Pesan Pengasuh Ponpes Nurul Huda untuk Wisudawan STAICI: Jagalah Akhlak dan Jangan Lupakan Jasa Guru
SITUBONDO, GUBUKINSPIRASI.id – Prosesi wisuda bukan sekadar menjadi penanda berakhirnya perjalanan akademik di bangku perguruan tinggi. Bagi para lulusan, momen tersebut juga menjadi awal untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh di tengah masyarakat.
Pesan itu disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda, Paowan, Situbondo, saat menghadiri Wisuda VI Sarjana (S1) Sekolah Tinggi Agama Islam Cendekia Insani (STAICI) Situbondo, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan wisuda tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Rengganis, Pasir Putih, Situbondo. Dalam kesempatan itu, pengasuh Ponpes Nurul Huda menyampaikan taujihad sekaligus sejumlah pesan kepada para wisudawan dan wisudawati yang baru menyelesaikan pendidikan sarjana.
Ia mengingatkan para lulusan agar tidak memandang wisuda sebagai garis akhir dari perjalanan pendidikan. Sebaliknya, kelulusan tersebut harus menjadi langkah awal untuk menghadapi berbagai tantangan sekaligus meraih kesuksesan di masa mendatang.
“Wisuda ini bukan akhir, tapi awal dari bermacam-macam kesuksesan yang akan datang nantinya. Tetapi, ada beberapa pesan yang ingin saya titipkan untuk semua wisudawan/i yang hadir hari ini,” ujarnya.
Menurutnya, gelar akademik yang diperoleh para wisudawan akan memiliki makna lebih besar apabila ilmu yang didapat selama menempuh pendidikan tidak berhenti pada pengetahuan pribadi. Ilmu tersebut perlu diwujudkan dalam tindakan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Karena itu, ia berpesan agar para lulusan tidak hanya menyampaikan atau mengingat apa yang telah dipelajari selama berada di bangku kuliah. Lebih dari itu, ilmu yang dimiliki harus dipraktikkan dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Apa yang telah kalian raih hari ini, jangan hanya diucapkan tapi juga dipraktekkan dan diamalkan di tengah masyarakat,” katanya.
Pesan tersebut juga berkaitan dengan identitas para lulusan sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral. Menurutnya, setelah menyandang gelar sarjana, para lulusan tetap perlu menjaga nilai-nilai kesantrian dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan bahwa menjadi santri bukan sekadar identitas yang melekat selama berada di lingkungan pesantren. Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus tetap dibawa ketika para lulusan kembali ke tengah masyarakat dan menjalani kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
“Di masyarakat, tetaplah menjadi santri. Santri yang menjalankan fardu ‘ain, santri yang bermawas diri dari dosa, dan santri yang baik akhlaknya pada pencipta dan pada sesama makhluk,” pesannya.
Bagi para wisudawan STAICI, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari gelar akademik yang berhasil diraih. Sikap, perilaku, dan kontribusi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dari perjalanan setelah wisuda.
Apalagi, para lulusan akan menghadapi lingkungan yang lebih luas dengan berbagai tantangan. Bekal pendidikan yang diperoleh di perguruan tinggi diharapkan dapat berjalan beriringan dengan nilai agama dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Selain mengingatkan pentingnya mengamalkan ilmu dan mempertahankan nilai kesantrian, pengasuh Ponpes Nurul Huda juga berpesan agar para wisudawan menjaga nama baik keluarga.
Ia meminta para lulusan untuk tidak melupakan orang tua yang telah memberikan dukungan selama perjalanan pendidikan. Menurutnya, keberhasilan yang dirasakan pada momentum wisuda tidak terlepas dari perjuangan keluarga maupun para guru yang telah memberikan ilmu dan membimbing mereka.
“Pesan saya, jagalah nama baik diri sendiri, jagalah juga nama baik kedua orang tua, dan jangan pernah melupakan jasa dan perjuangan guru-guru kalian semua,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam momentum Wisuda VI S1 STAICI Situbondo. Setelah melewati proses pendidikan dan meraih gelar sarjana, para lulusan kini dihadapkan pada fase baru untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan bekal ilmu, nilai keagamaan, dan akhlak, para wisudawan diharapkan tidak hanya mampu mengejar kesuksesan pribadi, tetapi juga tetap membawa nilai-nilai kebaikan yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan. (*)
0 Komentar