PROBOLINGGO, GUBUKINSPIRASI.id – PT Paiton Energy (PE) dan PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI) memperkuat komitmen kemitraan bersama Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ), Paiton, Probolinggo.
Melalui kunjungan resmi PE dan POMI ke Ponpes Nurul Jadid, Sabtu (16/8/25), kedua belah pihak sepakat memperpanjang program kerjasama Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Selain itu, disepakati pula rencana perluasan inisiatif lingkungan berbasis teknologi eco friendly.
Dilaksanakan di Aula Ponpes Nurul Jadid, beberapa tokoh tampak hadir dalam kunjungan resmi tersbut. Di antaranya, pimpinan utama Pesantren Nurul Jadid, termasuk KH. Moh. Zuhri Zaini (Pengasuh PPNJ), KH. Najiburrahman Wahid (Rektor Universitas Nurul Jadid), KH. Faiz AHZ (Ketua Yayasan Nurul Jadid), dan KH. Fahmi AHZ (Kepala Biro Pengembangan sekaligus Wakil Bupati Probolinggo).
Sementara dari pihak perusahaan hadir President Director PT Paiton Energy Fazil Erwin Alfitri, CFO PE Bayu Anggoro Widyanto, President Director PT POMI Sugiyanto, External Relations PE Bambang Jiwantoro, serta HCFC Manager PT POMI Rochman Hidayat.
Berkesempatan memberikan sambutan pembuka di momen strategis itu, Fazil menyampaikan bahwa kemitraan dengan Pesantren Nurul Jadid telah berlangsung cukup lama. "Sudah sejak tahun 2009," ungkapnya.
Sementara dari pihak perusahaan hadir President Director PT Paiton Energy Fazil Erwin Alfitri, CFO PE Bayu Anggoro Widyanto, President Director PT POMI Sugiyanto, External Relations PE Bambang Jiwantoro, serta HCFC Manager PT POMI Rochman Hidayat.
Berkesempatan memberikan sambutan pembuka di momen strategis itu, Fazil menyampaikan bahwa kemitraan dengan Pesantren Nurul Jadid telah berlangsung cukup lama. "Sudah sejak tahun 2009," ungkapnya.
Fazil melanjutkan, sejak tahun 2009 itu, kerjasama strategis antara PPNJ, PE, dan POMI telah banyak berkontribusi pada sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pengembangan infrastruktur, hingga pelestarian lingkungan.
“Kemitraan ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung tujuan SDGs dan pembangunan berkelanjutan di Probolinggo dan Indonesia,” jelas President Director PT Paiton Energy itu.
Diketahui, salah satu poin penting yang dibahas dalam kunjungan tersebut adalah proyeksi pengembangan pemanfaatan fly ash dan bottom ash (limbah hasil pembakaran batu bara) menjadi produk berdaya guna.
Dijeskan lebih lanjut, limbah hasil pembakaran batu bara itu dapat dikembangkan menjadi beragam produk konstruksi seperti bata ringan, paving block, dan material jalan. Proyek itu diharap dapat memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung pengelolaan limbah secara produktif.
Selanjutnya, President Director PT POMI, Sugiyanto, menambahkan bahwa perpanjangan kerja sama strategis antara PPNJ dengan PE serta POMI melalui sekam TJSL juga dapat membuka peluang untuk program ekspansi jangka panjang.
Selanjutnya, President Director PT POMI, Sugiyanto, menambahkan bahwa perpanjangan kerja sama strategis antara PPNJ dengan PE serta POMI melalui sekam TJSL juga dapat membuka peluang untuk program ekspansi jangka panjang.
“Kami tidak berhenti sampai tahun 2042 (akhir masa kerjasama, red) saja, tapi juga terus berupaya memperluas kontribusi kami melalui program-program lanjutan sesuai arah RUPTL nasional,” katanya.
Sementara itu, mewakili keluarga besar Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PE dan POMI selama ini.
Sementara itu, mewakili keluarga besar Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PE dan POMI selama ini.
“Kerja sama ini sangat berarti bagi kami sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pelayanan masyarakat. Harapannya, kolaborasi ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ungkap Kiai Zuhri.
Beliau juga mengungkapkan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama kegiatan berlangsung. “Mohon dimaafkan jika ada hal-hal yang kurang berkenan. Semoga semuanya bernilai manfaat bagi kita semua,” tambahnya.
Kunjungan ini memperkuat sinergi antara sektor industri dan institusi pendidikan berbasis pesantren dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan di wilayah Probolinggo. (*)
Beliau juga mengungkapkan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan selama kegiatan berlangsung. “Mohon dimaafkan jika ada hal-hal yang kurang berkenan. Semoga semuanya bernilai manfaat bagi kita semua,” tambahnya.
Kunjungan ini memperkuat sinergi antara sektor industri dan institusi pendidikan berbasis pesantren dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan di wilayah Probolinggo. (*)


0 Komentar