STAI Ahmad Sibawayhie Situbondo Kirim 60 Mahasiswa KKN, Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Agama


SITUBONDO, GUBUKINSPIRASI.id
– Sekolah Tinggi Agama Islam Ahmad Sibawayhie (STAIAS) Situbondo resmi melepas 60 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke-III yang akan diterjunkan di empat desa di wilayah Kecamatan Mlandingan. Kegiatan pelepasan dilakukan melalui apel resmi yang digelar di halaman Kampus STAIAS pada Senin, 28 Juli 2025.

Kegiatan KKN tahun ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dan Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama,” yang menjadi fokus utama kontribusi mahasiswa selama 41 hari ke depan di tengah masyarakat. Para peserta berasal dari empat program studi, yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), dan Ekonomi Syariah (ES).

Empat lokasi penempatan peserta KKN tersebar di Desa Trebungan (Posko I), Desa Sumberpinang (Posko II), Desa Sumberanyar (Posko III), dan Desa Mlandingan (Posko IV), semuanya berada di wilayah Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STAIAS, Imam Baihaki, S.E., M.H., dalam sambutannya mengingatkan para mahasiswa agar dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjaga nama baik kampus selama berada di tengah masyarakat.

"Saya berharap agar kalian selalu menjaga kepercayaan masyarakat, dan menjaga nama baik almamater kampus STAIAS," ujar Imam Baihaki di hadapan peserta apel.

Ia juga menekankan bahwa pengabdian mahasiswa tidak hanya dalam bentuk kegiatan fisik, tetapi juga lewat sumbangsih pemikiran yang solutif dan inspiratif. Menurutnya, program KKN menjadi wadah nyata bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah ke dalam konteks sosial yang sesungguhnya.

Kegiatan apel pemberangkatan berlangsung khidmat dan penuh semangat. Mahasiswa terlihat antusias dan siap menjalankan program-program KKN yang telah mereka rancang bersama dosen pembimbing lapangan masing-masing.

Program KKN STAIAS kali ini tidak hanya difokuskan pada kegiatan keagamaan seperti pelatihan mengaji, dakwah kreatif, dan pendampingan TPA/TPQ, tetapi juga menyasar aspek sosial-ekonomi seperti edukasi kewirausahaan syariah, literasi digital untuk UMKM desa, hingga program pendidikan untuk anak-anak dan remaja.

Selain menjadi ajang praktik ilmu dan pengabdian, kegiatan KKN juga diharapkan dapat memperkuat relasi antara kampus dan masyarakat desa sebagai mitra dalam pembangunan berbasis partisipasi.

Para mahasiswa dijadwalkan akan mengabdi di lokasi masing-masing selama 41 hari, terhitung sejak akhir Juli hingga awal September 2025. Seluruh kegiatan KKN berada di bawah koordinasi LPPM STAIAS dan mendapat dukungan dari pemerintah desa setempat.

0 Komentar