Wisata NTT: Jelajah Pulau Sabu dan Keindahan Pulau Sejuta Lontar

Wisata NTT: Jelajah Pulau Sabu dan Keindahan Pulau Sejuta Lontar

Pulau Sabu, Destinasi Wisata yang Menawarkan Keindahan Alam dan Budaya

Pulau Sabu, juga dikenal sebagai Pulau Sawu, terletak di tengah Samudra Hindia. Meskipun berada di lokasi yang terpencil, pulau ini menawarkan banyak tempat indah yang patut dikunjungi. Berlibur ke sana rasanya tidak cukup hanya selama dua atau tiga hari saja.

Berikut adalah lima alasan mengapa kamu harus berlibur ke Pulau Sabu di Nusa Tenggara Timur:

  • Ada bukit pelangi di Kelabba Maja
    Di obyek wisata Kelabba Maja, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, terdapat bukit yang memiliki warna seperti pelangi, yaitu putih, cokelat, biru, dan merah. Keindahannya tidak kalah dari Grand Canyon di AS karena Kelabba Maja juga terdiri dari hamparan lembah dan beberapa tebing dengan bentuk unik. Selain itu, ada juga batu keseimbangan yang berdiri kokoh di ujung tebing batu yang meruncing. Batu ini dipercaya masyarakat setempat sebagai lokasi bersemayamnya para dewa.

  • Punya upacara adat yang unik
    Kabupaten Sabu Raijua memiliki beberapa upacara adat yang diselenggarakan di seluruh kecamatan, termasuk di Pulau Sabu. Salah satunya adalah Upacara Hole atau Upacara Pengucapan Syukur. Upacara ini dilakukan beberapa hari setelah bulan purnama sesuai kalender adat masyarakat setempat. Wisatawan bisa menyaksikan sebuah perahu kecil dilepas ke tengah laut. Perahu tersebut memiliki persembahan dari semua desa. Usai meluncurkan perahu, upacara dilanjutkan dengan ritual sabung ayam dan tarian kuda (pehere jara).

  • Bisa bermain di pantai pasir putih
    Panorama pasir putih dan hamparan laut dengan gradasi warna biru yang menarik bisa wisatawan lihat di Pantai Napae, Kecamatan Sabu Barat. Pasir putih yang halus bisa dimanfaatkan untuk membangun istana pasir. Usai menyalurkan kreativitas, kamu bisa beristirahat di beberapa gazebo yang telah disediakan. Wisatawan juga bisa berenang di tepi pantai. Tenang saja, aktivitas ini cukup aman dilakukan lantaran ombak di Pantai Napae cukup tenang.

  • Merasakan kehidupan masyarakat lokal di desa adat
    NTT memiliki sejumlah desa adat, salah satunya adalah Desa Adat Namata di Raeloro, Kecamatan Sabu Barat. Selama berada di sana, wisatawan wajib memakai pakaian adat. Kampung adat itu memiliki tumpukan batu megalitikum yang tersusun rapih sebagai tempat untuk melakukan ritual adat dan memuja para leluhur. Para pengunjung bisa berbincang dengan beberapa pemangku adat seputar budaya setempat dan aturan yang ada di sana, serta mengikuti kegiatan sehari-hari masyarakat.

  • Punya kain tenun khas Pulau Sabu
    Saat berlibur ke salah satu destinasi wisata di Indonesia, rasanya kurang komplet jika tidak membeli oleh-oleh. Di Pulau Sabu, pengunjung bisa mendapat kain tenun. Kain tenun khas Pulau Sabu diproses dengan teknik menenun yang diajarkan secara turun temurun. Motif kainnya dapat dilihat dari bentuk geometris, serta hiasan flora dan fauna.

Selama berkunjung ke Pulau Sabu, pastikan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius.

0 Komentar