Djokovic Akui Masalah Fisik Usai Kalah di Semifinal Wimbledon 2025

Featured Image

Djokovic Mengakui Kendala Fisik Saat Hadapi Sinner di Semifinal Wimbledon 2025

Novak Djokovic mengakui adanya kendala fisik saat bertanding melawan Jannik Sinner dalam pertandingan semifinal Wimbledon 2025. Pertandingan yang berlangsung di Centre Court, London, pada Jumat, 11 Juli 2025, harus berakhir dengan kekalahan straight set bagi petenis berusia 38 tahun ini.

Djokovic tampak terhambat secara fisik sepanjang pertandingan. Ia masih merasakan dampak dari cedera yang dialaminya saat meraih kemenangan di perempat final melawan Flavio Cobolli. “Ada cukup banyak gangguan fisik,” ujar Djokovic soal kondisi yang ia alami setelah kekalahan tersebut. Ia juga menekankan bahwa ia tidak ingin terlalu banyak membicarakan detail cedera yang ia alami.

“Saya tidak ingin hanya mengeluh karena tidak bisa bermain sebaik mungkin. Saya ingin mengucapkan selamat kepada Jannik atas penampilan hebatnya. Dia sudah sampai ke final. Dia terlalu tangguh. Saya merasa kecewa karena saya tidak bisa bergerak sebaik yang saya harapkan,” tambahnya.

Djokovic datang ke Wimbledon dengan target untuk meraih gelar mayor ke-25 dan gelar kedelapan di Wimbledon agar bisa menyamai rekor Roger Federer. Dalam lima pertandingan awal, ia tampil solid. Namun, cedera yang ia alami di akhir kemenangan perempat final membuatnya kurang bugar menjelang semifinal Grand Slam ke-52-nya.

Bagi Djokovic, masalah utama adalah usia dan kondisi tubuhnya yang tidak lagi seprima dulu. “Saya berusaha menjaga kondisi sebaik mungkin. Tapi realitas yang saya hadapi sekarang, satu setengah tahun lalu, benar-benar tak terduga. Sulit bagi saya untuk menerimanya karena saya merasa ketika saya bugar, saya masih bisa bermain tenis dengan sangat baik. Saya telah membuktikannya tahun ini,” ujarnya.

Djokovic, yang hampir menyapu bersih gelar Grand Slam pada 2023, kini tersingkir di semifinal di tiga turnamen mayor pada tahun 2025. Ia mengundurkan diri dari pertandingan melawan Alexander Zverev di Australian Open dan kalah dari Sinner di Roland Garros. “Saya rasa bermain best-of-five, terutama tahun ini, benar-benar perjuangan berat bagi saya secara fisik. Semakin lama turnamen berlangsung, semakin buruk kondisinya,” kata Djokovic.

Ia juga mengatakan bahwa ia harus melawan Sinner atau Alcaraz di setiap Grand Slam. “Mereka semua bugar, muda, dan tajam. Saya merasa seperti memasuki pertandingan dengan semangat yang setengah kosong. Mustahil untuk memenangi pertandingan seperti itu,” tambahnya.

Meski sudah tua, Djokovic tetap membuka peluang untuk tampil di Wimbledon tahun depan. “Saya akan sedih, tetapi semoga ini bukan pertandingan terakhir saya di Centre Court. Saya tidak berencana untuk mengakhiri karir Wimbledon saya hari ini. Jadi saya berencana untuk kembali setidaknya sekali lagi, bermain di Centre Court pastinya,” ujarnya.

Djokovic meninggalkan London dengan catatan 26-8 musim ini, yang ditandai dengan gelar ke-100 tingkat turnya di Jenewa. Final pada Minggu, 13 Juli mendatang, akan menjadi pertama kalinya ia absen dalam perebutan gelar di babak final sejak 2017.

Ketika ditanya pendapatnya tentang pertandingan mendatang antara Alcaraz dan Sinner, Djokovic sudah punya jawaban. “Saya rasa saya akan sedikit condong ke Carlos sebagai favorit karena dua gelar yang telah ia menangi di sini, cara bermainnya, dan kepercayaan dirinya saat ini,” ujar Djokovic yang pernah kalah dari Alcaraz di final Wimbledon pada 2023 dan 2024. “Tapi itu hanya sedikit keuntungan karena Jannik memukul bola dengan sangat baik. Saya rasa ini akan menjadi pertandingan yang sangat ketat seperti di Paris.”

0 Komentar