
gubukinspirasi.id, TANAH ABANG - Kecintaan terhadap Persija Jakarta tak mengenal usia, hal itu dirasakan Santy Yunisutisna (50), Ketua Sub Jak Rusun Kemayoran yang tetap antusias memberikan dukungan untuk Macan Kemayoran.
Bagi Santi, menjadi pendukung Persija bukan sekadar soal datang ke stadion dan menyaksikan pertandingan.
Ada cerita panjang yang membuat perempuan berusia 50 tahun itu akhirnya jatuh hati kepada klub kebanggaan Jakarta tersebut.
Menariknya, kecintaan Santi terhadap Persija bermula dari sosok yang begitu lekat dengan sejarah Macan Kemayoran, yaitu Bambang Pamungkas.
“Jadi dulu Timnas kan ikonnya Beppe. Nah, itu saya pencinta Beppe. Gitu. Nah, Beppe ada di klub Persija, otomatis, gitu,” kata Santi, dikutip Sabtu (12/9/2026).
Dari mengidolakan Bambang Pamungkas, Santi kemudian mulai mengikuti Persija.
Namun, perjalanan untuk bisa menyaksikan langsung pertandingan di stadion ternyata tak semudah itu.
Baru Boleh Nonton Stadion pada 2018
Santi mengaku baru diperbolehkan menonton pertandingan langsung di stadion pada 2018.
Hal tersebut tak lepas dari kekhawatiran keluarganya terhadap situasi tribun sepak bola pada masa lalu yang kerap diwarnai keributan.
“Saya tuh sebenarnya baru boleh nonton ke stadion itu tahun 2018. Karena tahu sendiri ya sejarah tribun tuh dulu-dulu yang kita dengar berantem-berantem,” ujarnya.
Sang anak yang saat itu sudah dewasa menjadi salah satu alasan Santi akhirnya mendapatkan izin untuk datang ke stadion.
“Begitu ada anak ya anak baru ikut saya, kebetulan udah dewasa sekarang ada di Pengurus Pusat, baru boleh, ‘Tuh udah ada yang ngawal, sana silakan kalau mau nonton bola,’ gitu,” kata Santi.
Sejak saat itu, Santi pun tak lagi sekadar mengidolakan Persija dari luar stadion.
Ia mulai merasakan langsung atmosfer mendukung Macan Kemayoran bersama Jakmania.
“Jadi begitu boleh nonton ke stadion nonton Persija, ya udah langsung dari 2018,” ucapnya.
Kini, Rizky Ridho Jadi Pemain Favorit
Seiring berjalannya waktu, pemain-pemain yang memperkuat Persija pun berganti.
Namun, kecintaan Santi terhadap pemain lokal tetap bertahan.
Jika dahulu ada nama Bambang Pamungkas yang menjadi pintu masuk kecintaannya terhadap Persija, kini ia punya idola baru.
Pemain tersebut adalah Rizky Ridho.
“Saya tuh suka lokal ya, enggak suka yang luar-luar. Yang lokalnya Ridho. Gitu,” ujar Santi.
Santi memang mengaku lebih menyukai pemain lokal ketimbang pemain asing.
Baginya, sosok Rizky Ridho menjadi pemain yang menarik untuk diperhatikan saat membela Persija.
Kecintaan tersebut pula yang membuat Santi tetap bersemangat memberikan dukungan langsung dari tribun.
Sebagai Ketua Sub Jak Rusun Kemayoran, ia pun akan datang bersama-sama dengan suporter dari wilayah rumah susun di Kemayoran.
Santi mengatakan sebagian anggota akan menonton pertandingan secara bersama-sama.
Bahkan, tiket yang dibagikan oleh koordinator wilayah telah habis terjual.
“Besok nonton ini sebagian bareng-bareng. Kebetulan tiket yang dibagikan oleh Korwil itu semua sold out. Alhamdulillah. Jadi memang itunya effort-nya gede banget buat besok,” katanya.
Berharap Persija Menang, tapi Rivalitas Tetap Sehat
Sebagai suporter, Santi tentu memiliki harapan sederhana saat Persija berlaga, yaitu menang.
Ia bahkan memprediksi Persija bisa mengamankan pertandingan dengan skor 2-1.
“Harapan yang utama pasti juara, pasti menang. Pasti menang dulu nih besok nih. Karena biar bagaimanapun rivalitas itu tidak bisa dihilangkan. Ya, rivalitas di lapangan ya. Itu enggak bisa dihilangkan,” ujarnya.
“Saya sih enggak muluk-muluk ya. 2-1 aja juga enggak apa-apa, gitu,” lanjutnya.
Meski ingin melihat tim kesayangannya meraih kemenangan, Santi tetap berharap rivalitas antarsuporter tidak berkembang menjadi permusuhan.
Ia ingin pertandingan bisa dinikmati dengan nyaman, apa pun hasil akhirnya.
“Saya sih berharap fair ya, semua fair. Semua fair, apa pun hasilnya nanti kita bisa terima, gitu,” kata Santi.
Menurutnya, hasil pertandingan merupakan sesuatu yang harus diterima dengan lapang dada.
“Apapun hasil di lapangan kita harus terima, enggak ada lagi marah, kesal, dendam, gitu enggak boleh,” ujarnya.
Bagi Santi, kecintaan terhadap Persija semestinya tetap berjalan beriringan dengan kenyamanan saat menyaksikan pertandingan.
“Penginnya gimana ya, kita bisa nikmatin pertandingan lawan siapa pun itu dengan nyaman, gitu. Itu kan yang utama,” katanya.
Apalagi, di usianya yang kini menginjak 50 tahun, Santi mengaku hanya ingin datang ke stadion, mendukung Persija, dan menikmati pertandingan tanpa harus khawatir dengan keributan.
“Apalagi saya perempuan. Nah. Secara umur juga udah banyak, gitu lho. Kan kita penginnya nyaman, datang nyaman, gitu,” tuturnya
Berita Lainnya
Baca berita gubukinspirasi.idlainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita
0 Komentar