
Anak Penjual Es Keliling Asal Ponorogo Diberi Bantuan Penuh oleh Bupati
Avan Ferdiansyah Hilmi, seorang siswa asal Ponorogo yang kini resmi diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), kini tampak ceria dan penuh harapan. Kelegaan Avan tidak hanya berasal dari keberhasilannya dalam ujian masuk perguruan tinggi, tetapi juga karena mendapatkan dukungan penuh dari Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko.
Pertemuan antara Avan dengan Bupati Ponorogo berlangsung di Pringgitan, rumah dinas Bupati. Kehadiran Avan bersama kedua orang tuanya, Umi Latifah dan Eko Yulianto, disambut hangat oleh Kang Giri—sapaan akrab Bupati Sugiri Sancoko—dan istrinya, Susilowati Sugiri Sancoko. Mereka tampil kompak dengan mengenakan pakaian batik.
Selama pertemuan tersebut, Avan menyampaikan keluh kesahnya terkait biaya kuliah yang sangat mahal. Meski memiliki prestasi akademik yang luar biasa, termasuk ratusan piala yang ia kumpulkan selama masa sekolah, Avan merasa khawatir akan kemampuannya membiayai pendidikan di ITB. Biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang mencapai Rp 12,5 juta serta biaya hidup di Bandung yang tidak murah menjadi beban berat baginya.
Namun, semua kekhawatiran itu lenyap setelah Bupati Ponorogo memberikan pernyataan tegas bahwa seluruh biaya kuliah hingga kebutuhan hidup Avan akan ditanggung penuh oleh pemerintah kabupaten. Hal ini membuat Avan dan keluarganya sangat bahagia. Bahkan air mata mereka tak bisa menahan keharuan saat menerima kabar baik tersebut.
“Alhamdulillah, maturnuwun Kang Giri, ibu atas bantuannya. Alhamdulillah bisa berangkat dengan tenang,” ujar Avan dengan suara bergetar, Selasa (15/7/2025). Ia mengungkapkan bahwa kini ia tidak lagi khawatir tentang biaya, karena hanya perlu fokus pada belajar dan berangkat ke Bandung.
Avan juga mengungkapkan bahwa selama ini ia merasa terbebani oleh kondisi keuangan keluarga. Kedua orang tuanya hanya menjual es keliling, sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan finansial jika Avan kuliah di luar daerah. “Kasihan orang tua cuma jualan es suruh mikirin biaya disana. Biaya hidup dan biaya kuliah. Tapi alhamdulillah banget Kang Giri menanggung,” tambahnya.
Ibu Avan, Umi Latifah, juga mengungkapkan rasa lega setelah mendapat bantuan dari Bupati. Ia mengatakan bahwa sebelumnya tidak pernah ada perhatian khusus dari pihak mana pun, kecuali dari sekolah. “Sebelumnya ndak pernah ada perhatian apapun. Hanya dari sekolah saja. Saya berterimakasih kepada Kang Giri,” katanya.
Umi juga menyebutkan bahwa ia sempat merasa takut setelah anaknya diterima di ITB. Ketakutan itu bukan tanpa alasan, karena biaya kuliah dan hidup di Bandung sangat mahal. “Terlalu mahal bagi saya. Kalau tidak ada beasiswa mungkin saya bisa mundur dari ITB. UKT saja Rp 12,5 juta belum biaya hidup walaupun Avan tinggal di mess,” tuturnya.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, mengaku jika dirinya menjadi orang tua Avan dengan kondisi serupa, mungkin juga akan merasa pesimis. Oleh karena itu, sebagai pemimpin daerah, ia mengambil keputusan untuk memberikan solusi agar anak-anak berprestasi bisa mendapatkan bantuan finansial dari pemerintah kabupaten.
“Sudah kami siapkan bagi mahasiswa berprestasi asal Kabupaten Ponorogo,” kata Kang Giri. Untuk Avan, seluruh biaya kuliah dan kebutuhan hidup akan ditanggung penuh. “Bagaimana nanti kita rumuskannya, yang penting jangan minder, Avan berangkat ke Bandung dengan kepercayaan diri yang tinggi. Kami tanggung semua,” pungkasnya.
0 Komentar