000 pengunjung. Antusiasme ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata bahari dan potensi pengembangan marine lifestyle di Indonesia.
Tidak hanya menyajikan pameran dan aktivitas wisata bahari, IYF 2026 juga memberikan perhatian terhadap aspek edukasi melalui program education tour. Program ini bertujuan untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan industri secara langsung.
Pada hari pertama, program education tour melibatkan pelajar dari jenjang TK hingga SMK dengan total peserta sebanyak 384 siswa. Kegiatan kunjungan edukatif ini dilaksanakan secara berkelompok dalam beberapa sesi agar para pelajar dapat mengikuti rangkaian kegiatan secara optimal. Khusus bagi siswa SMK Pariwisata, peserta berasal dari bidang keahlian perhotelan, kuliner, dan digital marketing.
Kegiatan ini dirancang untuk membuka wawasan para pelajar tentang perkembangan industri kapal wisata dan marine tourism yang memiliki keterkaitan erat dengan kompetensi yang mereka pelajari di sekolah. Wakil Ketua Umum DPP INSA, sekaligus Ketua Penyelenggara IYF 2026 Nova Y. Mugijanto menjelaskan bahwa melalui education tour, para pelajar mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung kapal-kapal wisata yang dipamerkan dalam IYF 2026 serta berinteraksi dengan para exhibitor dan pelaku industri yang terlibat dalam penyelenggaraan festival.
Menurut Nova, education tour merupakan bagian penting dari penyelenggaraan IYF karena mempertemukan dunia pendidikan dengan industri secara langsung. “Melalui education tour, kami ingin memberikan pengalaman langsung kepada para siswa mengenai bagaimana industri kapal wisata dan marine tourism berkembang. Kami berharap kegiatan ini dapat membuka wawasan mereka, mengenai berbagai profesi dan peluang karier yang tersedia di industri pariwisata bahari,” ujar Nova (8/8).
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada kunjungan edukatif, tetapi dapat menjadi jembatan antara sekolah dan dunia industri melalui peluang magang, pelatihan, serta pengembangan kompetensi siswa. Kehadiran sekitar 1.000 pengunjung menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pengembangan marine lifestyle dan wisata bahari di Indonesia.
Kegiatan Talk Show dan Penandatanganan MoU
Memasuki hari kedua, 8 Agustus 2026, rangkaian IYF 2026 diselenggarakan kegiatan talk show on yacht bertemakan From Trade Wars to Tourism: Geopolitics and the Evolution of Yacht Destinations, dan Yacht Import & Flag Conversion: Legal Pathways for Owners & Investors. Selain itu, ada juga fashion show dan networking dinner.
Dalam kesempatan tersebut turut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara INSA, PT Badan Klasifikasi Indonesia (Persero), PT Jasa Raharja Putera, dan PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero). Nova menjelaskan bahwa pelaksanaan penandatangan nota kesepahaman merupakan bentuk sinergi dalam mendorong pengembangan standar keselamatan dan pengelolaan risiko yang lebih baik bagi kapal wisata di Indonesia, termasuk melalui penerapan notasi khusus kapal wisata oleh BKI.
“Dengan adanya standar keselamatan dan klasifikasi yang lebih baik, tingkat risiko operasional kapal wisata diharapkan dapat menurun sehingga perlindungan asuransi menjadi lebih optimal dan premi dapat lebih kompetitif,” ungkap Nova.
Selain aspek keselamatan, sambung Nova, kapal wisata yang memenuhi standar klasifikasi dan memiliki perlindungan asuransi diharapkan memiliki akses pembiayaan yang lebih baik dari lembaga keuangan. Hal ini pada akhirnya dapat mendukung percepatan pengembangan industri wisata bahari nasional.
Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan kontrak pilot project antara BKI dan sejumlah perusahaan anggota INSA untuk proses klasifikasi tiga hingga lima kapal wisata sebagai tahap awal penerapan notasi khusus kapal wisata di Indonesia. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya INSA membangun industri wisata bahari yang lebih aman, berkualitas, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi sektor maritim terhadap perekonomian nasional.
Penutup dengan Berbagai Aktivitas Menarik
Di hari ketiga (09/09/2026), IYF 2026 ditutup dengan kegiatan education tour, talk show on yacht bertema Clean Harbors, Clear Standards: Waste Management in Modern Marina, dan Selling the Lifestyle: Marketing Luxury Yachting Experiences. Selain itu, ada juga Pilates On Phinisi, dan Sunset Dinner Cruise.
0 Komentar