5 Fakta Menarik Burung Kareo Padi yang Suka Bersihkan Makanan!

Featured Image

Peta Persebaran dan Habitat Alami Kareo Padi

Kareo padi memiliki cakupan wilayah yang sangat luas, mencakup berbagai negara di Asia Selatan, Asia Timur, hingga Asia Tenggara. Mereka dapat ditemukan di India, Pakistan, Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, Bhutan, China, Korea Utara dan Selatan, Jepang, serta seluruh wilayah Asia Tenggara termasuk Indonesia dari Sumatra hingga Maluku. Bahkan, mereka juga bisa ditemukan di beberapa negara di kawasan Timur Tengah seperti Oman dan Uni Emirat Arab.

Luasnya area persebaran ini mencapai sekitar 39,3 juta km persegi. Burung ini tidak termasuk dalam spesies yang bermigrasi, sehingga mereka cenderung tinggal di tempat yang sama atau hanya sedikit berpindah jika diperlukan. Habitat alami kareo padi umumnya berupa daerah sekitar sumber air tawar, seperti sungai, danau, dataran banjir, rawa, hutan bakau, lahan pertanian, dan taman buatan manusia. Mereka membutuhkan lingkungan dengan vegetasi air yang lebat karena sumber makanan tersedia di sekitar area tersebut.

Makanan Favorit dan Cara Memperolehnya

Kareo padi termasuk hewan karnivor yang mengonsumsi ikan kecil, serangga, dan invertebrata air. Mereka juga bisa melengkapi makanan dengan biji-bijian yang ada di sekitar sumber air. Burung ini aktif pada waktu pagi dan sore hari, yang disebut sebagai aktivitas krepuskular.

Mereka mencari makan dengan berjalan di air yang dangkal, menggunakan pijakan dari vegetasi air. Kaki panjang mereka membantu proses pencarian makanan. Paruh mereka digunakan untuk menangkap mangsa, dan jika perlu, paruh bisa digunakan untuk menggali mangsa yang terjebak di lumpur atau vegetasi. Uniknya, kareo padi biasanya membasuh mangsa yang kotor sebelum mengonsumsinya.

Kehidupan Sosial dan Bentuk Komunikasi

Secara umum, kareo padi lebih suka hidup sendiri. Namun, menjelang musim kawin atau karena alasan tertentu, mereka bisa ditemukan bersama pasangan mereka saat mencari makan. Mereka sering menghabiskan waktu di sekitar sumber air atau tepian. Sarang mereka dibangun di tepian dengan bahan seperti ranting, akar, dan bagian tanaman lain yang dibentuk menyerupai cangkir kecil.

Komunikasi antar sesama kareo padi dilakukan melalui suara. Mereka cenderung berisik saat matahari mulai terbit atau senja tiba. Suara utama mereka mirip dengan suara parau dengan nada tinggi. Di beberapa lokasi, kareo padi juga diketahui mengeluarkan suara berkwek layaknya bebek.

Sistem Reproduksi

Musim kawin kareo padi bisa terjadi kapan saja sepanjang tahun, tetapi puncaknya terjadi antara bulan Juni hingga Oktober. Burung ini termasuk hewan monogami, artinya pasangan akan setia satu sama lain. Jantan akan menarik perhatian betina dengan cara membungkukkan tubuh, mencakar tanah, menggigit calon pasangan, dan mengeluarkan berbagai suara khas.

Setelah terbentuk, pasangan kareo padi akan membangun sarang bersama. Betina akan menghasilkan 6—7 butir telur yang inkubasi selama 19 hari. Kedua induk bertanggung jawab atas penjagaan dan pengeraman telur hingga menetas. Setelah menetas, kedua induk masih tetap dekat dengan anak-anak mereka untuk melatih cara menangkap mangsa.

Status Konservasi

Meskipun kareo padi memiliki wilayah persebaran yang luas, status konservasinya masih aman. Menurut IUCN Red List, mereka termasuk kategori "Least Concern". Jumlah populasi diperkirakan antara 10—100 ribu individu. Namun, tren populasi saat ini belum diketahui secara pasti.

Ancaman terbesar bagi kareo padi adalah penghilangan habitat alami akibat pembukaan lahan oleh manusia dan pencemaran. Diperkirakan dalam waktu 10 tahun ke depan atau sekitar 3 generasi, populasi kareo padi akan berkurang sebanyak 10 persen. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga alam, bahkan dari hal-hal kecil, agar bisa hidup harmonis dengan lingkungan sekitar.

0 Komentar