Dua Makanan Ekstrem Khas Danau Sentarum yang Wajib Dicoba

Dua Makanan Ekstrem Khas Danau Sentarum yang Wajib Dicoba

Kuliner Ekstrem dan Budaya Unik di Danau Sentarum, Kalimantan Barat

Danau Sentarum yang terletak di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, tidak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga memiliki berbagai kuliner ekstrem yang menjadi ciri khas wilayah ini. Dua produk unik yang sering disebut sebagai primadona adalah madu hutan Danau Sentarum dan ikan Toman.

Madu Hutan: Proses Panen yang Menantang dan Penuh Keunikan

Madu hutan merupakan salah satu produk andalan dari Kabupaten Kapuas Hulu. Salah satu daerah penghasil madu hutan yang terkenal adalah kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Di sini, masyarakat setempat memiliki tradisi panen madu yang dilakukan secara alami dan ramah lingkungan.

Untuk mengunjungi lokasi panen madu hutan, wisatawan bisa datang ke Desa Semangit yang berada di Kecamatan Selimbau. Akses ke desa ini hanya bisa dilakukan melalui jalur air, dengan menggunakan speedboat dari Lanjak. Perjalanan memakan waktu sekitar satu jam, dan dari Lanjak, jarak tempuh ke Kota Putussibau, ibukota Kabupaten Kapuas Hulu, sekitar tiga jam.

Di Desa Semangit, para petani madu atau yang dikenal sebagai periau bekerja sama melalui Asosiasi Periau Danau Sentarum (APDS). Proses panen madu dilakukan pada siang hari, antara pukul 11.00 hingga 13.00 WIB, ketika matahari sedang terik. Untuk melindungi diri dari serangan lebah, wisatawan harus menggunakan jaket lengan panjang, topi, serta kelambu.

Sebelum memulai proses panen, anggota periau biasanya membacakan syair-syair senandung yang dipercaya bisa mengusir lebah menjauh dari sarang. Selain itu, mereka juga menggunakan obor suluh yang dibuat dari bahan lokal untuk mengusir lebah. Sarang lebah biasanya dibuat di Tikung, yaitu dahan buatan yang ditempatkan di pohon-pohon kecil di sekitar danau.

Proses panen madu menggunakan teknik lestari yang mulai diterapkan sejak APDS didirikan pada tahun 2006. Alat yang digunakan harus steril, termasuk pisau stainless steel. Bagian sarang yang diambil hanya pada bagian kepala agar lebah dapat kembali ke sarang dan berkembang biak. Panen dilakukan pada siang hari agar lebah bisa mencari tempat hinggap sementara.

Setelah dipanen, madu ditiriskan menggunakan wadah penyaring kasa rapat. Proses ini membuat madu lebih tahan lama, rasa tetap segar, dan warna jernih. Sedangkan madu yang diperas biasanya lebih cepat basi dan berwarna keruh.

Ikan Toman: Kuliner Khas Danau Sentarum

Selain madu hutan, ikan Toman juga menjadi salah satu menu utama yang wajib dicoba saat berkunjung ke Danau Sentarum. Ikan Toman adalah jenis ikan predator yang biasanya dibudidayakan dengan keramba. Ikan ini bisa disajikan dalam berbagai cara, seperti digoreng, dibakar, atau diolah menjadi masakan khas.

Ikan Toman memiliki rasa yang khas dan tekstur yang lembut. Banyak wisatawan yang menyukai ikan ini karena rasanya yang unik dan kelezatannya. Saat berkunjung ke Danau Sentarum, mencicipi ikan Toman menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Masa Panen Madu dan Tips Berkunjung

Masa panen madu biasanya dilakukan pada bulan November hingga Januari, setelah masa bunga berakhir. Jadi, jika ingin menyaksikan proses panen madu hutan secara langsung, wisatawan disarankan untuk berkunjung pada periode tersebut.

Dengan kombinasi alam yang indah dan budaya yang kaya, Danau Sentarum menawarkan pengalaman yang sangat unik dan menarik. Mulai dari mencicipi madu hutan hingga menyantap ikan Toman, semua bisa dinikmati dalam satu kunjungan.

0 Komentar