Ringkasan Berita:
- DKB Kemendagri Semester I 2026 mencatat 7.897 penduduk berkebutuhan khusus di 10 kabupaten/kota Kaltim dalam enam kategori
- Disabilitas mental/jiwa tertinggi 3.078 orang, dengan jumlah terbanyak di Samarinda sebanyak 710 orang
- Jika seluruh kategori digabung, Kukar tertinggi 2.061 orang, disusul Samarinda 1.215 dan Balikpapan 1.181 orang.
gubukinspirasi.id - Data Konsolidasi Bersih (DKB) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Semester I Tahun 2026 mencatat terdapat 7.897 penduduk berkebutuhan khusus berdasarkan enam kategori disabilitas di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur.
Dari data tersebut, kategori disabilitas mental/jiwa menjadi yang paling banyak tercatat, yakni mencapai 3.078 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 2.126 laki-laki dan 952 perempuan.
Sementara itu, kategori dengan jumlah paling sedikit adalah disabilitas fisik dan mental, yang tercatat sebanyak 367 orang atau 215 laki-laki dan 152 perempuan.
Data DKB tersebut juga menunjukkan perbedaan jumlah pada setiap daerah. Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tercatat memiliki jumlah penduduk berkebutuhan khusus tertinggi apabila seluruh enam kategori dijumlahkan, yakni 2.061 orang.
Di posisi berikutnya terdapat Kota Samarinda dengan 1.215 orang dan Kota Balikpapan sebanyak 1.181 orang.
Untuk melihat lebih detail, setiap kategori memiliki daerah dengan jumlah tertinggi yang berbeda. Kukar menjadi daerah dengan catatan terbanyak pada disabilitas fisik, netra/buta, rungu/wicara, fisik dan mental, serta kategori lainnya. Sementara untuk disabilitas mental/jiwa, jumlah tertinggi berada di Kota Samarinda.
Total 7.897 Penduduk Tercatat dalam Enam Kategori
Data yang dihimpun dalam DKB Kemendagri Semester I Tahun 2026 membagi penduduk berkebutuhan khusus ke dalam enam kategori, yaitu disabilitas fisik, disabilitas netra/buta, disabilitas rungu/wicara, disabilitas mental/jiwa, disabilitas fisik dan mental, serta disabilitas lainnya.
Jika seluruh kategori dari 10 kabupaten/kota dijumlahkan, totalnya mencapai 7.897 penduduk.
Kategori terbesar adalah disabilitas mental/jiwa dengan 3.078 orang. Selanjutnya disabilitas fisik sebanyak 1.480 orang, disabilitas rungu/wicara 1.356 orang, disabilitas lainnya 1.040 orang, disabilitas netra/buta 576 orang, serta disabilitas fisik dan mental sebanyak 367 orang.
Berdasarkan jenis kelamin, seluruh kategori menunjukkan jumlah laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan, kecuali tidak terdapat pengecualian berarti pada komposisi total provinsi yang tetap didominasi laki-laki.
Untuk disabilitas fisik, terdapat 855 laki-laki dan 625 perempuan. Disabilitas netra/buta terdiri dari 307 laki-laki dan 269 perempuan.
Kategori rungu/wicara mencatat 765 laki-laki dan 591 perempuan. Sementara disabilitas mental/jiwa terdiri dari 2.126 laki-laki dan 952 perempuan.
Pada kategori disabilitas fisik dan mental terdapat 215 laki-laki serta 152 perempuan, sedangkan kategori disabilitas lainnya terdiri dari 570 laki-laki dan 470 perempuan.
Disabilitas Mental/Jiwa Jadi Kategori Terbanyak di Kaltim
Angka 3.078 orang pada kategori disabilitas mental/jiwa menjadi catatan terbesar dalam DKB Semester I 2026.
Kategori ini tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Namun, jumlahnya tidak sama pada setiap wilayah.
Kota Samarinda menempati posisi pertama dengan 710 orang, terdiri dari 500 laki-laki dan 210 perempuan.
Berikutnya Kutai Kartanegara mencatat 616 orang, terdiri dari 398 laki-laki dan 218 perempuan.
Kemudian Kota Balikpapan memiliki 518 orang, terdiri dari 381 laki-laki dan 137 perempuan.
Di bawah tiga daerah tersebut terdapat Kota Bontang dengan 258 orang, Berau 235 orang, dan Kutai Timur 201 orang.
Selanjutnya Paser tercatat 183 orang, Kutai Barat 173 orang, Penajam Paser Utara 146 orang, dan Mahakam Ulu 38 orang.
Dengan angka tersebut, Samarinda bukan hanya menjadi daerah dengan jumlah tertinggi pada kategori mental/jiwa, tetapi selisihnya juga cukup jauh dibandingkan daerah lain.
Lima Daerah dengan Disabilitas Fisik Tertinggi
Untuk kategori disabilitas fisik, total di Kalimantan Timur tercatat 1.480 orang, terdiri dari 855 laki-laki dan 625 perempuan.
Jika diurutkan berdasarkan jumlah, Kutai Kartanegara menjadi daerah dengan angka tertinggi, yakni 501 orang. Jumlah tersebut berasal dari 291 laki-laki dan 210 perempuan.
Posisi kedua ditempati Kota Balikpapan dengan 190 orang, terdiri dari 126 laki-laki dan 64 perempuan.
Selanjutnya terdapat Penajam Paser Utara dengan 138 orang dan Kota Samarinda dengan 133 orang.
Kutai Barat berada di posisi kelima dengan 124 orang.
Setelah lima daerah tersebut, jumlah disabilitas fisik tercatat 110 orang di Bontang, 105 orang di Kutai Timur, 72 orang di Paser, 56 orang di Mahakam Ulu dan 51 orang di Berau.
Dengan demikian, lima daerah dengan jumlah disabilitas fisik tertinggi adalah Kukar, Balikpapan, PPU, Samarinda dan Kutai Barat.
Disabilitas Netra/Buta Tertinggi Juga di Kukar
Kategori berikutnya adalah disabilitas netra/buta. Di seluruh Kalimantan Timur, jumlahnya mencapai 576 orang, terdiri dari 307 laki-laki dan 269 perempuan.
Kabupaten Kutai Kartanegara kembali berada di urutan pertama dengan 205 orang, yang terdiri atas 107 laki-laki dan 98 perempuan.
Jauh di bawahnya terdapat Kota Samarinda dengan 71 orang, kemudian Kutai Timur 56 orang, Kutai Barat 54 orang, dan Penajam Paser Utara 52 orang.
Balikpapan tercatat memiliki 45 orang, Paser 37 orang, Bontang 26 orang, Berau 25 orang dan Mahakam Ulu 5 orang.
Data tersebut menempatkan lima wilayah teratas untuk kategori netra/buta, yakni Kukar, Samarinda, Kutai Timur, Kutai Barat dan PPU.
Disabilitas Rungu/Wicara Mencapai 1.356 Orang
Pada kategori disabilitas rungu/wicara, jumlah di seluruh Kalimantan Timur tercatat 1.356 orang.
Komposisinya terdiri dari 765 laki-laki dan 591 perempuan.
Kukar kembali menjadi daerah dengan jumlah paling tinggi, yakni 345 orang, terdiri dari 185 laki-laki dan 160 perempuan.
Kota Balikpapan berada di posisi kedua dengan 218 orang, terdiri dari 133 laki-laki dan 85 perempuan.
Kota Samarinda menyusul dengan 180 orang.
Kemudian terdapat Kutai Barat dengan 129 orang dan Penajam Paser Utara dengan 112 orang.
Daerah lainnya masing-masing mencatat 93 orang di Kutai Timur, 87 orang di Bontang, 86 orang di Paser, 71 orang di Berau dan 35 orang di Mahakam Ulu.
Dengan demikian, lima daerah teratas dalam kategori rungu/wicara adalah Kukar, Balikpapan, Samarinda, Kutai Barat dan PPU.
Disabilitas Fisik dan Mental Paling Sedikit
Berbeda dengan kategori lainnya, jumlah disabilitas fisik dan mental menjadi yang paling kecil berdasarkan total provinsi.
Jumlah keseluruhannya sebanyak 367 orang, terdiri dari 215 laki-laki dan 152 perempuan.
Kukar mencatat angka tertinggi dengan 153 orang, terdiri dari 89 laki-laki dan 64 perempuan.
Selanjutnya Penajam Paser Utara mencatat 37 orang, Samarinda 33 orang, Kutai Barat 28 orang dan Balikpapan 26 orang.
Bontang tercatat memiliki 24 orang, Paser dan Berau masing-masing 19 orang, Kutai Timur 16 orang, sedangkan Mahakam Ulu memiliki 12 orang.
Dengan data tersebut, lima daerah dengan jumlah tertinggi untuk kategori ini adalah Kukar, PPU, Samarinda, Kutai Barat dan Balikpapan.
Kategori Disabilitas Lainnya Capai 1.040 Orang
Selain lima kategori tersebut, terdapat kategori disabilitas lainnya yang secara keseluruhan mencapai 1.040 orang.
Jumlah itu terdiri dari 570 laki-laki dan 470 perempuan.
Kutai Kartanegara menjadi daerah dengan jumlah tertinggi, yakni 241 orang. Angka tersebut terdiri atas 131 laki-laki dan 110 perempuan.
Balikpapan menempati posisi kedua dengan 184 orang, sedangkan Kutai Timur mencapai 124 orang.
Berikutnya Kutai Barat memiliki 118 orang, Bontang 111 orang, Samarinda 88 orang, Berau 60 orang, Penajam Paser Utara 54 orang, Paser 37 orang dan Mahakam Ulu 23 orang.
Lima daerah dengan jumlah terbanyak untuk kategori ini adalah Kukar, Balikpapan, Kutai Timur, Kutai Barat dan Bontang.
Kukar Tertinggi Jika Enam Kategori Digabungkan
Jika tidak dilihat per kategori, tetapi seluruh jenis disabilitas dijumlahkan pada masing-masing kabupaten/kota, Kutai Kartanegara menjadi daerah dengan jumlah tertinggi.
Total di Kukar mencapai 2.061 orang.
Angka tersebut berasal dari 501 disabilitas fisik, 205 netra/buta, 345 rungu/wicara, 616 mental/jiwa, 153 fisik dan mental, serta 241 kategori lainnya.
Dengan demikian, Kukar menjadi satu-satunya wilayah yang mencatat lebih dari 2.000 penduduk dalam enam kategori tersebut.
Posisi berikutnya ditempati Kota Samarinda dengan total 1.215 orang. Rinciannya 133 disabilitas fisik, 71 netra/buta, 180 rungu/wicara, 710 mental/jiwa, 33 fisik dan mental, serta 88 kategori lainnya.
Kemudian Kota Balikpapan mencatat 1.181 orang. Jumlah itu terdiri dari 190 disabilitas fisik, 45 netra/buta, 218 rungu/wicara, 518 mental/jiwa, 26 fisik dan mental, serta 184 kategori lainnya.
Setelah tiga wilayah tersebut, total enam kategori tercatat 626 orang di Kutai Barat, 616 orang di Bontang, 595 orang di Kutai Timur, 539 orang di Penajam Paser Utara, 461 orang di Berau, 434 orang di Paser, dan 169 orang di Mahakam Ulu.
Peta Jumlah Penduduk Berkebutuhan Khusus per Daerah
Perbedaan angka antardaerah terlihat cukup jelas ketika seluruh kategori dibandingkan.
Kutai Kartanegara menempati posisi tertinggi dengan 2.061 orang. Di bawahnya terdapat Samarinda dan Balikpapan yang sama-sama menembus angka 1.000 orang.
Kutai Barat mencatat 626 orang, disusul Bontang dengan 616 orang dan Kutai Timur sebanyak 595 orang.
Penajam Paser Utara mencapai 539 orang, Berau 461 orang, Paser 434 orang, sedangkan Mahakam Ulu menjadi daerah dengan total paling rendah, yakni 169 orang.
Data tersebut merupakan angka administratif berdasarkan DKB Semester I 2026, sehingga menunjukkan jumlah yang tercatat dalam basis data kependudukan pada periode tersebut.
Rincian Data 10 Kabupaten/Kota
Di Kabupaten Paser, terdapat 72 disabilitas fisik, 37 netra/buta, 86 rungu/wicara, 183 mental/jiwa, 19 fisik dan mental serta 37 kategori lainnya. Totalnya mencapai 434 orang.
Di Kutai Kartanegara, tercatat 501 disabilitas fisik, 205 netra/buta, 345 rungu/wicara, 616 mental/jiwa, 153 fisik dan mental serta 241 lainnya. Total 2.061 orang.
Di Berau, tercatat 51 disabilitas fisik, 25 netra/buta, 71 rungu/wicara, 235 mental/jiwa, 19 fisik dan mental serta 60 lainnya. Total 461 orang.
Di Kutai Barat, terdapat 124 disabilitas fisik, 54 netra/buta, 129 rungu/wicara, 173 mental/jiwa, 28 fisik dan mental serta 118 lainnya. Total 626 orang.
Di Kutai Timur, tercatat 105 disabilitas fisik, 56 netra/buta, 93 rungu/wicara, 201 mental/jiwa, 16 fisik dan mental serta 124 lainnya. Total 595 orang.
Di Penajam Paser Utara, terdapat 138 disabilitas fisik, 52 netra/buta, 112 rungu/wicara, 146 mental/jiwa, 37 fisik dan mental serta 54 lainnya. Total 539 orang.
Di Mahakam Ulu, tercatat 56 disabilitas fisik, 5 netra/buta, 35 rungu/wicara, 38 mental/jiwa, 12 fisik dan mental serta 23 lainnya. Total 169 orang.
Di Kota Balikpapan, terdapat 190 disabilitas fisik, 45 netra/buta, 218 rungu/wicara, 518 mental/jiwa, 26 fisik dan mental serta 184 lainnya. Total 1.181 orang.
Di Kota Samarinda, tercatat 133 disabilitas fisik, 71 netra/buta, 180 rungu/wicara, 710 mental/jiwa, 33 fisik dan mental serta 88 lainnya. Total 1.215 orang.
Sementara di Kota Bontang, terdapat 110 disabilitas fisik, 26 netra/buta, 87 rungu/wicara, 258 mental/jiwa, 24 fisik dan mental serta 111 lainnya. Total 616 orang.
Dominasi Laki-Laki pada Data Semester I 2026
Apabila dilihat berdasarkan jenis kelamin, jumlah laki-laki tercatat lebih tinggi pada seluruh enam kategori.
Pada disabilitas fisik, selisihnya mencapai 230 orang, dengan 855 laki-laki berbanding 625 perempuan.
Pada kategori netra/buta, tercatat 307 laki-laki dan 269 perempuan.
Untuk rungu/wicara, terdapat 765 laki-laki dan 591 perempuan.
Selisih terbesar terdapat pada kategori mental/jiwa, yakni 2.126 laki-laki berbanding 952 perempuan.
Sementara pada kategori fisik dan mental terdapat 215 laki-laki dan 152 perempuan, sedangkan kategori lainnya mencatat 570 laki-laki dan 470 perempuan.
Jika seluruh kategori digabungkan, total laki-laki mencapai 4.838 orang, sedangkan perempuan 3.059 orang.
Dengan demikian, dari total 7.897 penduduk yang tercatat dalam enam kategori tersebut, jumlah laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan.
Lima Daerah dengan Angka Disabilitas Terbesar
Jika menggunakan jumlah gabungan enam kategori, lima wilayah dengan total tertinggi di Kalimantan Timur adalah Kutai Kartanegara sebanyak 2.061 orang, Kota Samarinda 1.215 orang, Kota Balikpapan 1.181 orang, Kutai Barat 626 orang, dan Kota Bontang 616 orang.
Sementara lima wilayah dengan jumlah paling rendah secara berurutan adalah Mahakam Ulu 169 orang, Paser 434 orang, Berau 461 orang, Penajam Paser Utara 539 orang dan Kutai Timur 595 orang.
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa jumlah yang tercatat dalam DKB berbeda di setiap daerah dan juga berbeda berdasarkan kategori disabilitas.
Data DKB Kemendagri Semester I Tahun 2026 ini mencakup 10 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur, dengan total enam kategori yang mencapai 7.897 penduduk.
0 Komentar