Gotong Royong Lancarkan Irigasi: TNI dan Warga Sumbermalang Bersihkan Saluran Air Demi Panen Padi Melimpah

SITUBONDO – Semangat gotong royong yang menjadi jati diri bangsa kembali terlihat di Dusun Bales, Desa Plalangan, Kecamatan Sumbermalang, Kabupaten Situbondo, Sabtu (12/7/2025). Dipimpin Serma Mustakim, personel Koramil 0823/16 Sumbermalang bahu-membahu dengan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan puluhan warga setempat membersihkan saluran irigasi utama yang menyuplai air ke ratusan hektare persawahan di wilayah tersebut.

Menjawab Kebutuhan Dasar Petani

Musim tanam padi di Sumbermalang biasanya dimulai pertengahan Juli. Namun endapan lumpur, sampah plastik, dan rumput liar kerap menyumbat saluran irigasi, membuat debit air yang mengalir ke petak sawah menjadi tidak stabil. Kondisi ini berisiko menurunkan produksi gabah petani hingga 20 % jika dibiarkan.

“Kami hadir untuk membantu mencari solusi nyata,” ujar Serma Mustakim di sela kerja bakti. “Irigasi lancar berarti tanaman padi tumbuh optimal, biaya pompa berkurang, dan pendapatan petani meningkat.”

Aksi Nyata di Lapangan

Sejak pukul 06.30 WIB, personel TNI bersama PPL dan warga telah berkumpul di bendung kecil di hilir dusun. Mereka memotong rumput liar, mengeruk sedimentasi lumpur dengan cangkul, serta mengangkut sampah ke titik pengumpulan sementara. Warga juga memasang bronjong sederhana dari bambu untuk mencegah sampah terbawa arus kembali.

Menurut Rohmad (45), ketua kelompok tani setempat, saluran ini mengairi lebih dari 120 hektare sawah yang dikelola 317 petani. “Kalau air tersumbat, kami terpaksa menyedot air sungai pakai mesin diesel. Biayanya bisa Rp300 ribu per hektare per musim. Dengan irigasi bersih, biaya itu bisa ditekan,” jelasnya.

Sinergi PPL dan Babinsa

Penyuluh pertanian, Siti Nurjanah, S.P., menambahkan bahwa kerja bakti tidak sekadar membersihkan fisik saluran, tetapi juga momentum edukasi. “Kami sosialisasikan prinsip 3R—Reduce, Reuse, Recycle—agar petani tidak membuang plastik kemasan pupuk ke kanal. Peran Babinsa membuat pesan ini lebih mudah diterima karena ada teladan langsung,” katanya.

Model kolaborasi semacam ini, lanjut Siti, selaras dengan program Kementerian Pertanian untuk memperkuat Kelompok Irigasi Tersier (KIT) berbasis partisipasi masyarakat. “Ketika TNI turun langsung, tingkat keterlibatan warga meningkat signifikan,” ujarnya.

Menguatkan Semangat Kebersamaan

Bagi warga, kehadiran aparat kewilayahan tidak hanya menambah tenaga, tetapi juga membangkitkan rasa empati dan persatuan. “Melihat tentara ikut terjun ke lumpur, kami jadi malu kalau tidak ikut turun,” canda Fatkhur Rozi (32), salah satu peserta kerja bakti.

Selain membersihkan kanal utama, tim juga menata jalur inspeksi sepanjang dua kilometer agar kendaraan roda dua petani bisa melintas saat musim panen. Jalan inspeksi yang baik memudahkan distribusi gabah ke penggilingan dan menekan kehilangan hasil (post-harvest loss).

Kontribusi pada Ketahanan Pangan Nasional

Upaya di tingkat desa ini sejalan dengan program Ketahanan Pangan (Hanpangan) yang digelorakan pemerintah pusat. Dengan target swasembada beras dan jagung pada 2025, setiap hektare lahan produktif sangat berharga. “Ketahanan pangan adalah bagian tak terpisahkan dari ketahanan nasional. Karena itu TNI AD menugaskan Babinsa ikut memastikan produktivitas pertanian,” tegas Serma Mustakim.

Komandan Kodim 0823 Situbondo, dalam keterangan tertulis terpisah, menyatakan dukungan penuh terhadap aksi lintas sektor semacam ini. “Kami instruksikan seluruh Koramil mengidentifikasi titik kritis irigasi di wilayah masing-masing dan berkoordinasi dengan dinas terkait,” tulisnya.

Berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis (UPT) setempat, rata-rata produktivitas padi di Kecamatan Sumbermalang saat ini 6,1 ton gabah kering panen per hektare. Dengan irigasi lancar, angka tersebut diproyeksikan naik menjadi 6,5 ton. Kenaikan empat kuintal per hektare saja bisa menambah pendapatan petani hampir Rp2 juta dalam satu musim tanam.

“Kalau setiap desa bisa menambah produksi segitu, Situbondo makin kokoh sebagai lumbung padi di tapal kuda,” kata Camat Sumbermalang, Dimas Wicaksana, S.ST., M.M., yang turut meninjau lokasi.

Kerja bakti hari itu berakhir menjelang zuhur. Saluran irigasi sepanjang hampir tiga kilometer kini tampak jernih, siap mengalirkan air ke sawah yang baru ditanami. Warga dan personel TNI menutup kegiatan dengan doa bersama untuk kelancaran panen.

“Gotong royong tidak boleh hilang. Ia adalah kekuatan sosial kita,” pungkas Serma Mustakim sebelum meninggalkan lokasi. (*)

0 Komentar