
Ringkasan Berita:
- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku merilis Jumlah pesawat yang datang maupun berangkat bertambah dibanding bulan sebelumnya.
- Namun, kenaikan frekuensi penerbangan itu belum sepenuhnya berbanding lurus dengan jumlah penumpang.
- Kepala BPS Maluku, Maritje Pattiwaellapia, mengungkapkan dalam peluncuran berita resmi statistik periode September 2026, menunjukkan, sebanyak 774 pesawat berangkat dari 13 bandara di Maluku selama Juli 2026.
Laporan Wartawan gubukinspirasi.id, Maula M Pelu
AMBON, gubukinspirasi.idAktivitas penerbangan di Maluku menunjukkan peningkatan sepanjang Juli 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku merilis Jumlah pesawat yang datang maupun berangkat bertambah dibanding bulan sebelumnya.
Namun, kenaikan frekuensi penerbangan itu belum sepenuhnya berbanding lurus dengan jumlah penumpang.
Kepala BPS Maluku, Maritje Pattiwaellapia, mengungkapkan dalam peluncuran berita resmi statistik periode September 2026, menunjukkan, sebanyak 774 pesawat berangkat dari 13 bandara di Maluku selama Juli 2026.
Angka tersebut naik 10,10 persen dibanding Juni 2026 yang tercatat sebanyak 703 pesawat.
Kenaikan terjadi baik di Bandara Pattimura maupun bandara lainnya di Maluku.
Dari Bandara Pattimura, tercatat 436 pesawat berangkat pada Juli 2026 atau meningkat 5,06 persen dibanding bulan sebelumnya.
Sementara dari bandara lainnya tercatat 338 pesawat berangkat, melonjak 17,36 persen dibanding Juni 2026.
Jika dibandingkan dengan Juli 2025, jumlah pesawat berangkat juga masih tumbuh 1,31 persen, dari 764 unit menjadi 774 unit.
Tren serupa terjadi pada jumlah pesawat yang datang.
Sepanjang Juli 2026, sebanyak 782 pesawat tiba di 13 Bandara di Maluku, meningkat 11,08 persen dibanding Juni yang tercatat 704 unit.
Di Bandara Pattimura, jumlah pesawat datang mencapai 440 unit, naik 5,77 persen dari 416 unit pada Juni.
Sedangkan bandara lainnya mencatat 342 pesawat datang, atau meningkat 18,75 persen dibanding bulan sebelumnya.
Dibanding Juli 2025, jumlah pesawat datang juga naik 2,89 persen dari 760 unit menjadi 782 unit.
Pesawat Bertambah, Tetapi Penumpang Tidak Ikut Terbang Tinggi
Jumlah penumpang yang berangkat dari Maluku pada Juli 2026 tercatat 34.464 orang.
Angka itu memang naik 1,72 persen dibanding Juni 2026 yang mencapai 33.881 orang.
Akan tetapi, jika dibandingkan Juli tahun lalu, jumlah penumpang justru anjlok 14,19 persen.
Pada Juli 2025, jumlah penumpang yang berangkat dari Maluku masih mencapai 40.161 orang.
Penurunan paling terlihat di Bandara Pattimura.
Pada Juli 2026, jumlah penumpang yang berangkat melalui Bandara Pattimura tercatat 26.261 orang, turun 3,35 persen dibanding Juni yang mencapai 27.172 orang.
Sebaliknya, bandara-bandara lainnya di Maluku mengalami peningkatan.
Jumlah penumpang berangkat dari bandara lainnya mencapai 8.203 orang atau naik 22,27 persen dibanding Juni.
Untuk penumpang yang datang, terdapat 44.742 orang selama Juli 2026.
Jumlah tersebut meningkat 11,41 persen dibanding Juni yang tercatat 40.159 orang.
Namun lagi-lagi, angka tahunan menunjukkan tekanan.
Dibanding Juli 2025, jumlah penumpang yang datang ke Maluku turun 2,84 persen dari 46.048 orang menjadi 44.742 orang.
Sementara itu, aktivitas angkutan barang melalui udara juga memperlihatkan pergerakan yang berbeda.
Barang dan bagasi yang dibongkar pada Juli 2026 mencapai 895,89 Ton, hanya naik tipis 0,22 persen dibanding Juni yang sebesar 893,92 ton.
Jika dibandingkan Juli 2025, justru terjadi penurunan cukup dalam, yakni 17,41 persen.
Saat itu jumlah barang dan bagasi yang dibongkar mencapai 1.084,77 ton.
Sebaliknya, barang dan bagasi yang dimuat mengalami pertumbuhan.
Pada Juli 2026, volumenya mencapai 583,10 ton, naik 5,16 persen dibanding Juni yang tercatat 554,48 ton.
Dibanding Juli 2025, barang dan bagasi yang dimuat juga tumbuh 4,09 persen, dari 560,22 ton menjadi 583,10 ton.
Data tersebut memperlihatkan wajah angkutan udara Maluku yang cukup kontras pada Juli 2026.
Frekuensi pesawat meningkat, terutama di luar Bandara Pattimura.
Namun, pertumbuhan tersebut belum mampu mengangkat jumlah penumpang ke level tahun sebelumnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas transportasi udara di langit Maluku memang sibuk, tetapi kursi-kursi pesawat belum sepenuhnya terisi seperti tahun lalu. (*)
0 Komentar