
Ringkasan Berita:
- Anggota Sat Polair Polres Lampung Selatan melanjutkan operasi pencarian hari kelima, terhadap 5 jurnalis dan 3 kru kapal, dengan menyisir Desa Tejang Pulau Sebesi.
- Operasi pencarian lewat jalur darat yakni dengan menaiki sepeda motor.
- Penyisiran dilakukan mulai dari Dermaga Desa Tejang hingga Dusun Gubuk Seng, Pulau Sebesi, yang lokasinya berhadapan langsung dengan gugusan Gunung Anak Krakatau.
gubukinspirasi.id, Bandar Lampung -Anggota Sat Polair Polres Lampung Selatan melanjutkan operasi pencarian hari kelima terhadap 5 jurnalis dan 3 kru kapal, dengan menyisir Desa Tejang Pulau Sebesi, Sabtu (12/9/2026).
Pulau Sebesi adalah sebuah pulau yang secara administratif berada di wilayah Desa Tejang, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Indonesia.
Pulau Sebesi berada di sebelah selatan dari Pulau Sebuku, sebelah timur Pulau Serdang dan Pulau Legundi, serta sebelah Timur Laut Gugusan Krakatau.
Pulau ini merupakan daratan yang paling dekat dengan Gugusan Krakatau dan turut menjadi saksi kedahsyatan letusan besar Krakatau tahun 1883.
Operasi pencarian lewat jalur darat yakni dengan menaiki sepeda motor.
Kapal cepat Arupadhatu 1 sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kapal tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Di dalam kapal terdapat delapan orang, terdiri dari lima jurnalis, satu nakhoda dan satu anak buah kapal (ABK) dan pemandu.
Lima jurnalis yang berada di kapal tersebut yakni M Bagus Khoirunnas, fotografer Antara Banten Ari Basuki, jurnalis Merdeka Yudhis, jurnalis iNews Daus, jurnalis Anadolu, serta Donal jurnalis freelance.
Berdasarkan informasi Basarnas Banten, laporan kapal hilang kontak diterima pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.55 WIB dari Bayu, Antara Banten.
Sebelum kehilangan kontak, komunikasi terakhir dengan rombongan tercatat pada Senin sekitar pukul 14.42 WIB.
Namun, komunikasi tersebut kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.
Titik koordinat komunikasi terakhir berada di 6°14'40.52"S 105°40'49.48"E atau sekitar 9,98 mil laut dari daratan
Memasuki hari kelima pencarian, personel Satpolairud Polres Lampung Selatan bersama tim SAR gabungan melakukan penyisiran pesisir Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.
Penyisiran dilakukan mulai dari Dermaga Desa Tejang hingga Dusun Gubuk Seng, Pulau Sebesi, yang lokasinya berhadapan langsung dengan gugusan Gunung Anak Krakatau.
Kasat Polairud Polres Lampung Selatan Iptu Panpan Hermayadi memimpin apel persiapan operasi SAR di Dermaga Desa Tejang pada pukul 08.00 WIB.
Setengah jam kemudian, sekitar pukul 08.30 WIB, tim SAR gabungan mulai bergerak melakukan penyisiran di sepanjang pesisir Pulau Sebesi.
Tim yang terlibat dalam pencarian tersebut terdiri dari personel Ditpolairud Polda Lampung, Satpolairud Polres Lampung Selatan, Basarnas Lampung, KSOP Bakauheni Pos Pulau Sebesi, serta aparat Desa Tejang Pulau Sebesi.
Penyisiran pesisir dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya tanda-tanda keberadaan korban maupun bagian kapal yang dapat menjadi petunjuk dalam operasi pencarian.
Namun, hingga laporan sementara diterima, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan delapan orang yang hilang kontak tersebut.
"Untuk hasil sementara masih nihil. Belum ditemukan tanda-tanda maupun puing-puing yang dapat menjadi petunjuk," demikian laporan Satpolairud Polres Lampung Selatan, Sabtu (12/9/2026).
Operasi pencarian masih terus dilakukan dengan melibatkan unsur SAR gabungan.
Penyisiran di sekitar Pulau Sebesi menjadi salah satu upaya untuk menemukan petunjuk keberadaan rombongan yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.
(gubukinspirasi.id/ Dominius Desmantri Barus)
0 Komentar