Kementan Jambi Dukung Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah Pertama

Kementan Jambi Dukung Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah Pertama

Peran Ayah dalam Pendidikan Anak di Hari Pertama Sekolah

Dalam upaya memperkuat peran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak, berbagai inisiatif dilakukan untuk meningkatkan partisipasi orang tua, terutama ayah, dalam proses pendidikan. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah Gerakan “Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah” yang diinisiasi secara nasional. Gerakan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kehadiran ayah sejak awal masa pendidikan anak.

Tujuan dan Makna Gerakan

Gerakan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 7 Tahun 2025. Tujuannya adalah mengajak seluruh ayah di Indonesia untuk aktif terlibat dalam momen penting seperti hari pertama masuk sekolah. Tidak hanya sekadar mengantar, kehadiran ayah diharapkan mampu memberikan dukungan emosional, motivasi, serta membangun kedekatan antara anak dan orang tua.

Keterlibatan aktif ayah juga menjadi bagian dari langkah nyata dalam mewujudkan keluarga berkualitas yang seimbang dalam peran pengasuhan. Dengan demikian, kehadiran ayah tidak lagi dianggap sebagai tambahan, tetapi sebagai elemen esensial dalam membentuk karakter dan kepercayaan diri anak.

Pelaksanaan di Provinsi Jambi

Di Provinsi Jambi, kegiatan ini digelar serentak di berbagai sekolah dasar di seluruh kabupaten dan kota. Salah satu titik pelaksanaan yang menjadi perhatian utama adalah SDN 66 Telanaipura, Kota Jambi. Suasana sekolah tampak semarak dengan hadirnya para ayah yang turut mengantar anak-anak mereka di hari pertama masuk sekolah.

Kegiatan ini turut dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jambi, Drs. Putut Riyatno, M.Kes. Dalam sambutannya, ia menyampaikan semangat kepada para siswa dan orang tua yang hadir. Ia menekankan bahwa keterlibatan ayah dalam dunia pendidikan bukanlah peran pelengkap, melainkan bagian esensial dalam membentuk karakter dan kepercayaan diri anak.

Pesan dan Harapan

Ia menjelaskan bahwa kehadiran ayah di hari pertama sekolah adalah simbol dukungan yang dapat membekas kuat dalam ingatan anak, memberikan rasa aman, serta motivasi untuk menjalani proses belajar dengan semangat. "Ayah bukan hanya pencari nafkah, tetapi juga pendamping yang hadir secara emosional dan fisik dalam setiap fase tumbuh kembang anak," ujarnya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Kepala Perwakilan juga memberikan semangat dan motivasi langsung kepada siswa-siswi yang baru memulai tahun ajaran baru. Ia mengajak anak-anak untuk selalu semangat dalam belajar, rajin membaca, dan pantang menyerah dalam meraih cita-cita. Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya sarapan sebelum berangkat ke sekolah agar anak-anak tetap fokus dan aktif selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Pesan ini diharapkan dapat menanamkan kebiasaan positif sejak dini dalam kehidupan sehari-hari para siswa. Beliau juga berharap agar gerakan ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.

Dampak Positif pada Generasi Muda

Dengan keterlibatan aktif ayah dalam pendidikan dan pengasuhan, Kemendukbangga/BKKBN meyakini hal ini akan berdampak positif terhadap pembangunan generasi muda yang berkualitas. Gerakan “Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah” diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara orang tua dan sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.

0 Komentar