Dari Kampus ke Sawah: Inovasi Smart Farming Drone Mahasiswa KKN 12 Unmuh Jember


JEMBER, GUBUKINSPIRASI.id -
 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 12 Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember melaksanakan program kerja bertajuk Smart Farming Drone berupa penyemprotan pestisida menggunakan teknologi drone di area persawahan Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, pada pekan ini.

Kegiatan ini merupakan bentuk penerapan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses penyemprotan pestisida. Program tersebut bekerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sukorambi dan melibatkan para petani pemilik lahan sebagai peserta sekaligus penerima manfaat.

Kegiatan ini di praaksarai oleh Kooordinator Desa (Koordes) KKN 12, Alfan Nasrullah, bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan secara keseluruhan. Sementara itu, pelaksanaan teknis program dikoordinasikan oleh penanggung jawab (PJ) proker, Muhammad Arsyad Rafi dan Imelda Diah Kusuma, yang memimpin dan memandu jalannya demonstrasi dan sosialisasi penggunaan drone kepada petani.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kanit Bhabinkamtibmas Desa Sukorambi, Bapak Darto Simponi, jajaran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) desa, dosen Fakultas Pertanian Unmuh Jember Iwan Wahyudi, S.P., M.P., serta sejumlah petani setempat.

Dalam pelaksanaannya, drone digunakan untuk menyemprotkan pestisida secara merata di lahan persawahan dengan kapasitas tangki tertentu dan sistem pengaturan ketinggian otomatis. Teknologi ini memungkinkan penyemprotan dilakukan lebih cepat dibandingkan metode manual menggunakan tangki gendong, serta mampu menjangkau area yang sulit diakses.

Muhammad Arsyad Rafi menjelaskan bahwa penggunaan drone dapat memangkas waktu kerja secara signifikan dan mengurangi beban fisik petani. 

Selain itu, risiko paparan langsung pestisida terhadap tubuh petani juga dapat diminimalkan karena proses penyemprotan dilakukan dari jarak aman. Imelda Diah Kusuma menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berupa demonstrasi, tetapi juga edukasi mengenai perkembangan pertanian dalam hal tekonologi era kemajuan. Para petani diberikan penjelasan mengenai cara kerja drone, perhitungan kebutuhan cairan pestisida per hektare, serta potensi efisiensi biaya operasional dalam jangka panjang.

Dosen Fakultas Pertanian Unmuh Jember, Iwan Wahyudi, S.P., M.P., menyampaikan bahwa penerapan teknologi seperti drone merupakan bagian dari transformasi pertanian menuju sistem yang lebih presisi dan modern. 

Ia berharap inovasi ini dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kabupaten Jember. Kanit Bhabinkamtibmas Desa Sukorambi, Bapak Darto Simponi, turut hadir dan juga memberikan apresiasi atas kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan kelompok tani dalam mendukung kemajuan sektor pertanian desa.


Melalui program Smart Farming Drone, mahasiswa KKN 12 Unmuh Jember berharap petani Desa Sukorambi semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi dalam kegiatan budidaya, sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat dan kesejahteraan petani semakin terangkat. (*)

0 Komentar