Sekolah Dasar Negeri di Trenggalek Hanya Dapat 2 Siswa, Kepala Sekolah: Itu Wajar

Sekolah Dasar Negeri di Trenggalek Hanya Dapat 2 Siswa, Kepala Sekolah: Itu Wajar

Suasana Penuh Harapan di SDN 1 Gembleb Saat Tahun Ajaran Baru Dimulai

Suasana ceria menghiasi wajah para siswa SDN 1 Gembleb, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek saat menyambut Tahun Ajaran Baru 2025/2026. Para siswa antusias dan bahagia karena bisa melanjutkan ke jenjang kelas berikutnya serta menempati ruang kelas yang baru. Dari enam ruang kelas yang tersedia, suasana paling berbeda terlihat di ruang kelas 3.

Selain suasana kelas yang baru, siswa kelas 3 juga memiliki teman baru, yaitu dua siswa dari kelas 1. Penggabungan kelas ini dilakukan agar suasana Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) menjadi lebih semarak dan ceria. Hal ini dilakukan karena jumlah siswa kelas 1 hanya dua orang.

Mengapa Kelas 1 Digabungkan dengan Kelas 3?

Kepala SDN 1 Gembleb, Soenari, menjelaskan bahwa penggabungan kelas ini dilakukan sementara selama MPLS. Tujuannya adalah untuk menciptakan suasana yang lebih menyenangkan bagi siswa kelas 1. Menurutnya, mendidik dua murid memang "gampang-gampang susah" dibandingkan dengan mengajar banyak siswa. Meskipun jumlahnya sedikit, penanganan psikis siswa menjadi hal yang lebih penting.

"Jika jumlah murid banyak, ancamannya adalah bullying. Namun jika hanya satu atau dua orang, tantangannya adalah minder. Mencegah minder butuh perhatian serius karena tidak terlihat secara langsung," ujarnya.

Perkenalan Siswa Baru

Pada hari pertama MPLS, kedua siswa kelas 1, yaitu Attaya Abil Rezqiano dan Yumaita Putri Dirma, diminta untuk memperkenalkan diri. Mereka diberi kesempatan untuk menyampaikan nama, alamat, dan profil orang tua. Harapannya, mereka bisa lebih percaya diri dan membuka diri terhadap lingkungan sekolah.

Hari kedua, guru-guru akan mulai masuk dan melakukan perkenalan. Kedua siswa tersebut diharapkan bisa mengenali guru-guru, termasuk kepala sekolah. Soenari bersyukur karena kedua siswa baru ini cepat membaur dengan siswa lain, termasuk siswa kelas 3.

Hubungan Siswa dengan Sekolah dan Orang Tua

Soenari menjelaskan bahwa kedua siswa baru ini tinggal di sekitar sekolah. Mereka saling berdekatan dan tidak jauh dari sekolah. Di hari pertama, mereka diantar oleh orang tua, namun setelah itu tidak masalah karena sudah kenal dengan kakak-kakak kelasnya.

Ia tidak memberikan tugas yang berat kepada wali kelas. Yang ia minta adalah agar wali kelas dapat menjaga mental siswa dengan memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan menarik. Selain itu, ia meminta agar siswa bisa merangkap sebagai teman dan merangkul kedua siswa tersebut.

Persiapan Wali Kelas 1

Wali kelas 1 SDN 1 Gembleb, Renka Lovita Sari, mengaku kaget dan sedih ketika pertama kali mendengar bahwa ia hanya mendapatkan dua murid. Namun, ia justru bersemangat untuk mengenal lebih dekat dengan kedua "anak barunya".

Renka yakin bisa lebih dekat dengan kedua siswanya kali ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia berencana untuk lebih mengenal karakteristik kedua anak tersebut selama MPLS yang berlangsung selama tiga hari.

Metode Pembelajaran yang Menarik

Menurut Renka, semakin sedikit jumlah siswa, maka penyampaian materi pelajaran bisa lebih kondusif sehingga siswa lebih cepat memahami. Untuk menjaga suasana kelas tetap menyenangkan, ia telah menyiapkan metode pembelajaran yang menarik.

"Saya sudah menyiapkan materi kognitif dan non kognitif khusus untuk pengenalan masa MPLS. Sedikit mengulang materi dari TK soal huruf atau angka dengan print warna-warni," ujarnya.

Renka bertekad untuk memberikan yang terbaik kepada kedua siswanya. Ia ingin kedua anak tersebut menjadi anak yang berprestasi dengan berbagai metode dan teknologi pembelajaran yang ia kuasai. Ia yakin, jika siswa sudah bersedia belajar di sekolah ini, maka ia akan memberikan yang terbaik.

0 Komentar