Menteri Prabowo Resmikan Sekolah Rakyat di Bogor

Featured Image

Sekolah Rakyat: Akses Pendidikan Berkualitas untuk Anak-Anak dari Keluarga Miskin

Pagi ini, di Sentra Terpadu Inten Soewono (STIS) Cibinong, Kabupaten Bogor, suasana terasa riuh dengan kehadiran para ibu dan anak-anak yang mengenakan seragam merah-putih. Ini adalah hari pertama bagi siswa-siswi Sekolah Rakyat yang baru saja memulai masa pengenalan lingkungan satuan pendidikan (MPLS). Program ini hadir sebagai harapan baru bagi banyak keluarga miskin dan ekstrem, memberikan akses pendidikan berkualitas tanpa biaya.

Ridwan, seorang siswa asal Kabupaten Bogor, merupakan salah satu dari 100 siswa yang akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat. Ia tinggal tidak jauh dari lokasi sekolah, hanya sejauh kurang dari 1 km. Ia sangat bersemangat karena bisa menjadi bagian dari program ini. Ayah dan ibunya juga turut mendukungnya, memberi semangat agar ia bisa belajar dengan baik.

Fasilitas Lengkap dan Konsep Pendidikan Inovatif

STIS Cibinong, yang dulunya merupakan aset Kementerian Sosial, kini telah berubah menjadi Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Kabupaten Bogor. Total ada 100 siswa yang terbagi dalam empat rombongan belajar (rombel), masing-masing berisi 25 siswa. Selain itu, sekolah ini memiliki fasilitas lengkap seperti empat ruang kelas, tiga asrama, laboratorium IPA, perpustakaan, lapangan futsal, dan lainnya.

Selama masa MPLS, siswa akan menjalani cek kesehatan gratis, tes talenta DNA, serta pengenalan kartu siswa. Di luar itu, mereka juga akan diberikan pelajaran formal di siang hari dan penguatan karakter pada malam hari. Nilai-nilai agama, kepemimpinan, hingga keterampilan hidup menjadi bagian penting dari kurikulum.

Konsep Berasrama dan Pembelajaran Digital

Sekolah Rakyat dirancang dengan konsep berasrama, sehingga siswa dapat fokus pada pembelajaran tanpa gangguan. Seluruh biaya pendidikan gratis, mulai dari SD hingga SMA. Selain itu, sistem pembelajaran menggunakan Learning Management System (LMS) yang terintegrasi dengan modul digital, memungkinkan akses pendidikan lebih luas, bahkan untuk daerah terpencil.

Kementerian Sosial (Kemensos) menjamin setiap siswa mendapatkan laptop untuk mendukung pembelajaran digital. Guru dan tenaga kependidikan juga dilatih dalam penggunaan LMS, termasuk dukungan dari Yayasan Al-Hikmah yang menyediakan modul ajar secara gratis.

Tujuan Utama: Memutus Rantai Kemiskinan

Sekolah Rakyat digagas oleh Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan utama untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini menargetkan anak-anak dari keluarga miskin dan ekstrem, sesuai dengan Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat telah menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan kualitas. "Sejak adanya Sekolah Rakyat ini, alhamdulillah menginspirasi. Semua lalu mengevaluasi diri," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi Kementerian Sosial atas kesuksesan dalam membangun 100 Sekolah Rakyat yang akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. "Ini luar biasa, dalam waktu singkat menghadirkan 100 sekolah yang siap diresmikan," tambahnya.

Perspektif Pemerintah dan Harapan untuk Masa Depan

Menurut Cak Imin, Sekolah Rakyat bukan hanya sekadar tempat belajar, tetapi juga ekosistem pembelajaran yang menyiapkan peserta didik menjadi pemimpin yang tangguh. "Siapa pun yang masuk harus menjadi orang yang berdaya, mandiri, dan kuat untuk memimpin dirinya, keluarganya, dan masyarakat," katanya.

Ia juga menekankan bahwa anak-anak dari keluarga miskin akan diberi kesempatan maksimal untuk menjadi sumber daya manusia yang tangguh. "Bersyukurlah anak-anakku, terpilih menjadi bagian dari perhatian khusus Presiden dan kementerian terkait," ujarnya.

Namun, ia juga mengingatkan kepada anak-anak yang belum terpilih agar tidak putus semangat. "Jangan khawatir, saatnya akan tiba, semua diberi jalan keluar," kata dia.

Keberlanjutan dan Pengembangan Potensi

Sekolah Rakyat tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga membuka peluang untuk pengembangan minat dan bakat peserta didik. Anak-anak yang tertarik di bidang sains akan didukung dengan pelatihan dan eksperimen. Sementara itu, yang ingin menjadi pengusaha akan diberi wawasan dan pelatihan mental kewirausahaan.

Hingga saat ini, sudah ada 63 titik operasional Sekolah Rakyat yang diresmikan, dengan total siswa lebih dari 6.000. Dengan penambahan 37 titik baru pada akhir Juli, jumlah totalnya akan mencapai 100. Meskipun beberapa sarana masih dalam proses renovasi, guru dan tenaga kependidikan sudah siap sepenuhnya.

Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun generasi emas Indonesia, yang berdaya, mandiri, dan mampu mengubah nasib keluarga serta masyarakat sekitarnya.

0 Komentar