Upacara Tujuh Belasan di Kodim Situbondo, Kasad Tekankan Bahaya Judi Online dan Pentingnya Tanggung Jawab Prajurit


SITUBONDO, GUBUKINSPIRASI.id
– Upacara bendera Tujuh Belasan kembali digelar di Makodim 0823 Situbondo sebagai bentuk pembinaan tradisi dan semangat nasionalisme prajurit TNI AD. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (17/7/2025) di halaman Makodim Jl. PB. Sudirman, Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo.

Kasdim 0823/Situbondo, Mayor Kav Aan Jauhari, S.Sos., bertindak sebagai Inspektur Upacara. Adapun Perwira Upacara dijabat Kapten Inf Farid Afifi, S.H., dan Komandan Upacara oleh Kapten Inf Y. Murjoko Waluyo. Dalam kesempatan tersebut, Kasdim membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Dalam amanat tertulisnya, Kasad menekankan bahwa upacara Tujuh Belasan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali nilai-nilai pengabdian, tanggung jawab, dan integritas prajurit dalam menjaga keutuhan bangsa.


“Upacara ini adalah simbol dedikasi dan tanggung jawab kita sebagai prajurit TNI AD. Momentum ini harus menjadi pengingat akan tugas dan tanggung jawab besar yang kita emban,” kutip Mayor Aan saat membacakan amanat Kasad.

Kasad mengingatkan seluruh jajaran TNI AD untuk terus mengelola program kerja dan anggaran secara transparan dan akuntabel. Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kesiapsiagaan satuan, terutama dalam menghadapi bencana alam dan mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Tak hanya itu, Kasad menyampaikan apresiasi atas peran aktif satuan TNI AD dalam program-program strategis seperti TNI AD Manunggal Air, ketahanan pangan, renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dan pengoperasian ponton pembersih sampah di wilayah rawan pencemaran.


“Program-program tersebut merupakan bukti nyata kehadiran negara melalui TNI AD dalam membantu meringankan beban masyarakat,” imbuhnya.

Namun di balik pencapaian tersebut, Kasad juga memberikan peringatan tegas terhadap ancaman non-militer yang mulai merambah prajurit dan keluarganya. Judi online (Judol) dan pinjaman online ilegal (Pinjol) disebut sebagai dua ancaman serius yang dapat merusak moral dan disiplin anggota TNI.


“Jauhi Judol dan Pinjol. Keduanya bukan hanya merusak individu, tapi juga menghancurkan keluarga, institusi, dan bahkan bangsa. Tidak ada toleransi bagi prajurit yang terlibat,” tegas Kasad dalam amanatnya.

Sebagai penutup, Kasad menegaskan empat poin utama yang harus dijadikan acuan setiap prajurit dan satuan TNI AD: pertama, pengelolaan anggaran secara bertanggung jawab; kedua, peningkatan kesiapsiagaan menghadapi tugas apapun; ketiga, mendukung program-program sosial demi kesejahteraan rakyat; dan keempat, menjaga kehormatan pribadi serta institusi.

Upacara bendera bulanan ini menjadi pengingat kolektif bagi seluruh anggota Kodim 0823 Situbondo untuk terus memperkuat profesionalisme dan integritas sebagai garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa. (*)

0 Komentar