
Ringkasan Berita:
- Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Sakit Tingkat II Kartika Husada Kesdam XII/Tanjungpura, Sabtu 12 September 2026 .
- Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Kalimantan Barat, dr. Muhammad Asroruddin, mengatakan tidak seluruh peserta yang menjalani pemeriksaan dapat langsung dioperasi.
- Dari total 192 pasien, hanya 25 pasien yang matanya memenuhi indikasi medis untuk tindakan operasi katarak.
gubukinspirasi.id, KUBURAYA - Kodam XII/Tanjungpura menggelar bakti kesehatan berupa operasi katarak gratis bagi masyarakat Kalimantan Barat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI.
Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Sakit Tingkat II Kartika Husada Kesdam XII/Tanjungpura, Sabtu 12 September 2026 .
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Kalimantan Barat, dr. Muhammad Asroruddin, mengatakan tidak seluruh peserta yang menjalani pemeriksaan dapat langsung dioperasi.
Dari total 192 pasien, hanya 25 pasien yang matanya memenuhi indikasi medis untuk tindakan operasi katarak.
"Jadi salah satu indikasinya adalah kajang penglihatannya yang berkurang ataupun memburuk, 1 meter, 2 meter atau enggak, kurang dari 6 meter ya penglihatan jauhnya," ujarnya saat diwawancarai gubukinspirasi.id.
Ia menjelaskan, pasien yang layak dioperasi harus memiliki lensa mata yang sudah keruh dan mengganggu penglihatan.
Sementara sebagian peserta lainnya tidak memenuhi kriteria karena bukan menderita katarak atau tingkat kataraknya masih tergolong ringan.
"Kemudian kita periksa itu kataraknya atau lensanya sudah keruh dan mengganggu penglihatan, sehingga itu bisa menjadi kriteria untuk pasien dioperasi. Karena sebagian juga ada yang bukan katarak, kemudian kataraknya mungkin masih terlalu tipis, sehingga tidak perlu dioperasi dulu," jelasnya.
Menurut Asroruddin, keberhasilan operasi katarak dinilai dari peningkatan kemampuan penglihatan pasien setelah menjalani tindakan medis.
Pasien yang sebelumnya hanya mampu melihat cahaya atau gerakan tangan diharapkan dapat kembali melihat dengan lebih jelas.
"Kalau operasi katarak kita tetap berpatokan pada hasil pemeriksaan akhir setelah operasi itu misalkan kajang penglihatannya membaik dari yang tidak bisa lihat atau hanya bisa melihat 1 meter atau cahaya saja atau gerak-gerak tangan itu bisa melihat jelas seperti manusia normal," katanya.
Ia menambahkan, proses pemulihan pascaoperasi akan terus dipantau melalui pemeriksaan lanjutan pada hari pertama, satu minggu, hingga satu bulan setelah tindakan.
"Setelah operasi pasien bisa lihat, bisa segera misalkan 1 hari setelah operasi ataupun beberapa waktu setelah operasi karena masih masa pemulihan, bisa kita kontrol setelah hari pertama 1 minggu, kemudian 1 bulan itu nanti akan dinilai kembali penglihatannya apakah sudah membaik atau tidak," tuturnya.
Dengan penglihatan yang membaik, pasien diharapkan dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dan bekerja secara produktif.
"Jadi pasien bisa aktivitas lagi, lebih produktif lagi, lebih bisa melihat lebih jelas lagi," ucapnya.
Terkait perawatan pascaoperasi, pasien diminta menghindari beberapa aktivitas yang berpotensi mengganggu proses penyembuhan, seperti membiarkan luka operasi terkena air serta melakukan pekerjaan berat dalam beberapa hari pertama.
"Kalau setelah operasi biasanya kita anjurkan ada beberapa hal yang dihindari misalkan luka bekas operasinya tidak boleh kena air misalnya 1 atau 2 minggu kemudian aktivitas berat itu 3 hari pertama kita anjurkan untuk tidak dilakukan,atau istirahat sebentar, aktivitas biasa saja di rumah kemudian kalau keluar rumah memakai pelindung mata seperti itu. Jadi sebetulnya tidak terlalu memberatkan untuk pasca operasinya tapi harus dipantau gitu saja," lanjutnya.
Selain itu, pasien juga dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi yang kaya vitamin A dan vitamin C untuk membantu mempercepat proses pemulihan.
"Karena ini kan ada tindakan ya atau luka operasi selainnya jadi ataupun ada terjadi radang pemengkakan jadi untuk makanan kita tetap anjurkan makanan sehari-hari terutama yang banyak mengandung vitamin C, vitamin A biar penyembuhannya lebih baik," ujarnya.
Asroruddin berharap kegiatan bakti kesehatan tersebut dapat membantu masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak sehingga dapat kembali beraktivitas secara normal.
"Jadi harapannya memang dengan adanya kegiatan ini pasien yang awalnya tidak bisa melihat jelas, bisa lebih jelas melihat seperti orang normal kemudian bisa produktif lagi, bisa bekerja kembali kalau memang dia terganggu dengan kegiatannya, kemudian bisa melakukan aktivitas harian dengan lebih baik saja kemudian diharapkan memang banyak yang terbantu masyarakat karena sebagian besar belum tahu ya, kemudian mungkin terkendala masalah akses, transportasi. kemudian akses masalah pelayanan kesehatannya sendiri, kemudian masalah biaya juga mungkin jadi diharapkan kegiatan ini bisa membantu banyak orang," pungkasnya.
Profil Singkat Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura
Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura (disingkat Kodam XII/TPR) merupakan Komando kewilayahan pertahanan militer yang meliputi provinsi Kalimantan Barat.
Kodam ini merupakan hasil likuidasi dari Kodam VI/Tanjungpura, yang pada tanggal 28 Juni 2010 dipecah secara resmi oleh KASAD Jenderal TNI George Toisutta menjadi 2 Kodam yaitu Kodam VI/Mulawarman dan Kodam XII/Tanjungpura.
Dibentuk : 17 Juli 1958
Negara : Indonesia Indonesia
Tipe unit : Komando Daerah Militer
Bagian dari : TNI Angkatan Darat
Markas : Kubu Raya, Kalimantan Barat
Moto : Carathana Jita Vina (Sanskrit, lit:"Sekali melangkah pantang menyerah")
Baret : HIJAU
Himne : Mars Tanjungpura. (*)
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Baca Berita Terbaru di GOOGLE NEWS
0 Komentar