Makna Al Ummu Madrasatul Ula Saat Syaban Tiba

Makna Al Ummu Madrasatul Ula Saat Syaban Tiba

Peran Ibu sebagai Sekolah Pertama dalam Pendidikan Anak

Ibu sering disebut sebagai madrasah pertama bagi anak-anak. Kutipan ini sangat populer di masyarakat Indonesia dan menggambarkan pentingnya peran seorang ibu dalam proses pendidikan anak. Dalam bahasa Arab, pepatah ini dinyatakan dengan redaksi:

الأم مدرسة إذا أعددتَها
أعددتَ Ø´َعْباً Ø·َÙŠِّبَ الأعراق

Dalam bentuk Latin, tulisan tersebut adalah:
Al Ummu Madrasatul Ula, Iza adadtaha adadta syaban thayyibal araq

Artinya:
"Ibu adalah madrasah (sekolah) pertama bagi anaknya. Jika engkau mempersiapkannya dengan baik, maka sama halnya engkau mempersiapkan bangsa yang baik pokok pangkalnya."

Pepatah ini berasal dari karya Syaikh Shaleh al-Fauzan dalam kitab “Makaanatul mar-ati fil Islam”. Nasihat atau pepatah ini tidak pernah lekang oleh waktu, tetapi justru semakin relevan di masa kini. Peran ibu dalam kehidupan anak-anak tetap sangat penting, bahkan semakin berkembang seiring berjalannya waktu.

Selain peran ibu, ayah juga memiliki kontribusi yang tidak kalah penting dalam mendidik anak. Kolaborasi antara ibu dan ayah sebagai sekolah pertama bagi anak-anak menjadi fondasi utama dalam membentuk kepribadian yang kuat dan karakter yang baik.

Orang tua tidak boleh hanya menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab pendidikan anak kepada lembaga pendidikan seperti sekolah. Mereka harus lebih aktif dalam memberikan pengajaran dan bimbingan di lingkungan keluarga. Keluarga merupakan lingkungan paling utama dalam proses pembentukan kepribadian anak.

Perilaku orang tua sering ditiru oleh anak-anak. Oleh karena itu, keteladanan yang baik menjadi salah satu kunci utama dalam mendidik anak. Orang tua harus menjadi contoh yang baik, baik dalam sikap, tutur kata maupun tindakan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Furqan ayat 74:
"Dan orang-orang yang berkata, 'Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.’"

Selain itu, Allah SWT juga berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 83:
"Dan ingatlah ketika kami mengambil janji dari Bani Israil, janganlah kamu menyembah selain Allah dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah sholat dan tunaikanlah zakat," Tetapi kemudian kamu berpaling mengingkari kecuali sebagian kecil dari kamu dan kamu masih menjadi pembangkang."

Fungsi pendidikan Islam dalam membina keluarga adalah suatu proses untuk membimbing anak menjadi orang yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Oleh karena itu, manusia membutuhkan pendidikan secara optimal agar mampu mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Belajar mengajar adalah kondisi yang sengaja diciptakan untuk memberikan ilmu dan wawasan kepada generasi penerus. Orang tua memiliki kewajiban untuk mendidik anak-anak mereka. Interaksi antara orang tua sebagai pengajar dan anak sebagai murid akan melahirkan proses edukatif yang efektif.

Di dalam keluarga, semua bentuk pendidikan diperankan secara optimal guna mencapai tujuan hidup di dunia, yaitu memiliki akhlak yang mulia dan meraih ridha Allah. Dengan demikian, peran ibu sebagai madrasah pertama tidak hanya menjadi sebuah kutipan, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

0 Komentar