
Sekolah Dasar Negeri 1 Kendalrejo Hanya Menerima Satu Siswa Baru, Proses MPLS Tetap Berjalan
Di Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, terdapat sebuah sekolah dasar yang hanya menerima satu siswa baru pada tahun ajaran 2025-2026. Meskipun jumlah siswa sangat sedikit, proses Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tetap dilaksanakan dengan penuh semangat.
Kepala Sekolah SD Negeri 1 Kendalrejo, Didin Luskha, menjelaskan bahwa penurunan jumlah siswa baru disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, jumlah lulusan dari Taman Kanak-Kanak (TK) di wilayah tersebut relatif sedikit. Di Desa Kendalrejo, Kecamatan Durenan, terdapat tiga siswa lulusan TK, namun dua di antaranya memilih masuk ke sekolah lain, dan hanya satu siswa yang masuk ke SD Negeri 1 Kendalrejo.
Selain itu, persaingan dengan sekolah-sekolah lain di sekitar juga menjadi salah satu pengaruh. Di wilayah tersebut terdapat beberapa lembaga pendidikan seperti SD Negeri 3 Ngadisoko, SD Negeri 2 dan 3 Kendalrejo, serta Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kendalrejo. Hal ini membuat calon siswa lebih banyak memilih sekolah lain.
Upaya untuk Menarik Minat Calon Siswa
Pihak sekolah telah berupaya maksimal untuk menarik minat calon siswa. Berbagai strategi dilakukan, termasuk sosialisasi langsung ke TK dan pendekatan ke wali murid. Salah satu acara yang digelar adalah mewarnai celengan yang melibatkan seluruh siswa TK di Desa Kendalrejo. Tujuannya adalah agar anak-anak dan orang tua lebih mengenal program-program sekolah.
Didin juga menyampaikan bahwa pihak sekolah melakukan pendekatan satu per satu kepada wali murid. Namun, ternyata beberapa keluarga memilih sekolah lain, seperti MI Kendalrejo atau SD Negeri 2 Kendalrejo.
Kondisi Kelas di SD Negeri 1 Kendalrejo
Meski hanya memiliki satu siswa baru, SD Negeri 1 Kendalrejo tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Saat ini, jumlah siswa di kelas-kelas lain bervariasi. Misalnya, Kelas II memiliki 10 siswa, Kelas III hanya 2 siswa, Kelas IV ada 7 siswa, Kelas V ada 6 siswa, dan Kelas VI kembali memiliki 10 siswa.
Proses pembelajaran tetap berjalan normal meskipun jumlah siswa sangat sedikit. MPLS dilaksanakan dengan suasana riang dan penuh antusiasme. Siswa satu-satunya tampak fokus mengikuti kegiatan yang disampaikan guru.
Pembelajaran dan Adaptasi Siswa
Guru pengajar SD Negeri 1 Kendalrejo, Mita Purwanti, menjelaskan bahwa tidak ada penggabungan kelas. Setiap kelas tetap berjalan sesuai tingkatannya. Materi pembelajaran dan fase belajar tetap terpisah, karena anak-anak baru saja memasuki lingkungan sekolah dasar.
"Jika digabungkan, materinya berbeda, jadi fasenya juga berbeda," ujar Mita. Ia menekankan pentingnya menjaga kenyamanan siswa dalam proses adaptasi. Komunikasi dengan orang tua juga sangat diperlukan agar anak merasa didampingi baik di rumah maupun di sekolah.
Menurut Mita, siswa satu-satunya merasa nyaman dan tidak takut atau malu. Anak tersebut bahkan terlihat percaya diri dan berani mengikuti semua kegiatan. "Alhamdulillah, ia tidak membutuhkan pendampingan intensif dari orang tua. Ia sendiri sudah bisa mengikuti proses MPLS dengan baik," tambah Mita.
Harapan dan Komitmen Sekolah
Meskipun hanya menerima satu siswa baru, SD Negeri 1 Kendalrejo tetap berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Pihak sekolah berharap upaya mereka dapat membawa perubahan positif bagi pendidikan di wilayah tersebut. Dengan semangat dan komitmen yang tinggi, harapan besar terus dipegang agar sekolah ini dapat kembali menarik minat calon siswa di masa mendatang.
0 Komentar