Babinsa Mangaran Turun ke Sawah: Sinergi TNI dan Petani Dukung Ketahanan Pangan Nasional

SITUBONDO – Upaya mendukung ketahanan pangan nasional terus diperkuat di berbagai daerah, termasuk di Kecamatan Mangaran, Kabupaten Situbondo. Komitmen ini terlihat nyata melalui aksi terjun langsung Babinsa Koramil 0823-04/Mangaran, Serda Abd Rahman, ke lahan pertanian milik warga di Dusun Krajan, Desa Mangaran, Kamis (10/7/2025).

Dengan mengenakan seragam loreng dan sepatu bot, Serda Abd Rahman bahu-membahu bersama petani setempat, Bapak Agus S, dalam proses awal penanaman padi di atas lahan seluas 0,4 hektare. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Luas Tambah Tanam (LTT) yang diinisiasi pemerintah pusat untuk meningkatkan produksi pertanian di seluruh Indonesia.

“TNI hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk menjadi bagian dari solusi ketahanan pangan. Kami para Babinsa punya peran penting mendampingi petani agar hasil panen lebih optimal dan berkelanjutan,” ujar Serda Abd Rahman di sela kegiatan.

Kolaborasi TNI dan Petani Wujudkan Kemandirian Pangan

Kehadiran Babinsa dalam sektor pertanian bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, peran TNI—terutama Bintara Pembina Desa (Babinsa)—menjadi semakin strategis dalam mendukung program Hanpangan (Ketahanan Pangan). Mereka bertugas membantu para petani mulai dari proses persiapan lahan, masa tanam, hingga panen.

“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Jika rakyat cukup pangan, negara akan kuat. Maka sinergi TNI dan petani harus terus ditingkatkan,” tambahnya.

Langkah ini sejalan dengan arahan Mabes TNI AD yang menekankan pentingnya keterlibatan aktif aparat teritorial dalam mendorong produktivitas pertanian desa. Selain membantu secara teknis, Babinsa juga menjadi penghubung antara petani dan berbagai stakeholder, mulai dari dinas pertanian, penyuluh lapangan, hingga perbankan pertanian.

Semangat Gotong Royong Bangkitkan Desa Tangguh Pangan

Bapak Agus S, pemilik lahan yang didampingi Babinsa, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran TNI. Ia mengatakan bahwa pendampingan ini bukan hanya memberikan tenaga tambahan, tetapi juga semangat moral dan motivasi bagi petani.

“Biasanya kami kerja sendiri. Tapi kalau ada Babinsa ikut turun, semangat kami jadi meningkat. Ada rasa dihargai dan didukung,” ungkapnya.

Menurutnya, sinergi ini juga berdampak pada meningkatnya partisipasi masyarakat sekitar untuk lebih aktif mengolah lahan. Ia berharap program LTT dan pendampingan dari TNI bisa terus berlanjut agar hasil panen bisa lebih baik dari tahun sebelumnya.

Selain kerja fisik, Babinsa juga berperan dalam edukasi pemanfaatan pupuk secara efisien, pemilihan bibit unggul, hingga penerapan metode tanam yang lebih ramah lingkungan dan hemat air.

Mendukung Arah Kebijakan Nasional: Swasembada Pangan 2025

Program Luas Tambah Tanam (LTT) merupakan bagian dari strategi nasional menuju Swasembada Pangan 2025. Pemerintah menargetkan peningkatan produktivitas tanaman pangan, terutama beras dan jagung, melalui pemanfaatan lahan tidur dan optimalisasi masa tanam.

Kecamatan Mangaran, dengan potensi lahan pertanian yang cukup luas, menjadi salah satu titik fokus implementasi program ini di Kabupaten Situbondo. Kehadiran Babinsa memperkuat ekosistem pertanian lokal agar siap berkontribusi dalam pencapaian target nasional.

Lebih dari sekadar pekerjaan lapangan, kegiatan ini juga menjadi sarana membangkitkan semangat bertani bagi generasi muda. Dengan melibatkan unsur TNI yang disiplin dan teladan, diharapkan anak-anak muda desa memiliki pandangan positif terhadap sektor pertanian yang selama ini dianggap kurang menjanjikan.

“Kami ingin pertanian tidak hanya menjadi warisan, tetapi juga pilihan masa depan. Melalui pendampingan ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa bertani adalah profesi mulia dan strategis bagi bangsa,” tutup Serda Abd Rahman. (*)

0 Komentar