Dandim 0823 Situbondo Pastikan Layanan Gizi SPPG untuk Ribuan Siswa Tepat Sasaran

SITUBONDO – Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini kembali ditunjukkan melalui program Astacita. Salah satu bentuk nyata dari program tersebut adalah pendirian Satuan Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Situbondo. Hingga saat ini, lima SPPG telah resmi beroperasi dan melayani ribuan siswa dari tingkat sekolah dasar hingga menengah.

Lima SPPG itu tersebar di sejumlah kecamatan dengan cakupan penerima manfaat yang cukup besar. SPPG Khusus Kotakan Situbondo melayani 2.832 siswa dari 19 sekolah. SPPG Mitra Sumberkolak Panarukan menyediakan layanan bagi 3.432 siswa dari 18 sekolah. Sementara itu, SPPG Mitra Mimbaan Panji memberi layanan gizi untuk 3.394 siswa dari 18 sekolah. Di Kecamatan Kendit, SPPG Klatakan mendistribusikan pangan bergizi kepada 3.500 siswa dari 44 sekolah, sedangkan SPPG Buduan Suboh menjangkau 3.254 siswa dari 20 sekolah.

Secara keseluruhan, kehadiran SPPG di Situbondo telah memberi manfaat bagi lebih dari 16 ribu siswa. Angka ini menunjukkan skala besar dari program layanan gizi yang diharapkan dapat membantu tumbuh kembang generasi penerus.

Untuk memastikan layanan gizi ini tepat sasaran, Dandim 0823 Situbondo Letkol Inf Tri Wiratno bersama staf Kodim melakukan pengecekan langsung ke sejumlah dapur SPPG maupun sekolah penerima manfaat. Turut serta dalam kegiatan ini perwakilan Kejaksaan Negeri serta personel Polres Situbondo. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan komitmen pemerintah dan aparat terkait dalam menjamin kualitas layanan, sekaligus memastikan program tidak berhenti pada aspek administratif semata.

Dalam keterangannya, Letkol Inf Tri Wiratno menegaskan bahwa keberadaan SPPG memiliki peran penting dalam mendukung kualitas pendidikan di daerah. Menurutnya, asupan makanan bergizi bagi siswa bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan bangsa. “Dengan layanan makan bergizi, diharapkan para siswa dapat tumbuh sehat, cerdas, serta bersemangat dalam belajar. Kami bersama unsur terkait akan terus mengawal agar operasional SPPG berjalan sesuai standar, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Dandim menambahkan, pengawasan yang dilakukan pihaknya bertujuan agar setiap sekolah penerima manfaat benar-benar merasakan dampak positif program. Tidak hanya siswa, para orang tua juga diharapkan mendapat ketenangan karena anak-anak mereka memperoleh asupan makanan sehat setiap hari sekolah. Hal ini diyakini mampu mendukung peningkatan konsentrasi belajar sekaligus memperbaiki kualitas pendidikan di Situbondo.

Kehadiran SPPG juga dianggap sebagai upaya nyata pemerintah dalam menekan angka stunting. Dengan layanan gizi yang terjamin kualitasnya, siswa dapat tumbuh optimal secara fisik dan kognitif. Pemerintah pusat maupun daerah terus menekankan pentingnya pemenuhan gizi sejak dini sebagai fondasi dalam mencetak generasi emas Indonesia 2045.

Sejumlah siswa penerima manfaat mengaku senang dengan adanya program tersebut. Mereka merasa lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar karena mendapat asupan makanan sehat dari sekolah. Guru dan kepala sekolah pun menyambut baik hadirnya layanan ini. Menurut mereka, keberadaan SPPG bukan hanya meringankan beban orang tua, tetapi juga berpengaruh positif terhadap suasana belajar di kelas.

Meski demikian, keberlangsungan program tetap membutuhkan pengawasan berkelanjutan. Kualitas bahan pangan, kebersihan dapur, serta distribusi yang merata menjadi faktor krusial agar program benar-benar tepat sasaran. Untuk itu, aparat TNI bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum memastikan akan terus mengawal pelaksanaan di lapangan.

Dengan beroperasinya lima SPPG di Situbondo, ribuan siswa kini memiliki akses pada makanan bergizi yang aman dan sehat. Program ini tidak hanya mendukung peningkatan kesehatan anak, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia. Diharapkan, keberadaan SPPG mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi di masa depan.

0 Komentar