
Penyakit Menular Seksual yang Bisa Menyebar Tanpa Kontak Seksual
Penyakit menular seksual (PMS) sering dikaitkan dengan hubungan seksual, tetapi faktanya, beberapa jenis PMS bisa menyebar melalui cara-cara lain. Ini termasuk kontak dengan cairan tubuh terinfeksi, kontak kulit ke kulit, atau bahkan dari ibu ke anak selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. Berikut adalah beberapa penyakit menular seksual yang bisa menyebar tanpa kontak seksual.
1. Herpes
Herpes simplex virus (HSV) dapat menyebar melalui kontak kulit ke kulit. Peluang infeksi tinggi saat berciuman atau berhubungan seks dengan seseorang yang memiliki luka terbuka. Namun, herpes oral juga bisa tertular melalui peralatan makan, sedotan, atau peralatan minum yang tidak dicuci. Meskipun kasusnya jarang, ini tetap menjadi jalur penularan yang perlu diperhatikan.
Gejala umum herpes genital dan oral meliputi: - Sensasi geli, gatal, atau terbakar - Lepuh dan luka berisi cairan - Gejala seperti flu
2. Hepatitis B
Virus hepatitis B menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh dan darah, terutama selama hubungan seksual. Namun, infeksi juga bisa terjadi melalui penggunaan jarum suntik, pisau cukur, atau sikat gigi bersama. Bayi juga bisa terinfeksi saat lahir dari ibu yang terinfeksi.
Gejala hepatitis B meliputi: - Mual - Sakit perut - Kulit dan bagian putih mata menjadi kuning - Jaringan parut pada hati dan kanker hati bisa berkembang jika tidak diobati
3. HIV
Human immunodeficiency virus (HIV) melemahkan sistem kekebalan tubuh. Virus ini bisa menyebar melalui hubungan seksual, berbagi jarum suntik, atau dari ibu ke bayi. Gejala HIV muncul setelah bertahun-tahun sejak infeksi, namun orang yang terinfeksi masih bisa menularkan virus tersebut.
Gejala HIV meliputi: - Pembengkakan kelenjar getah bening - Demam - Sakit kepala - Menggigil - Ruam - Keringat malam - Nyeri otot - Sakit tenggorokan - Sariawan di mulut
4. Trikomoniasis
Trikomoniasis disebabkan oleh parasit dan bisa menyebar melalui kontak non-seksual, seperti handuk basah atau sentuhan alat kelamin. Gejalanya meliputi: - Keputihan abnormal dengan warna tidak biasa - Bau tidak wajar pada wanita - Rasa nyeri atau gatal di sekitar alat kelamin
5. Klamidia
Klamidia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis dan biasanya menyebar melalui seks vaginal, anal, dan oral. Namun, klamidia juga bisa menyebar saat berbagi mainan seks. Infeksi ini bisa diobati, tetapi gejalanya sering kali tidak terlihat, sehingga banyak yang tidak menyadari dirinya terinfeksi.
6. HPV
Human papillomavirus (HPV) bisa menyebabkan kutil dan kanker. Meski sebagian besar jenis HPV menyebar melalui kontak seksual, beberapa jenis bisa menyebar melalui kontak kulit ke kulit atau permukaan yang digunakan bersama, seperti kamar mandi umum atau kolam renang.
Beberapa orang mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali, meski tetap bisa menularkan virus tersebut.
7. Hepatitis C
Hepatitis C adalah infeksi virus yang mengancam jiwa dan menyerang hati. Penularannya bisa melalui darah terinfeksi, seperti penggunaan jarum suntik bersama atau transfusi darah. Gejalanya meliputi demam, kelelahan, kehilangan selera makan, mual, muntah, nyeri perut, urine berwarna gelap, dan kulit atau mata menguning.
Memahami bahwa penyakit menular seksual bisa menyebar tanpa kontak seksual sangat penting untuk menjaga kebersihan pribadi dan berhati-hati dalam berbagai situasi. Dengan kesadaran akan jalur penularan yang tidak terduga, kita bisa lebih waspada dan mencegah risiko yang mungkin muncul di sekitar kita.
0 Komentar