
JAKARTA, gubukinspirasi.idMasyarakat yang hendak bepergian atau beraktivitas di laut perlu memperhatikan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) karena 50 perairan Indonesia diprakirakan mengalami gelombang tinggi 2,5-4 meter pada hari ini, Minggu (13/9/2026).
Peringatan ini berlaku hingga 16 September 2026 dan mencakup sejumlah perairan di sepanjang pesisir barat Sumatra, selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, hingga wilayah timur Indonesia.
Bagi pengguna transportasi laut maupun wisatawan yang berada di kawasan pesisir, informasi mengenai wilayah perairan menjadi penting karena gelombang tinggi tidak berlaku merata di seluruh laut Indonesia.
Pihak BMKG juga mencatat 183 perairan berada dalam kategori gelombang sedang 1,25-2,5 meter.
Gelombang Capai 4 Meter
Wilayah dengan gelombang tinggi berada terutama di sepanjang perairan selatan Indonesia. Dalam ringkasan nasional BMKG, 13 wilayah laut masuk kategori 2,5-4 meter, mulai dari Samudra Hindia barat Aceh hingga Samudra Hindia selatan NTT.
Daftar 13 wilayah tersebut:
- Samudra Hindia barat Aceh
- Samudra Hindia barat Kepulauan Nias
- Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
- Samudra Hindia barat Bengkulu
- Samudra Hindia barat Lampung
- Samudra Hindia selatan Banten
- Samudra Hindia selatan Jawa Barat
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
- Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur
- Samudra Hindia selatan Bali
- Samudra Hindia selatan NTB
- Samudra Hindia selatan NTT
Aceh
- Perairan Aceh Besar-Meulaboh
- Perairan Aceh Singkil-Pulo Banyak
- Perairan Selatan Simeulue
Bengkulu
- Perairan Bengkulu bagian utara
- Perairan Bengkulu
- Perairan Bengkulu bagian selatan
- Perairan Pulau Enggano
- Samudra Hindia barat Bengkulu
Banten
- Selat Sunda barat Pandeglang
- Perairan Selatan Pandeglang
- Perairan Selatan Lebak
Lampung
- Perairan Barat Lampung
- Selat Sunda Selatan Lampung
DI Yogyakarta
- Perairan Kulonprogo
- Perairan Bantul
- Perairan Gunungkidul
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
Jawa Tengah
- Perairan Cilacap
- Perairan Kebumen
- Perairan Purworejo
Jawa Timur
- Perairan Pacitan
- Perairan Trenggalek
- Perairan Tulungagung
- Perairan Blitar
- Perairan Malang
- Perairan Lumajang
- Perairan Jember
- Perairan Banyuwangi
Bali
- Selat Bali bagian selatan
- Perairan Selatan Pulau Bali
- Selat Lombok bagian selatan
NTB
- Perairan Selatan Pulau Lombok
- Selat Alas bagian selatan
- Perairan Selatan Pulau Sumbawa
NTT
- Selat Sumba bagian barat
- Perairan Selatan Sumba
- Perairan Utara Sabu-Raijua
Rincian daerah tersebut berjumlah 37 perairan, yang bersama 13 wilayah pada ringkasan nasional BMKG menjadi angka 50 perairan yang tercantum dalam peringatan nasional.
Wilayah Wisata Pantai
Sejumlah wilayah dalam daftar berada di kawasan pesisir yang menjadi tujuan wisata. Di DI Yogyakarta, gelombang tinggi berlaku di Perairan Kulonprogo, Bantul, dan Gunungkidul.
BMKG menyebut pola angin Timuran serta angin di lapisan 3.000 kaki berpotensi meningkatkan gelombang di perairan selatan Yogyakarta.
Di Bali, peringatan mencakup Selat Bali bagian selatan, Perairan Selatan Pulau Bali, dan Selat Lombok bagian selatan.
Pola angin di perairan utara dan selatan Bali diprakirakan mencapai 4-25 knot.
Di NTT, selain Selat Sumba bagian barat, Perairan Selatan Sumba, dan Perairan Utara Sabu-Raijua yang masuk kategori tinggi, BMKG juga mencatat kecepatan angin tertinggi di sejumlah kawasan seperti Selat Sape, Selat Sumba, Laut Sawu, Perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu-Raijua, hingga Perairan Taman Nasional Komodo yang dapat meningkatkan tinggi gelombang.
Peringatan gelombang tinggi berlaku mulai 13 September 2026 dan berakhir 16 September 2026, dengan waktu mulai yang menyesuaikan zona masing-masing wilayah.
Untuk sejumlah wilayah di Sumatra, Jawa, dan Bangka Belitung, periode berlaku dimulai pukul 07.00 WIB, sementara wilayah Indonesia tengah dan timur mengikuti waktu setempat.
0 Komentar