
Kode Etik Guru dan Tanggung Jawab yang Harus Dijalankan
Dalam program Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025, para guru peserta akan menghadapi berbagai materi yang berkaitan dengan kode etik. Salah satu topik yang menjadi fokus adalah Kode Etik Guru, yang mencakup tanggung jawab terhadap enam unsur. Berikut penjelasan lengkapnya.
Alasan Mengapa Kode Etik Penting untuk Setiap Profesi
Kode etik merupakan pedoman yang sangat penting dalam setiap profesi. Tujuannya antara lain:
- Menjamin integritas dengan memastikan bahwa anggota profesi bertindak jujur, adil, dan bertanggung jawab.
- Membangun kepercayaan publik dengan menunjukkan komitmen terhadap standar tinggi.
- Mengatur perilaku profesional dengan adanya pedoman.
- Melindungi pihak yang dilayani dari tindakan yang merugikan atau melanggar aturan.
Selain itu, kode etik juga membantu menghindari penyalahgunaan wewenang, memberikan standar prosedur yang harus diikuti, serta memudahkan pengawasan oleh pihak yang berwenang.
Dampak Tidak Ada Panduan untuk Berperilaku
Jika tidak ada panduan untuk berperilaku dalam suatu profesi, maka kemungkinan besar akan terjadi konflik baik antar rekan seprofesi maupun dengan pihak-pihak yang menggunakan jasa profesi tersebut. Hal ini dapat mengganggu kinerja dan hubungan kerja yang sehat.
Tujuan Sekolah Terkait Nilai Moral
Sekolah memiliki tujuan untuk menanamkan rasa hormat terhadap nilai-nilai moral, terhadap orang lain dan diri sendiri, serta toleransi terhadap ras, agama, dan cara hidup lain. Ini merupakan bagian dari delapan tujuan sekolah yang dirumuskan oleh Dewan Konsultatif Pendidikan di Sekolah pada tahun 1977.
Prinsip Altruisme dalam Kode Etik Guru
Prinsip altruisme dalam kode etik guru merujuk pada tindakan yang menempatkan kepentingan siswa di atas kepentingan pribadi. Hal ini mencakup penghormatan terhadap kebutuhan dan hak-hak siswa, serta kesediaan untuk membantu mereka tanpa mengharapkan imbalan.
Tanggung Jawab Guru dalam Ilmu Pengetahuan
Seorang guru bertanggung jawab untuk menjaga sikap profesional dan bekerja sama dengan rekan kerja. Selain itu, guru juga harus bersedia mengakui kesalahan dan mengajarkan materi pelajaran secara objektif, termasuk metode yang mungkin tidak populer.
Integritas Intelektual dalam Kode Etik Guru
Integritas intelektual merujuk pada penghormatan terhadap hakikat ilmu dan pengetahuan. Hal ini mencakup metodologi bagaimana pengetahuan diperoleh, proses penyelidikan, pembuktian, dan pengujian kebenaran. Seorang guru harus menjunjung nilai-nilai kebenaran dan objektivitas dalam pengajaran.
Enam Unsur Tanggung Jawab Guru
Berdasarkan Pasal 7 huruf G Permendikbud Ristek nomor 67 tahun 2024, guru memiliki tanggung jawab terhadap enam unsur, yaitu:
- Profesi
- Peserta didik
- Rekan seprofesi
- Orang tua/wali peserta didik
- Masyarakat
- Peraturan perundang-undangan
Tanggung Jawab Guru kepada Profesi
Guru diwajibkan untuk menjaga harkat dan reputasi profesi, serta mengedepankan musyawarah untuk mufakat. Selain itu, guru harus memiliki motivasi dan menjunjung prinsip keadilan, keberagaman, toleransi, serta fasilitatif.
Pelanggaran Kode Etik dalam Kasus Pak Dudung
Dalam kasus Pak Dudung, ia menerima hadiah dari orang tua murid dan memberikan sesi tambahan belajar kepada murid tertentu. Tindakan ini dianggap sebagai pelanggaran terhadap prinsip imparsiglitas, yaitu ketidakobjektifan dalam pengajaran dan pemberian layanan.
Tanggung Jawab Guru kepada Rekan Sesama Guru
Guru diwajibkan untuk menjaga hubungan profesional dengan rekan seprofesi, menjalin kesetiakawanan, serta menjunjung sikap kebersamaan. Hal ini menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan saling mendukung.
Hal yang Tidak Boleh Dilakukan oleh Guru
Berdasarkan Permendikbud Ristek no. 67 tahun 2024, guru dilarang untuk terlibat dalam politik praktis, politik transaksional, atau terafiliasi dengan partai politik. Hal ini bertujuan untuk menjaga netralitas dan profesionalisme dalam dunia pendidikan.
0 Komentar