Enam Dosen STAICI Situbondo Perkuat Jejaring Akademik Global di ICHES 2026 Banyuwangi


BANYUWANGI, GUBUKINSPIRASI.id
– Enam dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Cendekia Insani (STAICI) Situbondo turut ambil bagian dalam The 5th International Conference on Humanity, Education, and Society (ICHES) 2026 yang digelar di Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Banyuwangi, Jawa Timur, pada 9–10 Februari 2026. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya STAICI Situbondo dalam memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus meningkatkan kualitas tridarma perguruan tinggi di level global.

Konferensi internasional bertajuk “Islam, Humanity, and Social Transformation: Multidisciplinary Pathways Toward an Inclusive and Sustainable Global Society” tersebut menghadirkan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Forum ini menjadi ruang pertemuan lintas disiplin yang membahas isu-isu strategis seputar keislaman, kemanusiaan, pendidikan, serta tantangan masyarakat global menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta konferensi terlibat dalam diskusi intensif, presentasi ilmiah, serta pertukaran gagasan yang menyoroti peran pendidikan dan nilai-nilai kemanusiaan dalam merespons dinamika global, termasuk perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan isu keberlanjutan. ICHES 2026 juga menjadi ajang strategis untuk membangun kolaborasi riset lintas institusi dan lintas negara.

Salah satu sesi yang menyita perhatian peserta adalah paparan keynote speaker, Dr. Hanim Misbah dari Malaysia. Dalam pemaparannya, ia mengangkat topik tentang pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam kehidupan manusia. Ia menekankan pentingnya sikap kritis dan etis dalam menggunakan teknologi, agar manusia tidak justru “dimanfaatkan” oleh AI, melainkan mampu mengendalikan dan memanfaatkannya untuk kemaslahatan bersama. Paparan tersebut memicu diskusi hangat dan reflektif di kalangan peserta konferensi.


Ketua Panitia ICHES 2026, Dr. Kholilurrahman, menyampaikan bahwa konferensi ini berjalan dengan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta. Menurutnya, ICHES bukan hanya forum akademik, tetapi juga ruang dialog kemanusiaan yang relevan dengan tantangan zaman.

“ICHES 2026 merupakan acara yang sangat sukses dan inspiratif. Kami berharap melalui forum ini, kajian tentang keislaman, kemanusiaan, dan transformasi sosial dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya masyarakat global yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dari pihak STAICI Situbondo, Wakil Ketua I Bidang Akademik, Dr. Ahmad Musaddad, menjelaskan bahwa partisipasi dosen dan tenaga pendidik dalam ICHES 2026 merupakan bentuk komitmen institusi dalam mendorong dosen untuk aktif di forum ilmiah internasional. Menurutnya, keterlibatan ini penting tidak hanya untuk pengembangan kapasitas individu dosen, tetapi juga untuk peningkatan reputasi dan kualitas akademik perguruan tinggi.

“Konferensi ini menjadi wadah penting bagi para akademisi untuk berdiskusi, bertukar gagasan, dan merumuskan solusi atas tantangan kemanusiaan, pendidikan, dan sosial di era global. Kami berharap forum seperti ini dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat kolaborasi lintas institusi,” kata Dr. Ahmad Musaddad.

Ia menambahkan, keikutsertaan dosen STAICI Situbondo dalam konferensi internasional juga sejalan dengan tuntutan dunia pendidikan tinggi saat ini, yang menekankan pentingnya internasionalisasi, publikasi ilmiah, dan jejaring riset global. Melalui forum ICHES 2026, dosen diharapkan dapat membawa pulang perspektif baru dan mengimplementasikannya dalam kegiatan akademik di kampus.

Adapun enam dosen STAICI Situbondo yang berpartisipasi dalam ICHES 2026 tersebut adalah Halimatus Sa’diyah, M.Pd.; Dr. Ahmad Musaddad, M.Pd.; Imam Baidawi, M.Pd.; Hasiyatiningsih, M.Pd.; Saiful Bahri, M.Pd.; dan Isro Puad, M.Pd. Kehadiran mereka mencerminkan peran aktif STAICI Situbondo dalam percakapan akademik global, khususnya pada isu-isu keislaman, pendidikan, dan kemanusiaan.

Partisipasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas kerja sama internasional, meningkatkan kualitas riset, serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi Islam dalam menjawab tantangan sosial di tingkat lokal, nasional, maupun global. (*)

*) Pewarta: Miftahorrahman

0 Komentar