Ringkasan Berita:
- Narasi viral mengenai anak perempuan ditelan ular piton di Vietnam terbukti merupakan berita bohong atau hoaks
- Video asli berasal dari konten kreator Indonesia bernama Abdul Azis Albar yang berdomisili di Cipeundeuy
- Anak perempuan bernama Ambar dalam video tersebut dipastikan dalam kondisi sehat dan baik-baik saja
gubukinspirasi.id - Selama beberapa hari terakhir viral narasi menyebutkan seorang anak perempuan ditelan oleh ular piton peliharaan sebuah keluarga di Vietnam.
Narasi itu beredar dengan disertai video bocah perempuan bermain dengan seekor piton besar, yang kemudian berlanjut dengan gambar perut ular membesar karena menelan mangsa.
Keterangan foto kemudian mengklaim bahwa ular tersebut telah menelan anak perempuan yang setiap hari bermain bersamanya.
Lalu benarkah klaim yang terlanjur viral ini? Tribun Style menelusuri bahwa narasi yang beredar adalah berita hoaks yang tidak sesuai fakta.
Untuk memverifikasi cerita tersebut, kami menganalisis asal usul video, lokasi gambar, dan hubungan antara anak dan ular.
Dari penelusuran, tidak terjadi peristiwa anak ditelan ular di Vietnam seperti narasi yang ramai beredar.
Tidak ada laporan dari otoritas kesehatan atau pers lokal mengenai kecelakaan fatal yang disebutkan dalam unggahan.
Tribun Style justru menemukan bahwa video yang menampilkan anak perempuan bermain dengan piton diambil dari unggahan konten kreator asal Indonesia bernama Abdul Azis Albar.
Dikutip Tribun Style pada Sabtu (12/9/2026), Abdul Azis menuliskan dalam akun Facebooknya ia berasal dari Cipeundeuy, Jawa Barat.
Dalam banyak unggahannya, Abdul Azis memang kerap menunjukkan interaksi dengan seekor ular piton yang menjadi peliharaan keluarga.
Bocah perempuan yang kerap terekam bermain bersama piton diketahui bernama Ambar.
Namun saat ini, Ambar dalam kondisi baik-baik saja, bahkan masih sering bermain dengan piton peliharaannya.
Pada Sabtu (12/9/2026), Abdul Azis juga sempat membuat klarifikasi soal narasi viral yang beredar.
Melalui sebuah video, ia menegaskan bahwa kabar soal anak ditelan piton adalah hoaks dan hanyalah konten yang dihasilkan dari AI.
"Yang katanya lagi viral, lha ini anaknya, Ambar, masih baik-baik saja," ungkap Abdul Azis.
Ia kemudian menjelaskan aktivitas yang biasa dilakukan Ambar bersama ular peliharaan.
"Kalau lagi libur biasanya (ularnya) sering diajak masuk ke dalam rumah," tambah Abdul Azis.
Abdul Azis turut menunjukkan kedekatan Ambar dengan sang ular. Dalam video yang ia unggah, Ambar tampak santai saja menjadikan tubuh gemuk si ular sebagai bantal.
Ia santai berbaring sambil asyik memainkan game di layar ponsel.
Abdul Azis kemudian menegaskan bahwa sang anak selalu dalam pengawasan orang dewasa ketika sedang bermain bersama ular.
"Dalam pengawasan kok, dalam pengawasan," ucapnya menegaskan.
Meski Hoaks, Anak Tetap Perlu Diawasi Saat Bermain dengan Hewan
Terlepas dari kabar hoaks mengenai Ambar, interaksi anak dengan hewan peliharaan tetap perlu dilakukan dengan pengawasan orang dewasa.
American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan orang tua tidak pernah meninggalkan anak kecil sendirian bersama hewan, termasuk hewan peliharaan keluarga. Anak juga perlu diajarkan untuk tidak mengganggu hewan ketika sedang makan atau tidur, menarik bagian tubuh hewan, maupun melakukan tindakan yang dapat membuat hewan merasa terancam.
Untuk hewan reptil seperti ular, ada perhatian tambahan terkait kesehatan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), reptil dapat membawa bakteri seperti Salmonella meski terlihat sehat dan bersih.
Karena itu, CDC merekomendasikan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah menyentuh reptil, memberi makan hewan, menangani kotorannya, atau membersihkan kandang dan perlengkapannya. Tangan juga perlu dicuci sebelum makan atau minum.
Anak di Bawah 5 Tahun Perlu Perhatian Lebih
CDC menyebut anak berusia di bawah 5 tahun memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit serius akibat kuman yang dapat dibawa reptil.
Bahkan, CDC tidak merekomendasikan reptil dan amfibi sebagai hewan peliharaan untuk anak di bawah usia 5 tahun. Anak dalam kelompok usia tersebut juga sebaiknya tidak menyentuh reptil maupun lingkungan tempat hewan tersebut hidup.
Selain itu, reptil sebaiknya tidak dibiarkan berkeliaran bebas di dalam rumah. CDC menyarankan interaksi dengan reptil dilakukan di area tertentu dan tetap diawasi untuk mengurangi risiko kecelakaan maupun penyebaran kuman.
Dengan demikian, meski kabar mengenai Ambar yang disebut ditelan piton telah dibantah pemiliknya, masyarakat tetap perlu memahami pentingnya keamanan ketika anak berinteraksi dengan hewan.
Pengawasan orang dewasa, lingkungan yang aman, serta kebersihan setelah menyentuh hewan menjadi hal penting untuk memastikan interaksi antara anak dan hewan peliharaan tetap aman. (Tribun Style)
0 Komentar