Atasan Beracun: 8 Tanda yang Harus Dikenali

Featured Image

Ciri-Ciri Atasan Toxic yang Perlu Anda Waspadai

Bekerja di bawah atasan yang toxic bisa menjadi pengalaman yang sangat melelahkan dan menekan. Selain lingkungan kerja yang tidak sehat, atasan yang tidak sehat juga dapat memengaruhi kesehatan mental dan produktivitas karyawan. Atasan toxic sering kali memiliki sifat-sifat tertentu yang membuat suasana kerja menjadi tidak nyaman.

1. Tidak Mendengarkan

Salah satu ciri utama atasan toxic adalah ketidaktahuan mereka terhadap umpan balik, saran, atau kekhawatiran dari bawahan. Ketika seorang atasan tidak mengakui pendapat atau masukan dari timnya, ini bisa menyebabkan rasa tidak dihargai dan kurangnya motivasi. Menurut Tiziana Casciaro, Profesor Perilaku Organisasi dan Manajemen SDM di Universitas Toronto, hal ini tidak hanya merugikan tim tetapi juga perusahaan secara keseluruhan. Tanpa komunikasi yang baik, perkembangan organisasi akan terhambat.

2. Micromanagement

Micromanagement adalah perilaku di mana atasan terlalu mengontrol segala aspek pekerjaan bawahan. Meskipun beberapa atasan mungkin hanya sedikit mengganggu, namun jika perilaku ini berlangsung terus-menerus, maka itu bisa menjadi tanda atasan toxic. Menurut Peter Ronayne, micromanagement biasanya menunjukkan kurangnya kepercayaan terhadap kemampuan bawahan. Hal ini juga bisa membuat karyawan merasa tidak dihargai dan tidak diberi ruang untuk berkembang.

3. Tidak Mendorong Pertumbuhan

Atasan yang toxic sering kali tidak memberikan peluang bagi bawahan untuk berkembang. Bawahan mungkin merasa terjebak dalam pekerjaan yang monoton tanpa adanya tanggung jawab baru atau pengakuan atas kontribusi mereka. Ini bisa menurunkan motivasi dan membuat karyawan merasa tidak penting. Menurut Casciaro, atasan seperti ini tidak memaksimalkan potensi bawahan mereka.

4. Bertindak Berbeda Ketika Bersama Atasannya

Atasan toxic sering kali bertindak berbeda ketika mereka berada di dekat atasan mereka sendiri. Mereka mungkin bersikap ramah dan profesional saat berada di hadapan atasan, tetapi berperilaku buruk terhadap bawahan. Hal ini bisa menciptakan situasi yang tidak adil dan membuat bawahan merasa terisolasi serta takut untuk menyampaikan keluhan mereka.

5. Membuat Anda Merasa Tidak Aman

Rasa aman adalah faktor penting dalam menjaga kesehatan mental karyawan. Jika atasan Anda sering menimbulkan ketidakpastian atau membuat Anda merasa khawatir tentang posisi Anda, maka ini bisa menjadi tanda atasan toxic. Menurut laporan US Surgeon General, kondisi kerja yang tidak aman dapat menguras tenaga dan meningkatkan tingkat stres.

6. Memiliki Ekspektasi yang Tidak Masuk Akal

Atasan yang toxic sering kali menetapkan ekspektasi yang tidak realistis. Mereka mungkin menuntut beban kerja yang berlebihan, penyelesaian yang cepat, atau respons cepat di luar jam kerja. Hal ini bisa meningkatkan rasa cemas dan ketakutan di kalangan karyawan, sehingga mengurangi kesejahteraan kerja.

7. Memihak dan Menjelek-jelekkan Rekan Kerja

Perilaku memihak dan menjelek-jelekkan rekan kerja adalah ciri lain dari atasan toxic. Hal ini bisa menyebabkan ketidakpuasan dalam tim karena keputusan tidak didasarkan pada kinerja, melainkan hubungan pribadi. Selain itu, hal ini juga bisa menciptakan konflik dan persaingan yang tidak sehat dalam lingkungan kerja.

8. Memberikan Umpan Balik Negatif di Depan Orang Lain

Atasan yang baik biasanya memberikan umpan balik negatif secara pribadi. Namun, atasan toxic sering kali memberikan kritik di depan umum, yang bisa merendahkan martabat dan mempermalukan karyawan. Hal ini bisa merusak moral dan membuat karyawan merasa tidak dihargai.

Dengan mengenali ciri-ciri atasan toxic, Anda bisa lebih waspada dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dari dampak negatifnya. Mencari lingkungan kerja yang sehat dan mendukung adalah kunci untuk tetap berkembang dan menjaga kesejahteraan mental.

0 Komentar