Kasus pengeroyokan di Mess Badung Bali: 1 tewas, sejumlah pekerja alami luka di wajah hingga kaki

gubukinspirasi.id, MANGUPURA - Keributan yang terjadi di mess buruh PT Tunas Jaya Sanur (TJS), Lingkungan Sawangan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, berujung tragis.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu 6 September 2026 malam sekitar pukul 23.00 WITA tersebut melibatkan sejumlah pekerja dan petugas keamanan.

Keributan itu menyebabkan satu orang pekerja akhirnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis, sementara beberapa orang lainnya mengalami luka-luka di sejumlah bagian tubuh.

Berdasarkan hasil pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) kepolisian, luka yang dialami para pekerja cukup beragam, mulai dari bagian wajah, mata, bibir, hidung, kepala, tangan, hingga kaki.

 

Salah satu korban berinisial AW mengalami sejumlah luka pada bagian tubuhnya. AW dilaporkan mengalami luka pada bibir, mata, pipi, tangan kanan, dan kaki kiri.

Korban lainnya, Rafael Buku Bani, mengalami luka pada bagian alis, pinggul, lengan kiri, serta luka dan lebam pada kedua kakinya.

Sementara itu, FRM mengalami luka pada bagian mata kiri, hidung, dan bagian belakang kepala.

Para korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Luka Korban Tersebar di Wajah hingga Kaki

Rangkaian luka yang dialami para pekerja menjadi salah satu bagian yang didalami kepolisian dalam penyelidikan kasus pengeroyokan tersebut.

AW mengalami luka pada sejumlah bagian tubuh, termasuk area wajah.

Luka tercatat berada di bagian bibir, mata, dan pipi. Selain itu, terdapat luka pada tangan kanan dan kaki kiri.

Kondisi berbeda dialami Rafael Buku Bani.

Ia mengalami luka pada alis dan pinggul serta luka pada lengan kiri.

Kedua kakinya juga dilaporkan mengalami luka dan lebam.

Sedangkan FRM mengalami luka pada bagian wajah dan kepala, yakni mata kiri, hidung, serta bagian belakang kepala.

Dengan adanya luka di sejumlah bagian tubuh para korban, polisi kini mendalami secara keseluruhan rangkaian kekerasan yang terjadi di mess buruh tersebut, termasuk peran masing-masing orang yang berada di lokasi ketika keributan pecah.

Keributan Berawal dari Suara Pukulan pada Dinding Seng

Kasus tersebut bermula ketika petugas keamanan PT TJS, I Kadek Teguh Rupadana, melakukan patroli di area bedeng buruh.

Saat menjalankan patroli, petugas keamanan mendengar suara pukulan pada dinding seng di sekitar toilet.

Suara tersebut kemudian membuat petugas menegur salah seorang pekerja yang berada di lokasi.

Namun, teguran tersebut justru berkembang menjadi cekcok. Situasi yang awalnya terjadi antara petugas keamanan dan seorang pekerja kemudian semakin memanas.

Tak lama berselang, seorang pekerja lain diduga datang dari lantai II dengan membawa sebilah pisau.

Pekerja tersebut diduga menodongkan pisau kepada petugas keamanan. Aksi itu kemudian memicu keributan yang melibatkan sejumlah orang di sekitar mess buruh.

Polisi Temukan Pisau dan Dua Potongan Pipa Besi

Dalam proses penyelidikan, polisi mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan keributan tersebut.

Barang bukti yang diamankan berupa satu buah pisau dan dua potongan besi pipa.

Kedua jenis barang tersebut kini menjadi bagian dari proses penyidikan untuk mengungkap secara lebih jelas rangkaian kejadian, termasuk bagaimana benda-benda tersebut digunakan dalam insiden.

Polisi juga mendalami keterangan para pihak yang berada di lokasi serta kondisi luka yang dialami para korban.

Polisi Lakukan Pengecekan TKP

Menindaklanjuti laporan mengenai keributan tersebut, jajaran Polresta Denpasar bersama Polsek Kuta Selatan melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP) pada Jumat 11 September 2026.

Pengecekan TKP dilakukan untuk mengumpulkan fakta-fakta tambahan sekaligus mencocokkan keterangan yang telah diperoleh polisi dengan kondisi di lokasi kejadian.

Kasus ini menjadi perhatian karena keributan antarpihak di lingkungan mess buruh tersebut tidak hanya mengakibatkan sejumlah pekerja mengalami luka-luka, tetapi juga berujung pada meninggalnya salah seorang korban.

Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh penyebab keributan, kronologi aksi kekerasan, serta peran masing-masing pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.

(*)

0 Komentar