Ringkasan Berita:
- Satria 9 tahun untuk pertama kalinya mengikuti Audisi Umum PB Djarum di Kudus
- Lodra pernah gagal dalam audisi PB Djarum kini sudah tidak bisa mengikuti audisi karena usia
- Satria ingin meraih Super Tiket dan terinspirasi perjuangan Kevin Sanjaya sejak usia muda
gubukinspirasi.id- Muhammad Satria Jameel Mustofa datang ke Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus bukan sekadar untuk mencoba peruntungan, tetapi membawa kembali mimpi yang pernah kandas di tangan sang kakak, Muhammad Lodra Jameel Mustofa.
Masih berusia 9 tahun dan turun di kategori U-11, Satria menjadi harapan baru keluarga Jamil untuk menembus klub yang sejak dulu ingin mereka tuju.
Khususnya setelah Lodra lebih dahulu mencoba jalur serupa namun harus terhenti di tengah perjalanan.
Berbeda dengan Lodra yang sudah tidak lagi memiliki kesempatan mengikuti audisi karena usianya telah menginjak 15 tahun, Satria justru baru memulai langkah pertamanya di Audisi Umum PB Djarum yang digelar di Kudus.
"Ini audisi (PB Djarum) pertama kali langsung di Kudus," kata Satria ketika ditemui Tribunnews di kawasan GOR Djarum, Jati, Kudus, Kamis (10/9/2026).
Meski baru pertama kali mengikuti audisi, Satria sudah memiliki target yang ingin diwujudkan dari perjuangannya di GOR Djarum, Jati, Kudus.
"Pengennya dapat Super Tiket lolos karantina," ujar Satria.
Keinginan tersebut semakin kuat karena Satria memiliki sosok yang menjadi idolanya dalam perjalanan menekuni bulu tangkis, yakni Kevin Sanjaya Sukamuljo.
Menariknya, Satria menyebut perjalanan dirinya memiliki kemiripan dengan Kevin karena sama-sama mulai berjuang di bulu tangkis sejak usia muda, meski saat ini usianya bahkan masih 9 tahun.
"Idolaku Kevin Sanjaya karena mainnya bagus sama berjuang di badminton sama kayak aku dari umur 10 tahun," ucap Satria.
Lodra Pernah Mencoba, Kini Giliran Satria Mengejar Mimpi
Sebelum Satria datang ke Kudus, Lodra sudah lebih dahulu merasakan ketatnya persaingan ke PB Djarum.
Namun, perjuangan Lodra kala itu dilakukan di Bandung dan dirinya hanya mampu melangkah hingga tahap turnamen.
"Aku pernah nyoba umur 8 tahun tapi bukan di Kudus, di Bandung, waktu itu sempat masuk sampai tahap turnamen tapi kalah," ujar Lodra.
Kegagalan tersebut sebenarnya tidak menghapus keinginan Lodra masuk PB Djarum, tetapi kesempatan tidak lagi berpihak kepadanya.
"Sebetulnya dalam hati aku pengennya sih masuk klub sini (PB Djarum), tapi mungkin belum rezekinya," kata Lodra.
Sang ayah, Jamil, pun sempat kembali berusaha mencari kesempatan bagi Lodra untuk mengikuti audisi.
"Dari 2019 gagal terus mau nyoba lagi 2023 pas Djarum buka lagi audisi umum sayangnya udah di klub lain, terus 2024 pas buka lagi sayangnya kategori usianya sudah lebih setahun," ungkap Jamil.
Kini, kesempatan tersebut beralih kepada Satria yang masih memiliki usia untuk mengejar Super Tiket.
Sementara Lodra hanya bisa memberikan dukungan kepada sang adik berdasarkan pengalaman yang pernah ia rasakan.
Jamil pun tetap setia mendampingi kedua anaknya dalam perjalanan bulu tangkis mereka meski harus membagi waktu dengan pekerjaannya sebagai pedagang.
"Saya pedagang, nemenin datang pertandingan atau audisi kayak gini ada rekan, kita juga bawa beberapa bahan makanan sendiri," tutur Jamil.
Keluarga tersebut bahkan membawa bekal dari rumah selama berada di Kudus demi mendukung Satria mengikuti audisi.
"Ini dia (Lodra) bawa nasi masak sendiri, terus pagi-pagi masakkin adeknya telur buat sarapan," kata Jamil.
Dengan dukungan sang ayah dan pengalaman sang kakak, Satria kini memiliki kesempatan untuk menulis cerita baru keluarga mereka di Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus.
(gubukinspirasi.id/Niken)
0 Komentar