Pemeriksaan Sekolah Rakyat di Probolinggo, Khofifah Percaya Pendidikan Bisa Putuskan Kemiskinan Jatim

Pemeriksaan Sekolah Rakyat di Probolinggo, Khofifah Percaya Pendidikan Bisa Putuskan Kemiskinan Jatim

Sekolah Rakyat di Kota Probolinggo Menjadi Perhatian Gubernur Jawa Timur

Sekolah Rakyat (SR) menjadi salah satu institusi pendidikan yang menarik perhatian masyarakat dalam pembukaan tahun ajaran baru 2025/2026. Di Jawa Timur, SR mulai beroperasi dengan fokus pada pendidikan inklusif dan berkeadilan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Salah satu lokasi SR yang telah memulai kegiatan belajar mengajar adalah di Kota Probolinggo. Kehadiran Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjadi perhatian utama dalam kunjungan tersebut. Ia meninjau siswa SR tingkat SMP dan SMA serta memberikan sambutan kepada para siswa, guru, dan orang tua.

Fasilitas Lengkap untuk Mendukung Pendidikan Inklusif

Di lokasi Rusun Sederhana Kota Probolinggo, Khofifah menyapa sebanyak 100 siswa SR yang berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka memulai hari pertama dengan semangat menyongsong masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan berkualitas.

Selain berinteraksi langsung dengan siswa, Gubernur juga meninjau fasilitas yang tersedia di SR. Termasuk ruang kelas, dapur, hingga ruang kesehatan. Fasilitas ini dirancang agar siswa dapat belajar dengan nyaman dan tanpa terganggu oleh masalah logistik.

Awal Baru untuk Generasi Penerus Bangsa

Khofifah menjelaskan bahwa SR bukan hanya sekadar awal masuk sekolah, tetapi juga awal harapan besar bagi generasi penerus bangsa. Program ini merupakan wujud nyata dari kehadiran negara dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan formal.

Dalam pelaksanaannya, SR memiliki 12 lokasi yang beroperasi di Jawa Timur. Total siswa yang bergabung mencapai 1.183 orang, yang terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Pada hari pertama, para siswa diwajibkan mengikuti pemeriksaan kesehatan, pengenalan lingkungan sekolah, serta orientasi nilai-nilai dasar pendidikan dan kebangsaan.

Partisipasi Orang Tua dan Pendamping

Orang tua siswa turut hadir dalam proses pembelajaran pertama. Mereka diberikan kesempatan untuk melihat langsung fasilitas sekolah dan berinteraksi dengan tenaga pengajar. Hal ini penting karena SR berbasis boarding school, di mana siswa wajib tinggal di asrama.

Selain itu, para siswa dan keluarga juga didampingi oleh pendamping program PKH, pendamping sosial, serta Jatim Social Care. Dukungan ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan program SR.

Bantuan dari Berbagai Instansi

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Sosial RI juga telah menyiapkan beragam perangkat pendukung kegiatan belajar mengajar. Termasuk Buku Pintar SR, buku siswa, panduan pelaksanaan MPLS, hingga modul pembelajaran khusus.

Khofifah menegaskan bahwa cara efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan adalah melalui pendidikan. SR menjadi salah satu langkah solutif dalam memperkuat sumber daya manusia setiap anggota keluarga.

Layanan Penuh untuk Setiap Anak

Pemprov Jatim berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan siswa SR secara lengkap. Setiap anak akan mendapatkan layanan penuh, termasuk makan tiga kali sehari, perlengkapan mandi, dan kebutuhan pribadi lainnya secara gratis. Tujuannya agar siswa dapat fokus belajar tanpa beban logistik.

Dengan dukungan fasilitas dan tenaga pengajar yang mumpuni, proses pembelajaran di SR akan berjalan lancar. Semua kebutuhan siswa akan dipenuhi secara optimal selama mereka mengikuti pendidikan di SR.

Lokasi Sekolah Rakyat di Jawa Timur

Jatim tercatat sebagai provinsi dengan jumlah Sekolah Rakyat terbanyak secara nasional dalam tahap awal pelaksanaan. Dari total 63 sekolah yang direncanakan, 12 di antaranya berada di Jawa Timur.

Tiga lokasi SR berada di atas lahan milik Pemprov Jatim, yaitu UPT PPSPA Batu (Dinsos Jatim), Balai Diklat BPSDM Jatim Kampus Kawi di Kota Malang, serta SMKN Maritim Lamongan. Sementara 9 lokasi lainnya tersebar di berbagai daerah seperti Mojokerto, Malang, Banyuwangi, Pasuruan, Surabaya, Jombang, Kediri, dan Pacitan.

Di Kota Probolinggo, terdapat 2 rombel SMP dan 2 rombel SMA dengan total 100 siswa. Program SR Tahap 1A Tahun Ajaran 2025/2026 di Jatim dimulai dengan total 1.183 siswa, namun ada tiga siswa yang mengirim surat sakit, sehingga hari ini dimulai dengan 1.180 siswa.

0 Komentar