Penghormatan terakhir untuk drh. Alfonsius, peti jenazah tiba di Maumere diselimuti merah putih
Ringkasan Berita:Peti jenazah drh. Alfonsius Albinus Mehan  disemtakan bendera merah putih saat tiba di Bandara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, Sabtu (12/9/2026) pukul 14.39 WITA.
 

Laporan Reporter gubukinspirasi.id, Petrus Chrisantus Gonsales

gubukinspirasi.id, MAUMERE- Peti jenazah drh. Alfonsius Albinus Mehan disematkan dan diselimuti dengan bendera merah putih saat tiba di Bandara Frans Seda Maumere, Kabupaten Sikka, NTT  Sabtu (12/9/2026) pukul 14.39 WITA sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Jenazah dibawa menggunakan pesawat Casa milik kepolisian dari Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Disaksikan gubukinspirasi.id, beberapa orang turun dari pesawat Casa. Istri almarhum Alfonsius Albinus Mehan mengenakan baju hitam, memakai masker putih berselendang motif tenun berjalan sembari menyeka air mata lalu menaruh tangannya di dada.

Di belakang istri almarhum ada anak-anaknya didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTT, Yoseph Rasi yang memakai kameja biru muda dan satu pria lainnya memakai seragam keki yang biasa dipakai Aparatur Sipil Negara (ASN).

     

Rombongan tersebut berjalan menjauh dari pesawat dan langsung disambut jajaran Forkopimda Kabupaten Sikka yang hadir. Terdiri dari Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago (JPYK), Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriyadi, Ketua DRPD Sikka, Stefanus Sumandi, Plt Sekda Sikka, Margaretha Movaldes Da Maga Bapa, Kapolres Sikka, AKBP Bambang Soepeno, Dandim 1603/ Sikka, Letkol Arm Denny Riesta.

Suasana haru dipenuhi tangis keluarga, sanak saudara, sahabat kenalan korban memecah di Bandara Frans Seda, tatkala istri almarhum yang saat itu dirangkul Bupati JPYK perlahan menghampiri keluarga yang sudah menunggu di titik penjemputan di luar lapangan bandara.

Di hadapan peti jenazah almarhum Alfonsius Albinus Mehan yang masih ada di kareta troli bagasi, puluhan personil kepolisian dan TNI memberikan penghormatan lalu menyematkan bendera merah putih di atas peti jenazah tersebut.

Kemudian jenazah diserahkan pemerintah Provinsi NTT kepada pemerintah Kabupaten Sikka untuk dimakamkan.

Penyerahan itu melalui Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTT saat ini dijabat oleh Yosef Rasi, S.Sos., M.Si kepada Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago di Bandara Frans Seda Maumere, Sabtu (12/9/2026).

"Atas nama pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur kami menyerahkan jenazah almarhum Albinus Alfonsius Mehan kepada pemerintah, Bupati Sikka untuk diproses secara adat, tatakrama budaya yang ada di Kabupaten Sikka," tutur pria yang karib dipanggil Yos Rasi tersebut.

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago saat menerima penyerahan peti jenazah menyampaikan atas nama pemerintah Kabupaten Sikka, seluruh masyarakat Kabupaten Sikka menerima kedatangan putra, anak, teman, sahabat, kakak, dokter hewan yang sering disapa Apong.

"Kiranya seluruh jasa baik, pengabdian beliau diterima di sisi kanan Tuhan dan kami sampaikan limpah terima kasih kepada Gubernur Nusa Tenggara Timur atas seluruh dukungan dan doanya,sehingga siang hari ini kami dan seluruh keluarga besar bisa menerima kehadiran dan kedatangan almarhum beserta keluarga besar. Terima kasih, Tuhan memberkati," tutur Bupati JPYK.

Setelah itu, petih jenazah diusung personel TNI menuju mobil ambulance untuk dibawa menuju rumah duka di Wailiti, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.

Disaksikan gubukinspirasi.id, jenazah almarhum Albinus Alfonsius Mehan diiring ratusan sepeda motor dan puluhan mobil sejak keluar dari Bandara Frans Seda Maumere menuju rumah duka.

drh. Alfonsius Albinus Mehan merupakan salah satu korban yang tewas ditembak orang tak dikenal di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Saat itu almarhum sedang menjalankan tugas sebagai seorang dokter hewan menyalurkan bantuan pangan dan bibit ternak kepada masyarakat Muliama. (moa)

Berita gubukinspirasi.idlainnya di Google News