Irak temukan lokasi peluncuran drone yang serang pipa Saudi, sepakat selidiki bersama Iran

Irak temukan lokasi peluncuran drone yang serang pipa Saudi, sepakat selidiki bersama Iran
Ringkasan Berita:
  • Irak menemukan lokasi peluncuran drone yang menyerang pipa minyak East-West Arab Saudi dan menutup tiga perbatasan dengan Iran untuk memburu pelaku.
  • Pemerintah Irak juga memecat komandan militer di Maysan serta menyetujui penyelidikan bersama Iran, sementara belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.
  • Serangan tersebut membuat pipa alternatif Saudi di luar Selat Hormuz terhenti sementara, di tengah meningkatnya ancaman Houthi terhadap jalur pelayaran Laut Merah.

gubukinspirasi.idIrak menemukan lokasi peluncuran drone yang digunakan untuk menyerang pipa minyak East-West Arab Saudi dan menutup tiga perbatasan dengan Iran untuk memburu para pelaku.

Langkah tersebut dilakukan setelah pemerintah Irak memastikan serangan terhadap jalur pipa minyak Saudi diluncurkan dari wilayahnya.

Pipa Saudi Diserang, Irak Mulai Memburu Pelaku

Serangan terhadap pipa minyak East-West Arab Saudi terjadi pada Kamis (10/9/2026).

Sehari setelah serangan, Arab Saudi mengumumkan penghentian sementara operasional pipa sebagai tindakan pencegahan.

Riyadh pada Jumat (11/9/2026) menyatakan drone yang menyerang fasilitas tersebut diluncurkan dari Irak.

Serangan menyebabkan kerusakan pada fasilitas dan sejumlah orang terluka, sementara citra satelit menunjukkan kepulan asap di sekitar jalur pipa di sebelah selatan Madinah.

Kementerian Energi Arab Saudi kemudian mengerahkan tim khusus untuk mengamankan jalur pipa sekaligus memeriksa kondisi fasilitas yang terdampak.

“Pipa tersebut dihentikan sebagai tindakan pencegahan, dan serangan tersebut mengakibatkan sejumlah orang terluka,” kata pejabat Kementerian Energi Arab Saudi, dikutip dari Al Jazeera.

Lokasi Peluncuran Drone Ditemukan di Maysan

Setelah memastikan serangan berasal dari wilayah Irak, pemerintah Baghdad mulai melakukan penyelidikan untuk mencari pihak yang berada di balik serangan tersebut.

Lokasi peluncuran drone ditemukan di wilayah al-Tayyib, Provinsi Maysan, yang berada di bagian tenggara Irak dan dekat dengan perbatasan Iran.

Wilayah al-Tayyib kemudian ditutup dan operasi pencarian dilakukan untuk melacak pihak yang terlibat.

Sebelumnya, kantor Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi menyatakan serangan diluncurkan dari Provinsi Maysan.

Al-Zaidi kemudian memecat komandan militer di provinsi tersebut dan memerintahkan penyelidikan atas insiden itu.

Irak Tutup 3 Perbatasan dengan Iran

Setelah lokasi peluncuran drone ditemukan, Irak mengambil langkah lebih jauh dengan menutup tiga perlintasan perbatasan menuju Iran.

Tiga perlintasan yang ditutup adalah Shalamcheh di Provinsi Basra, al-Shib di Provinsi Maysan, dan Mandali di Provinsi Diyala.

Penutupan dilakukan karena pemerintah Irak khawatir pelaku serangan melarikan diri ke Iran.

Jack Hewson dari Al Jazeera melaporkan, langkah tersebut juga berkaitan dengan upaya Irak mencegah penyelundupan drone melalui jalur perbatasan.

Pos-pos perbatasan lainnya dengan Iran masih tetap dibuka.

Sementara itu, sejumlah penumpang yang sempat tertahan selama berjam-jam di dua perlintasan kemudian diizinkan melanjutkan perjalanan.

Pemerintah Irak juga meningkatkan aktivitas intelijen di sejumlah wilayah perbatasan untuk melacak pelanggaran dan pihak yang terlibat dalam serangan.

Irak dan Iran Sepakat Selidiki Bersama

Di tengah penyelidikan tersebut, Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi menyetujui permintaan Iran untuk melakukan penyelidikan bersama mengenai lokasi peluncuran drone di dekat perbatasan kedua negara.

Al Jazeera mengutip pernyataan Sabah al-Numan, juru bicara panglima tertinggi angkatan bersenjata Irak, yang menyebut keputusan tersebut diambil pada Sabtu (12/9/2026).

Namun, pemerintah Irak belum memberikan rincian mengenai lokasi pasti platform peluncuran yang ditemukan maupun jumlah drone yang terlibat.

Belum Ada Kelompok Mengaku Bertanggung Jawab

Hingga kini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap pipa minyak Saudi.

Kelompok payung Perlawanan Islam di Irak atau Islamic Resistance in Iraq (IRI), yang terdiri dari kelompok bersenjata yang didukung Iran, justru mengatakan tidak mengklaim serangan tersebut.

Dalam pernyataannya, kelompok tersebut menyebut tuduhan terhadap mereka terkait penargetan fasilitas vital Saudi sebagai “suatu kehormatan yang tidak kami klaim”.

Meski demikian, Riyadh sebelumnya telah menuduh kelompok-kelompok yang terkait dengan Iran di Irak menargetkan infrastruktur minyak Saudi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengatakan Iran kemungkinan berada di balik serangan terhadap pipa tersebut.

Namun, Trump tidak memberikan bukti untuk mendukung tuduhan tersebut.

Karena itu, keterlibatan langsung Iran dalam serangan tersebut belum dapat dipastikan.

Pipa East-West Jadi Jalur Penting Saudi

Pipa East-West membentang sekitar 1.200 kilometer dari ladang minyak Abqaiq di wilayah timur Arab Saudi menuju pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah.

Jalur tersebut menjadi alternatif penting bagi Saudi untuk mengekspor minyak tanpa harus melewati Selat Hormuz.

Penghentian pipa tersebut menjadi pukulan bagi Riyadh karena jalur itu merupakan alternatif utama Saudi selain Selat Hormuz yang masih mengalami gangguan di tengah konflik Amerika Serikat dan Iran.

Tanpa pipa tersebut, kemampuan Saudi untuk mengekspor minyak dalam skala besar dari wilayah Teluk menjadi semakin terbatas hingga operasional pipa kembali dilanjutkan atau kondisi di Selat Hormuz membaik.

Gangguan tambahan terhadap ekspor minyak dari kawasan Teluk juga berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia.

(gubukinspirasi.id/Andari Wulan Nugrahani)

0 Komentar