Arkeolog Temukan Jejak Kota Perdagangan Kuno Berusia 3.500 Tahun di Peru

Featured Image

Penemuan Kota Kuno Berusia 3.500 Tahun di Peru

Para arkeolog telah menemukan sebuah kota kuno yang berusia sekitar 3.500 tahun di Peru, Amerika Selatan. Penemuan ini terjadi pada hari Kamis (3 Juli 2025). Kota tersebut diberi nama Penico dan merupakan salah satu situs penting yang memberikan wawasan lebih dalam tentang peradaban kuno di wilayah tersebut.

Kota Penico diduga pernah menjadi pusat perdagangan yang menghubungkan budaya di pesisir Samudera Pasifik dengan masyarakat di Pegunungan Andes dan hutan Amazon. Para arkeolog menyebut bahwa kota ini merupakan kelanjutan dari peradaban Caral, yaitu peradaban tertua di Amerika Selatan. Saat ini, situs Penico telah dibuka untuk publik sebagai tempat wisata, memungkinkan pengunjung untuk melihat sisa-sisa bangunan dan struktur yang tersisa dari masa lalu.

Lokasi dan Struktur Kota Penico

Penico terletak di Provinsi Huaura, sebelah utara dari Peru. Dari data yang dikumpulkan oleh para peneliti, kota ini diperkirakan pernah menjadi pusat perdagangan yang sangat strategis. Rekaman drone yang dirilis menunjukkan bahwa pusat kota ditandai dengan struktur berbentuk melingkar yang terletak di atas perbukitan. Di dalam struktur tersebut, terdapat sisa-sisa bangunan yang dibuat dari batu dan lumpur. Bangunan-bangunan ini berada di ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut.

Para peneliti telah mengidentifikasi setidaknya 18 struktur di Penico, termasuk kuil upacara dan kompleks permukiman. Dinding di alun-alun utama situs ini menampilkan relief ukiran dan gambaran alat musik kuno bernama pututu, yaitu terompet dari cangkang kerang yang suaranya dapat terdengar dari jarak jauh. Di beberapa bangunan lain, ditemukan patung tanah liat berbentuk manusia, hewan, benda-benda dalam upacara, serta kalung dari manik-manik dan kerang laut.

Peran Strategis dan Perdagangan

Lokasi Penico sangat strategis karena menghubungkan berbagai wilayah pesisir hingga pengunungan dan dataran tinggi. Wilayah ini menjadi jalur penting bagi perdagangan dan interaksi antara masyarakat dari berbagai daerah. Kejayaan Penico juga diduga berkaitan dengan perannya dalam perdagangan hematit, yaitu pigmen merah yang memiliki makna simbolis dalam kosmologi Andes.

Hubungan dengan Peradaban Caral

Penico didirikan antara tahun 1.800 hingga 1.500 SM, tidak jauh dari lokasi peradaban Caral. Peradaban Caral sendiri adalah peradaban tertua di benua Amerika Selatan, yang berkembang sekitar 5.000 tahun lalu. Peradaban ini memiliki 32 bangunan monumental dan dianggap berkembang pada waktu yang sama dengan peradaban besar seperti Mesir, India, Sumeria, dan China.

Ruth Shady, peneliti utama sekaligus direktur Zona Arkeologi Caral (ZAC), menyatakan bahwa kota kuno ini penting karena muncul setelah peradaban Caral yang hancur akibat perubahan iklim. “Pusat perkotaan ini berkembang mengikuti tradisi budaya Caral,” ujar Shady.

Pembukaan Situs untuk Wisata

Situs Penico kini resmi diperkenalkan ke publik pada awal bulan Juli setelah melalui proses ekskavasi dan konservasi yang memakan waktu hingga delapan tahun. Kini, situs tersebut telah dibuka untuk pariwisata, lengkap dengan pusat interpretasi modern, area penerimaan pengunjung, serta jalur pejalan kaki yang menyusuri reruntuhan kota tersebut.

Pembukaan situs ini dilakukan menjelang perayaan pertama, yakni festival publik bernama Penico Raymi, yang dilakukan dengan ritual tradisional, pertunjukan seni, dan upacara penghormatan terhadap Dewi Bumi, Pachamama. Festival ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan warisan budaya kuno kepada masyarakat luas.

0 Komentar