PROBOLINGGO, GUBUKINSPIRASI.id – Universitas Nurul Jadid (Unuja) Probolinggo kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun semangat kewirausahaan generasi muda dengan menjadi tuan rumah Diplomat Success Challenge (DSC) Campus Roadshow 2025 yang digelar secara daring, Rabu (23/7/2025).
Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian sosialisasi DSC Season 16, sebuah kompetisi bisnis nasional yang telah konsisten mendukung wirausaha muda Indonesia dalam membangun bisnis bertumbuh (Total Growth Business).
Digelar melalui platform Zoom mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, kegiatan ini diikuti sekitar 90 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen Unuja Probolinggo, dan beberapa masyarakat umum serta mitra.
Digelar melalui platform Zoom mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, kegiatan ini diikuti sekitar 90 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen Unuja Probolinggo, dan beberapa masyarakat umum serta mitra.
Para peserta tampak antusias mengikuti sesi demi sesi, terutama ketika memasuki segmen diskusi dan tanya jawab seputar kewirausahaan, strategi bisnis, hingga peluang berkompetisi di ajang DSC yang dibungkus dengan tema "Your Pitch, Your Future: Tantang Dirimu, Bangun Total Growth Bussiness di DSC".
Guna menggelorakan semangat kewirausahaan mahsiswa, acara tersebut menghadirkan dua narasumber inspiratif yang memiliki rekam jejak kuat di dunia wirausaha. Indra Purwidyanto, pemenang DSC Season 15, membagikan pengalaman pribadinya dalam membangun bisnis dari nol hingga berhasil menembus pasar melalui pendampingan dan jaringan yang ia peroleh dari program DSC.
Guna menggelorakan semangat kewirausahaan mahsiswa, acara tersebut menghadirkan dua narasumber inspiratif yang memiliki rekam jejak kuat di dunia wirausaha. Indra Purwidyanto, pemenang DSC Season 15, membagikan pengalaman pribadinya dalam membangun bisnis dari nol hingga berhasil menembus pasar melalui pendampingan dan jaringan yang ia peroleh dari program DSC.
Indra menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam mengembangkan usaha, terlebih di tengah tantangan bisnis yang terus berubah.
“DSC menjadi titik balik dalam perjalanan usaha saya. Di sini saya belajar langsung dari para mentor, mendapatkan insight berharga, dan berjejaring dengan komunitas entrepreneur muda dari berbagai daerah. Hal-hal itulah yang membuat bisnis saya berkembang dan berdaya saing,” tutur Indra.
Sementara itu, Frandy Taqwa Subachtar, S.E., pendiri sekaligus komisaris Jago Bahasa dan Impacta, hadir memberikan perspektif tentang pentingnya mindset growth dalam dunia wirausaha. Menurutnya, kegagalan adalah bagian dari proses bertumbuh dan bukan sesuatu yang harus ditakuti.
“Bagi seorang entrepreneur sejati, gagal bukan akhir, tapi proses. Gagal bukan aib, tapi pelajaran. Tidak berhenti karena ditolak, tidak menyerah karena jatuh. Terus maju sampai kegagalan yang lelah dan akhirnya menyerah,” ujar Frandy yang juga dikenal sebagai pegiat edukasi dan transformasi digital.
Ia menambahkan bahwa ketahanan dan kemauan untuk terus belajar adalah kualitas mutlak yang harus dimiliki oleh setiap pengusaha muda.
“DSC menjadi titik balik dalam perjalanan usaha saya. Di sini saya belajar langsung dari para mentor, mendapatkan insight berharga, dan berjejaring dengan komunitas entrepreneur muda dari berbagai daerah. Hal-hal itulah yang membuat bisnis saya berkembang dan berdaya saing,” tutur Indra.
Sementara itu, Frandy Taqwa Subachtar, S.E., pendiri sekaligus komisaris Jago Bahasa dan Impacta, hadir memberikan perspektif tentang pentingnya mindset growth dalam dunia wirausaha. Menurutnya, kegagalan adalah bagian dari proses bertumbuh dan bukan sesuatu yang harus ditakuti.
“Bagi seorang entrepreneur sejati, gagal bukan akhir, tapi proses. Gagal bukan aib, tapi pelajaran. Tidak berhenti karena ditolak, tidak menyerah karena jatuh. Terus maju sampai kegagalan yang lelah dan akhirnya menyerah,” ujar Frandy yang juga dikenal sebagai pegiat edukasi dan transformasi digital.
Ia menambahkan bahwa ketahanan dan kemauan untuk terus belajar adalah kualitas mutlak yang harus dimiliki oleh setiap pengusaha muda.
“Yang penting bukan menghindari masalah, tapi bagaimana kita bangkit ketika masalah datang. Itulah persistence yang membedakan antara yang bertahan dan yang tumbang.”
Diskusi berlangsung semakin dinamis dengan hadirnya moderator Nur Elisa Faizaty, S.E., M.Si., dosen Unuja Probolinggo sekaligus aktivis kewirausahaan kampus.
Diskusi berlangsung semakin dinamis dengan hadirnya moderator Nur Elisa Faizaty, S.E., M.Si., dosen Unuja Probolinggo sekaligus aktivis kewirausahaan kampus.
Elisa memandu jalannya acara dengan hangat dan komunikatif, membuka ruang dialog yang konstruktif antara narasumber dan peserta.
Selain mendapatkan inspirasi dari para pelaku bisnis muda, peserta juga dibekali informasi teknis seputar kompetisi DSC Season 16, mulai dari mekanisme pendaftaran, persyaratan peserta, hingga tips menyusun proposal bisnis yang kompetitif.
Selain mendapatkan inspirasi dari para pelaku bisnis muda, peserta juga dibekali informasi teknis seputar kompetisi DSC Season 16, mulai dari mekanisme pendaftaran, persyaratan peserta, hingga tips menyusun proposal bisnis yang kompetitif.
Kesempatan itu menjadi sangat berharga, mengingat pendaftaran kompetisi masih dibuka secara gratis melalui tautan: bit.ly/DSCSeason16UniversitasNurulJadid
Lebih lanjut, gelaran DSC Season 16 tahun ini hadir mengusung tema #GebrakanBersama, DSC Season 16 mendorong mahasiswa Unuja Probolinggo dan generasi muda Indonesia untuk mulai berani bermimpi, memformulasikan ide, dan menantang diri membangun masa depan melalui jalur kewirausahaan.
Lebih lanjut, gelaran DSC Season 16 tahun ini hadir mengusung tema #GebrakanBersama, DSC Season 16 mendorong mahasiswa Unuja Probolinggo dan generasi muda Indonesia untuk mulai berani bermimpi, memformulasikan ide, dan menantang diri membangun masa depan melalui jalur kewirausahaan.
Program DSC tak hanya memberikan hibah modal usaha bagi pemenang, tetapi juga membuka akses pendampingan, pelatihan, dan koneksi ke jejaring entrepreneur nasional.
Partisipasi Universitas Nurul Jadid dalam ajang ini menjadi bukti nyata bahwa institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam menumbuhkan semangat entrepreneur di kalangan anak muda. Melalui kegiatan seperti DSC Roadshow, mahasiswa tidak hanya disiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja yang inovatif dan berdampak. (*)
Partisipasi Universitas Nurul Jadid dalam ajang ini menjadi bukti nyata bahwa institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam menumbuhkan semangat entrepreneur di kalangan anak muda. Melalui kegiatan seperti DSC Roadshow, mahasiswa tidak hanya disiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja yang inovatif dan berdampak. (*)



0 Komentar