Apa Itu Sekolah Rakyat?

Featured Image

Program Sekolah Rakyat Dimulai Tahun Ajaran Baru 2025-2026

Pemerintah telah memulai pelaksanaan program Sekolah Rakyat pada tahun ajaran baru 2025-2026. Sebanyak 63 titik Sekolah Rakyat mulai menjalani masa pembelajaran pada hari pertama, sementara 37 lokasi lainnya akan menyusul di akhir bulan ini. Lebih dari 9.700 siswa akan mengikuti pendidikan di sekolah-sekolah ini.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo. Tujuan utamanya adalah untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Model Sekolah Asrama dengan Pendidikan Gratis

Sekolah Rakyat memiliki model asrama atau boarding school yang menawarkan pendidikan 100 persen gratis untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Rencananya, akan ada sebanyak 200 Sekolah Rakyat yang menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Dari jumlah tersebut, 100 Sekolah Rakyat akan dibangun menggunakan dana APBN dan didukung penuh oleh Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU). Sementara itu, 100 sekolah lainnya akan dibangun melalui dukungan swasta serta kolaborasi dengan Kementerian Sekretariat Negara (Mensesneg) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (KemenBUMN).

Pendekatan Pembelajaran Fleksibel

Salah satu hal yang membedakan Sekolah Rakyat dengan sekolah konvensional adalah pendekatan pembelajaran yang fleksibel dan personal. Sekolah ini menerapkan sistem multi-entry dan multi-exit, yang artinya siswa dapat masuk kapan saja tanpa harus menunggu tahun ajaran baru dan menyelesaikan pendidikannya sesuai capaian belajar sendiri.

Meski demikian, ijazah Sekolah Rakyat setara dengan sekolah umum karena masih menggunakan Kurikulum Nasional. Dalam rencana, sebanyak 100 titik lokasi Sekolah Rakyat akan beroperasi pada tahun 2025. Rinciannya, 63 lokasi akan mulai matrikulasi pada hari ini dan 37 lainnya menyusul pada akhir bulan.

Wilayah Jawa akan menjadi wilayah terbanyak dengan 48 lokasi, disusul Sumatra dengan 22 lokasi, Sulawesi 15 lokasi, Bali-Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Maluku masing-masing 4 lokasi, serta Papua dengan 3 lokasi.

Kapasitas Peserta Didik dan Tujuan Program

Total kapasitas peserta didik pada tahap pertama ini mencapai 9.755 siswa. Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi pendidikan berkualitas yang terjangkau dan inklusif, serta mendukung pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Kurikulum Sekolah Rakyat

Kurikulum di Sekolah Rakyat tetap menggunakan Kurikulum Nasional, namun juga memperkenalkan kurikulum baru yang disebut Multi Entry-Multi Exit. Kurikulum ini memberikan fleksibilitas bagi siswa untuk memilih jalur pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan mereka.

Kurikulum Multi Entry-Multi Exit mencakup tiga aspek penting, yaitu fisik, psikologis, dan akademik, yang akan membantu menyetarakan kesiapan siswa dari berbagai latar belakang sebelum memulai pendidikan formal.

Untuk memastikan kualitas pembelajaran yang terjaga, Sekolah Rakyat juga menerapkan sistem Learning Management System (LMS) berbasis digital. Dengan sistem ini, seluruh kegiatan pembelajaran dan administrasi pendidikan akan termonitor secara real-time dari pusat.

Struktur Kurikulum yang Komprehensif

Kemensos bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang memiliki kompetensi mengukur beberapa aspek termasuk aspek gizi, kesehatan, tingkat IQ, kedisiplinan, kecerdasan mental, hingga kompetensi masing-masing murid. Hasil pengukuran tersebut nantinya akan dilaporkan kepada orang tua, wali murid, dan publik setidaknya dalam setiap semester.

Kurikulum Sekolah Rakyat menggabungkan pendekatan nasional dan kekhasan lokal, mencakup tiga muatan utama:

  1. Kurikulum Persiapan (Learner Preparatoal)
    Tahap awal ini bertujuan melakukan talent mapping melalui asesmen kesiapan fisik, mental, dan akademik siswa. Hal ini menjadi fondasi kuat sebelum memasuki proses belajar yang lebih intensif.

  2. Kurikulum Sekolah Formal
    Mengacu pada standar nasional, kurikulum ini mencakup:

  3. Intrakurikuler
  4. Kokurikuler
  5. Ekstrakurikuler

  6. Kurikulum Asrama (Boarding)
    Merupakan bagian dari pendidikan karakter, kurikulum ini menguatkan nilai-nilai:

  7. Karakter dan kepemimpinan
  8. Spiritualitas
  9. Cinta Tanah Air
  10. Bahasa dan komunikasi

Sekolah untuk anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) ini berasrama, paginya sekolah formal dan malamnya pendidikan karakter dengan kurikulum asrama.

  1. Kompetensi Lulusan
    Lulusan Sekolah Rakyat diharapkan menghasilkan lulusan yang unggul dalam:
  2. Nilai akhlak dan keagamaan
  3. Karakter kepemimpinan
  4. Penguasaan bahasa dan literasi digital
  5. Entrepreneurship
  6. Ketuntasan akademik

0 Komentar