
Wisata Religi yang Menyentuh Jiwa di Kabupaten Karanganyar
Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, tidak hanya dikenal dengan pesona alam pegunungan dan udara sejuknya, tetapi juga sebagai salah satu tujuan wisata religi. Berbagai situs suci dan bersejarah tersebar di daerah ini, menawarkan pengalaman spiritual yang berpadu dengan pengetahuan sejarah serta keindahan arsitektur dan alam. Wisata religi di Karanganyar menjadi magnet tersendiri bagi para peziarah dan wisatawan yang ingin menenangkan batin, mendekatkan diri kepada Tuhan, sekaligus mengenal warisan budaya Nusantara.
Berikut ini adalah rekomendasi tempat wisata religi yang wajib dikunjungi saat berada di Karanganyar:
1. Astana Giribangun
Astana Giribangun adalah kompleks makam keluarga Presiden ke-2 RI, Soeharto, yang terletak di lereng Gunung Lawu, Desa Matesih. Tempat ini sering dikunjungi masyarakat untuk berziarah dan mengenang jasa-jasa Soeharto. Selain nilai historisnya, kompleks makam ini menampilkan arsitektur khas Jawa yang kental dan suasana pegunungan yang sejuk.
2. Candi Sukuh
Candi Hindu yang terletak di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, memiliki arsitektur yang unik dan berbeda dari candi lain di Indonesia. Candi Sukuh dikenal karena relief-relief simbolik yang menggambarkan tema kesuburan dan spiritualitas. Meski bersifat religius, tempat ini juga menjadi objek studi sejarah dan budaya karena peninggalannya dari era akhir Majapahit.
3. Puri Taman Saraswati
Puri Taman Saraswati terletak di kompleks Candi Ceto, Dusun Ceto, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Karanganyar. Tempat ini diresmikan pada tahun 2007 sebagai hasil kerja sama antara Pemkab Karanganyar dan Gianyar, Bali, karena memiliki garis leluhur yang sama. Berada di lereng utara Gunung Lawu, taman ini menjadi tempat pemujaan umat Hindu sekaligus objek wisata yang menyuguhkan pemandangan indah.
Daya tarik utama adalah Patung Dewi Saraswati yang didatangkan dari Gianyar, menggambarkan dewi cantik berparas lembut dan bijaksana. Patung ini memegang empat simbol ilmu: Wina (keindahan pengetahuan), Aksamala (kekekalan ilmu), Damaru (seni budaya), dan Pustaka (pengetahuan). Hari Saraswati dirayakan setiap 210 hari sekali sebagai bentuk pemujaan atas ilmu dan kesucian.
4. Astana Mangadeg
Astana Mangadeg merupakan kompleks pemakaman para penguasa awal Mangkunegaran, seperti Mangkunagara I, II, dan III, serta para kerabat dan pejuang yang mendukung perlawanan terhadap Kesultanan Mataram dan VOC. Terletak di Girilayu, Matesih, kompleks ini menyediakan berbagai fasilitas seperti mushola, rest area, tempat pendaftaran ziarah, serta toko cinderamata. Suasana pedesaan yang sejuk dan pemandangan alam yang indah menambah kesan spiritual yang mendalam bagi para peziarah.
5. Pertapaan Bancolono
Pertapaan Bancolono di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, dikenal sebagai petilasan Raja Majapahit terakhir, Brawijaya V. Lokasi ini dipercaya sakral oleh sebagian masyarakat dan sering digunakan untuk tirakat. Letaknya yang berada di lereng Gunung Lawu dan dekat jembatan Bancolono, perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, menjadikannya tempat yang sarat makna spiritual dan nilai sejarah.
0 Komentar